Tertarik dengan Kemajuan Pariwisatanya, Universitas Pertahanan Lakukan Riset di Banyuwangi

Kompas.com - 05/11/2023, 17:02 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Beberapa tahun terakhir, Kabupaten Banyuwangi telah menjadi salah satu destinasi wisata yang populer. Kemajuan bidang pariwisata di kabupaten tersebut rupanya menarik berbagai pihak untuk mendalami kebijakan dan upaya pemerintah daerah. Salah satunya, akademisi Universitas Pertahanan (Unhan).

Akademisi dari Unhan berencana meneliti upaya percepatan pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Menurut rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/11/2023), Ketua Dewan Guru Besar Unhan Laksamana TNI (Purn) Prof Marsetio mengatakan, pesatnya kemajuan pada berbagai bidang di Kabupaten Banyuwangi, termasuk pariwisata, menarik untuk didalami.

“Hal itu menjadi alasan kami akan melakukan penelitian di Kabupaten Banyuwangi. Kami akan mendalami kebijakan daerah. Ini karena kami menilai Kabupaten Banyuwangi memiliki kebijakan yang cukup baik terkait pariwisata,” ujarnya.

Hal itu ia sampaikan saat menemui Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandiani di Lounge Pelayanan Publik Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (2/11/2023).

Baca juga: 5 Tempat Makan Seafood di Kabupaten Banyuwangi, Dekat Pantai

Dosen peneliti dari Unhan, Dr Bayu Asih Yulianto yang merupakan anggota tim akademisi yang akan melakukan penelitian menambahkan, mereka akan mendalami implementasi kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami akan mengkaji wisata bahari di Banyuwangi dengan mempertimbangkan potensi wisatawan yang berasal dari Bali. Analisis dilakukan terhadap kemungkinan integrasi paket wisata Banyuwangi dan Bali Barat untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Banyuwangi,” jelas Dr Bayu.

Tak hanya itu, tim akademisi dari Unhan juga akan memberikan sejumlah rekomendasi yang didasari oleh hasil penelitian untuk mengembangkan pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
Bupati Ipuk pun menyambut niat akademisi Unhan dengan senang hati. Ia berterima kasih karena akademisi dari universitas tersebut telah menaruh minat kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi riset pariwisata.

Hal ini, kata Ipuk, dikarenakan pariwisata memang tengah dijadikan lokomotif untuk mewujudkan kesejahteraan di Kabupaten Banyuwangi. Pekembangan pariwisata memberi multiplier effect alias mendorong berbagai sektor lainnya untuk tumbuh bersama.

Ipuk menjelaskan, pertumbuhan sektor pariwisata telah terbukti berkolerasi positif dengan peningkatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Raih RTH Awards Berkat Penyediaan 20 Persen Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan

“Kebijakan pariwisata ini menjadi umbrella bagi pembangunan di Banyuwangi. Di mana, tidak hanya Dinas Pariwisata yang mengurusnya. Tapi, semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga turut serta mengambil peran untuk mewujudkan hal tersebut,” ungkap Ipuk.

Ipuk mencontohkan salah satu kebijakan di bidang pariwisata yang telah diterapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi secara konsisten melarang berdirinya hotel kelas melati baru. Hal ini ditujukan untuk melindungi usaha rakyat.

Dengan sedikitnya hotel melati, bisnis homestay di desa-desa yang dikelola warga dapat bertumbuh. Kebijakan tersebut membuat ekonomi di daerah menggeliat.

Tak hanya itu, kebijakan di bidang pariwisata membuat kunjungan wisatawan ke Banyuwangi dari tahun 2010 sekitar 670.000 kunjungan, kini terus melonjak tajam.

Bahkan, kata pada tahun 2018 dan 2019 sempat tercatat 5 juta wisatawan berlibur ke Banyuwangi. Pendapatan perkapita rakyat Banyuwangi yang semula Rp 20,86 juta pada 2021, menjadi Rp 53,87 juta pada 2023.

“Dan hal ini juga berdampak pada pengurangan kemiskinan di Banyuwangi. Bila pada tahun 2010 tercatat 11,25 persen, kini angka kemiskinan Banyuwangi 7,34 persen (2023). Ini adalah terendah dalam sejarah Banyuwangi,” imbuhnya.

 

Terkini Lainnya
Pemkab Banyuwangi Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Terbaik dari Kemendagri

Pemkab Banyuwangi Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Terbaik dari Kemendagri

Banyuwangi
Banyuwangi Raih Penghargaan Swasti Saba dan STBM dari Kemenkes

Banyuwangi Raih Penghargaan Swasti Saba dan STBM dari Kemenkes

Banyuwangi
Didukung Jerman, Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

Didukung Jerman, Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

Banyuwangi
Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, Satu-satunya Berstandar Olimpiade di Asia Tenggara

Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, Satu-satunya Berstandar Olimpiade di Asia Tenggara

Banyuwangi
Tingkatkan Kualitas Penerbangan, AirNav Pasang Sistem Navigasi Modern di Bandara Banyuwangi

Tingkatkan Kualitas Penerbangan, AirNav Pasang Sistem Navigasi Modern di Bandara Banyuwangi

Banyuwangi
Inovatif Promosikan Daerah, Banyuwangi Raih Penghargaan Best Smart Branding di ISNA 2025

Inovatif Promosikan Daerah, Banyuwangi Raih Penghargaan Best Smart Branding di ISNA 2025

Banyuwangi
Ribuan Pengunjung Nikmati Kehangatan Festival Ngopi Sepuluh Ewu Banyuwangi

Ribuan Pengunjung Nikmati Kehangatan Festival Ngopi Sepuluh Ewu Banyuwangi

Banyuwangi
Bupati Ipuk Apresiasi Kinerja TPS 3R Banyuwangi yang Sukses Kirim 60 Ton RDF ke Industri

Bupati Ipuk Apresiasi Kinerja TPS 3R Banyuwangi yang Sukses Kirim 60 Ton RDF ke Industri

Banyuwangi
Kenalkan Destinasi “Hidden Gem” di Kawasan Ijen, Bupati Banyuwangi Luncurkan Ijen Golden Route

Kenalkan Destinasi “Hidden Gem” di Kawasan Ijen, Bupati Banyuwangi Luncurkan Ijen Golden Route

Banyuwangi
Wujudkan Pesantren Aman, Pemkab Banyuwangi Bantu Pengurusan PBG dan SLF

Wujudkan Pesantren Aman, Pemkab Banyuwangi Bantu Pengurusan PBG dan SLF

Banyuwangi
Menko IPK AHY Apresiasi Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi: Perpaduan Ekonomi Rakyat dan Wisata Heritage

Menko IPK AHY Apresiasi Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi: Perpaduan Ekonomi Rakyat dan Wisata Heritage

Banyuwangi
Menpora Erick Thohir Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Gelar Ajang Balap Sepeda Internasional

Menpora Erick Thohir Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Gelar Ajang Balap Sepeda Internasional

Banyuwangi
Lewat Lokakarya, Kemenlu Hubungkan Banyuwangi dengan Jejaring Industri Kreatif Dunia

Lewat Lokakarya, Kemenlu Hubungkan Banyuwangi dengan Jejaring Industri Kreatif Dunia

Banyuwangi
13 Tahun Gandrung Sewu: Ribuan Penari Persembahkan Harmoni di Pantai Marina Boom

13 Tahun Gandrung Sewu: Ribuan Penari Persembahkan Harmoni di Pantai Marina Boom

Banyuwangi
BPK Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Pansela Banyuwangi-Jember

BPK Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Pansela Banyuwangi-Jember

Banyuwangi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com