Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

Kompas.com - 17/06/2025, 18:39 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang masih membayangi Kota Bandung, kolaborasi antara lembaga militer dan pemerintah daerah menghadirkan harapan baru dalam membangun lingkungan berkelanjutan.

Komplek Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, kini menjelma menjadi kawasan percontohan zero waste yang tidak hanya bersih, tetapi juga produktif dan ramah lingkungan.

Inisiatif itu diprakarsai oleh Direktur Lembaga Seskoad Brigjen TNI Masduki. Ia menekankan bahwa pembenahan lingkungan merupakan bagian dari tugas utama lembaga.

“Kami ingin lingkungan di Seskoad ini bersih, tertib, aman, dan sehat. Salah satu langkahnya adalah mengelola sampah secara terpadu, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan hasil olahan,” kata Masduki melalui siaran persnya, Selasa (17/6/2025).

Baca juga: 4 Ide Olahan Telur Ayam Selain Didadar untuk Sarapan Pagi

Penanggung jawab teknis di lapangan, Sersan Mayor (Serma) Ifnu Dwi Cahyono mengatakan, sistem pengelolaan sampah terpadu di kawasan tersebut dilakukan oleh tim khusus beranggotakan enam orang.

Mereka mulai bekerja sejak pukul 05.00 WIB untuk mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah dinas serta hotel-hotel di sekitar kompleks. Rata-rata, mereka memproses 3 hingga 3,5 ton sampah per hari.

Sampah organik seperti sisa dapur dan daun diolah menjadi kompos dan pupuk cair, sementara sisa makanan digunakan untuk pakan ternak bebek.

Sampah residu yang tidak dapat didaur ulang diolah melalui pembakaran terkontrol, lalu abunya digunakan sebagai bahan baku paving block.

Hasil produksinya pun telah diuji laboratorium dengan daya tahan hingga 12 N atau setara menahan beban 30 ton.

Baca juga: Rudal Iran Hantam Institut Weizmann, Laboratorium di Israel Terbakar

Paving block hasil produksi kami dijual seharga Rp1.500 per buah, lebih murah dari harga pasar karena menggunakan bahan sendiri,” ujar Dwi Cahyono.

Keberhasilan inisiatif tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Kelurahan Lingkar Selatan di Kecamatan Lengkong.

Lurah Asep Achmad Arifin menyebut kolaborasi dengan Seskoad telah terjalin sejak awal.

“Kami bantu dengan mesin pencacah, kontainer, hingga bibit ternak. Komplek ini sudah menjadi kawasan terintegrasi antara pengelolaan sampah, rumah kompos, dan ketahanan pangan,” jelasnya.

Baca juga: Sampah Jadi Berkah, Kompos dari Pulau Kelapa Ini Bikin Pohon Berbuah Lebih Cepat

Lebih lanjut, Asep menyatakan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Seskoad menjadi contoh nyata keberhasilan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang selama ini digaungkan oleh Pemkot Bandung.

“Kalau kita komit dan konsisten, insyaallah Bandung bisa menuju kota zero waste,” pungkas Asep.

Terkini Lainnya
Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

bandung

"Bulan Belanja Bandung 2025" Siap Guncang Kota dengan Ribuan Promo dan Hiburan

bandung
Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

bandung
Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

bandung
Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

bandung
Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

bandung
Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

bandung
Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

bandung
Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

bandung
Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

bandung
Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

bandung
Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

bandung
Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

bandung
Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

bandung
Sampai 2018, Ada Puluhan Proyek Inovatif untuk Warga Bandung

Sampai 2018, Ada Puluhan Proyek Inovatif untuk Warga Bandung

bandung
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com