Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

Kompas.com - 17/06/2025, 20:13 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama The Caravanserai Collective meluncurkan program budaya Bandung Kota Cerita sebagai gerakan kolaboratif lintas komunitas.

Program yang akan digelar sepanjang Juni hingga Agustus itu bertujuan untuk melestarikan dan merayakan keberagaman warga Bandung melalui kekuatan cerita.

Lebih dari sekadar program budaya, Bandung Kota Cerita akan menjadi ruang bersama untuk menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika yang mencakup gotong royong, solidaritas, dan pertukaran budaya melalui narasi-narasi otentik dari warga.

“Kami ingin program ini punya rasa memiliki (sense of belonging), bukan hanya tentang Bandung yang diceritakan, tetapi Bandung yang hidup dalam cerita warganya,” ujar Wali Kota Bandung sekaligus salah satu penggagas Bandung Kota Cerita, Muhammad Farhan melalui siaran persnya, Selasa (17/6/2025).

Baca juga: Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

Lewat program tersebut, Pemkot Bandung ingin membangun kota yang mendengar, mengapresiasi, dan mencatat setiap kisah warganya—karena setiap cerita memiliki tempat, dan setiap orang punya peran untuk menuliskannya.

Melalui Bandung Kota Cerita, Kota Bandung diharapkan dapat menjadi rumah bagi semua cerita.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Bandung sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Aryatri Benarto menyoroti pentingnya mengangkat narasi lokal dalam pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Banyak UMKM Kota Bandung memiliki storytelling unik yang berkaitan erat dengan identitas kota,” ungkapnya.

Aya berharap, Bandung Kota Cerita bisa menjadi ruang penguatan bagi komunitas dan UMKM berbasis narasi lokal yang berdaya serta mampu membangun kesadaran bahwa setiap warga memiliki peran penting dalam menulis kisah kotanya sendiri.

Rangkaian acara

Program budaya Bandung Kota Cerita dimulai dengan gelaran CERITAFest: CERITA BANDUNG #1, yang akan diselenggarakan Sabtu (28/6/2025) di Microlibrary Asia Afrika, Jalan Alun-alun Timur.

Dengan mengusung tema “Merayakan Keberagaman Cerita dan Memperkuat Ikatan Komunitas”, festival tersebut menghadirkan empat acara utama.

Pertama, pameran foto, video, dan film dokumenter sejarah Bandung. Acara ini bertujuan untuk menghidupkan memori kolektif kota melalui visualisasi sejarah dan kisah warga dari masa ke masa.

Baca juga: Martin Scorsese Garap Film Dokumenter Paus Fransiskus, Tampilkan Wawancara Terakhir

Kedua, Duta CERITA Showcase menampilkan karya naratif dari peserta pelatihan Duta CERITA yang mewakili suara personal dan komunitas.

Ketiga, Story of Us berupa diskusi panel interaktif antara tokoh komunitas, pemimpin opini, dan warga untuk berbagi inspirasi dan pemikiran.

Keempat, Lingkar CERITA Bandung, yakni sesi berbagi cerita terbesar di Kota Bandung. Acara ini akan mempertemukan masyarakat lintas generasi dan latar belakang dalam satu lingkaran dialog inklusif.

Setelah CERITAFest, acara akan dilanjutkan dengan CERITA Pustaka, yaitu program aktivasi komunitas yang digelar di ruang-ruang publik Kota Bandung setiap minggu dari Juli hingga Agustus 2025.

Baca juga: Komunitas Diundang Lihat Langsung Contoh Desain Rumah Subsidi Lippo

Lewat kegiatan tersebut, Pemkot Bandung mengajak berbagai kelompok masyarakat mulai dari anak-anak, warga umum, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia (lansia) untuk menuturkan cerita melalui media ekspresi yang mereka pilih.

Seluruh dokumentasi akan dipublikasikan melalui media sosial resmi Pemkot Bandung, komunitas mitra, dan platform digital Cerita Caravan.

Sebagai informasi, Bandung Kota Cerita memiliki logo sebagai identitas visual yang sarat akan makna filosofis.

Huruf “B” merupakan bentuk utama sebagai inisial dari Bandung. Lalu, lembaran kertas seperti buku cerita menandakan kumpulan kisah yang membentuk jati diri Kota Bandung.

Baca juga: Farhan Rombak Pejabat OPD Kota Bandung dan Lantik 13 Kadis dan Asda

Selanjutnya, terdapat bentuk lorong atau pintu masuk yang menggambarkan Bandung sebagai ruang terbuka bagi masa lalu, kini, dan masa depan.

Sementara itu, warna-warna berbeda dalam logo merepresentasikan keragaman latar, ekspresi, dan identitas budaya warga.

Logo tersebut mencerminkan Bandung bukan hanya sebagai kota penuh sejarah, tetapi juga sebagai tempat yang terus hidup dengan cerita-cerita baru.

Terkini Lainnya
Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

bandung

"Bulan Belanja Bandung 2025" Siap Guncang Kota dengan Ribuan Promo dan Hiburan

bandung
Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

bandung
Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

bandung
Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

bandung
Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

bandung
Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

bandung
Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

bandung
Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

bandung
Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

bandung
Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

bandung
Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

bandung
Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

bandung
Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

bandung
Sampai 2018, Ada Puluhan Proyek Inovatif untuk Warga Bandung

Sampai 2018, Ada Puluhan Proyek Inovatif untuk Warga Bandung

bandung
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com