Sukses Ekspor Lidi Nipah dan Lada Putih, Babel Diapresiasi Menteri Koperasi dan UMKM

Kompas.com - 06/07/2020, 21:01 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia (RI) Teten Masduki mengapresiasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) atas ekspor lidi nipah dan lada putih.

Dalam keterangan tertulisnya, Pemprov Babel menjelaskan sebanyak 12 ton lidi nipah produksi perajin Kota Kapur dan 45 ton lada putih berhasil di ekspor ke Jepang.

Acara pelepasan ekspor lidi nipah dan lada putih itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Teten Masduki dan Gubernur Provinsi Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman di Dermaga Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Senin (06/07/2020).

Pada kesempatan itu, Erzaldi turut menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran Teten Masduki, yang memotivasi untuk meningkatkan kualitas UMKM Babel.

Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Babel Ekspor 12 Ton Lidi Nipah ke Nepal

Terkait ekspor perdana lidi nipah, ia menjelaskan, tanaman nipah yang selama ini dianggap tidak mempunyai nilai dan ada di hampir setiap sungai di Bangka Belitung ternyata mempunyai potensi sangat besar untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

"Ini menjadi potensi yang baru dan harus mendapat perhatian," kata Erzaldi seperti dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, potensi itulah yang membuat Kementerian Usaha Kecil dan Menangah (KUKM) memberikan pelatihan melalui alokasi dana khusus dua tahun yang lalu.

Sementara itu, soal ekspor lada putih ke Jepang, ia menilai, hal itu merupakan upaya ekspor kembali untuk meningkatkan produksi lada Babel yang merupakan lada terbaik di dunia.

Baca juga: Gubernur Babel: Kami Fokus Kembangkan Durian Jadi Komoditas Ekspor

Namun demikian, Erzaldi mengaku, saat ini untuk ekspor komoditi Babel masih terkendala dengan pelabuhan.

"Ke depan, melalui Kementerian Perhubungan RI, Pelabuhan Pangkal Balam akan dikembangkan ke arah dua kilometer (km) dari arah muara," sambungnya.

Lebih lanjut untuk optimalisasi ekspor lidi nipah, Erzaldi berharap adanya kapal bermuatan besar untuk pengangkutannya, sehingga memberikan tambahan nilai kepada para perajin lidi nipah.

Dalam acara tersebut, ia juga mengapresiasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bumi Bangka Belitung Sejahtera yang melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) memfasilitasi para perajin nipah.

Baca juga: Pasokan Listrik Makin Baik, Gubernur Babel Pede Undang Investasi

Selain itu, Erzaldi mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mendorong peningkatan ekspor Babel melalui komoditi lain seperti nanas dan manggis.

Nilai ekspor UMKM masih rendah

Pada kesempatan tersebut, Menteri UMKM Teten menyatakan nilai ekspor UMKM Indonesia masih rendah.

"Hanya 14 persen dari seluruh UMKM yang ada," kata Teten.

Oleh karenanya, menurut Teten, hal itu menjadi tantangan besar bagi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) untuk meningkatkan ekpornya.

Selain itu, ia juga mengatakan, pentingnya menyiapkan UMKM ke pasar global dengan memanfaatkan digital markerting.

"Pemerintah juga telah menurunkan ambang bea masuk ekspor hingga tiga dollar, yang diharapkan mampu membantu UMKM bersaing di pasar global," sambungnya.

Dengan demikian, ia menilai, upaya tersebut dapat membantu ekspor nasional pada tahun 2024 yang ditargetkan naik menjadi 30 persen. (LULUS/LISTYA)

Terkini Lainnya
Menilik Mimpi Indonesia-Sentris dari Kepulauan Pongok, Bangka Belitung

Menilik Mimpi Indonesia-Sentris dari Kepulauan Pongok, Bangka Belitung

Babel Berkah
7 Destinasi Wisata di Bangka Belitung yang Wajib Dikunjungi

7 Destinasi Wisata di Bangka Belitung yang Wajib Dikunjungi

Babel Berkah
Mengenal Ragam Tradisi Bangka Belitung, dari Kuliner hingga Berpantun

Mengenal Ragam Tradisi Bangka Belitung, dari Kuliner hingga Berpantun

Babel Berkah
Sepak Terjang Gubernur Erzaldi Rosman Bangun Bangka Belitung

Sepak Terjang Gubernur Erzaldi Rosman Bangun Bangka Belitung

Babel Berkah
Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Babel Berkah
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Babel Berkah
Budayawan Babel Dapat Penghargaan dari Kemendikbud

Budayawan Babel Dapat Penghargaan dari Kemendikbud

Babel Berkah
Dengan Sederet Potensi dan Inovasi, Mendes PDTT Yakin Babel Bisa Lebih Maju

Dengan Sederet Potensi dan Inovasi, Mendes PDTT Yakin Babel Bisa Lebih Maju

Babel Berkah
Berkunjung ke Bangka Belitung, Istri Menteri Desa Diperkenalkan Kain Tenun Cual

Berkunjung ke Bangka Belitung, Istri Menteri Desa Diperkenalkan Kain Tenun Cual

Babel Berkah
Kejar SPIP Level 3, Pemprov Babel Tingkatkan Budaya Sadar Risiko bagi ASN

Kejar SPIP Level 3, Pemprov Babel Tingkatkan Budaya Sadar Risiko bagi ASN

Babel Berkah
Menteri Suharso Tinjau Pembangunan Embung Konservasi Kolong Mempaya

Menteri Suharso Tinjau Pembangunan Embung Konservasi Kolong Mempaya

Babel Berkah
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Babel Berkah
Babel Jadi Penghasil Lada Putih Terbesar di Dunia, Gubernur Erzaldi Paparkan Strategi Pemasarannya

Babel Jadi Penghasil Lada Putih Terbesar di Dunia, Gubernur Erzaldi Paparkan Strategi Pemasarannya

Babel Berkah
Babel Provinsi Terbaik Kedua Penanganan Pandemi, Gubernur Erzaldi: Tingkat Kesembuhan Covid-19 Capai 83 Persen

Babel Provinsi Terbaik Kedua Penanganan Pandemi, Gubernur Erzaldi: Tingkat Kesembuhan Covid-19 Capai 83 Persen

Babel Berkah
Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Babel Berkah
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com