Cegah Pernyebaran Covid-19, Gubernur Babel Akan Tata Ulang Pasar

Kompas.com - 22/04/2020, 14:01 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman akan mengeluarkan kebijakan untuk mengatur dan menata pasar.

Kebijakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Gubernur kelahiran Pangkal Pinang ini mengatakan, adanya kerumunan serta keramaian masyarakat di pasar tanpa protokol kesehatan dikhawatirkan memicu penyebaran Covid-19.

"Tadi saya sudah lihat langsung dan sudah evaluasi titik pasar yang terjadi keramaian, ini akan terus kami evaluasi," kata Erzaldi Rosman seperti dalam keterangan tertulisnya.

Erzaldi Rosman sendiri megnatakan itu di sela-sela kunjungan ke Pasar Pagi Pangkalpinang bersama Wakil Kepolisian daerah (Wakapolda Babel), Komisaris Besar Polisi (Kombes). Pol. Umar Dani, Rabu (22/4/20).

Baca juga: Pasien Positif Corona di Babel Bertambah Jadi 8 Orang

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan untuk mengurai konsentrasi orang di pasar. Oleh karena itu, pasar akan diperluas.

Untuk itu, Gubernur Erzaldi Rosman akan meminta kepolisian dan dinas perhubungan agar menutup jalan di sekitar area pasar untuk sementara waktu.

Kebijakan ini akan diselenggarakan untuk waktu tertentu, terlebih saat puasa, sehingga risiko penyebaran Covid-19 bisa berkurang.

Baca juga: Melayat Orangtua ke Jakarta, Dirut Bank Sumsel Babel dan Istri Positif Corona

“Untuk pasar kering ini, nanti kami uraikan hingga ke jalan, agar masyarakat bisa menjaga jarak, tidak seperti saat ini, ramainya luar biasa," ungkapnya.

Gubernur Erzaldi Rosman menjelaskan selain mengurai keramaian pasar, kebijakan lainnya yakni mewajibkan masyarakat menggunakan masker ketika hendak ke pasar.

"Kewajiban masyarakat masuk pasar gunakan masker ini. Kami sosialisasikan dulu, setelah itu baru kami terapkan secepatnya," ungkapnya.

Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan, pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan agar tidak lagi jatuh korban.

Baca juga: Tenaga Medis di Babel Terima Ratusan APD dari Dana CSR

“Jangan sampai ada pelanggaran, karena saat ini sudah delapan pasien positif kita," ujar Gubernur Erzaldi Rosman.

Pada kesempatan itu, Gubernur Erzaldi Rosman tak lupa mengingatkan kembali masyarakat agar selalu menggunakan masker.

"Alhamdulillah kesadaran masyarakat kita menggunakan masker sudah 75 persen," ungkapnya.

Semenara itu, Wakapolda Babel. Kombes. Pol. Umar Dhani mengatakan tingkat kesadaran pengguna kendaraan memakai masker sudah baik, namun perlu tinggal ditingkatkan lagi.

Baca juga: Tenaga Medis di Babel Terima Ratusan APD dari Dana CSR

"Memang masih ada pengendara tidak mengenakan masker, sebenarnya bukan kendala tapi belum terbiasa saja," ungkap Umar Dhani.

Dengan demikian, Umar Dhani mengatakan, program penggunaan masker ini berlaku bukan hanya untuk pengendara, melainkan untuk semua lapisan masyarakat. (LEO RANDIKA/LISTYA)

Terkini Lainnya
Menilik Mimpi Indonesia-Sentris dari Kepulauan Pongok, Bangka Belitung

Menilik Mimpi Indonesia-Sentris dari Kepulauan Pongok, Bangka Belitung

Babel Berkah
7 Destinasi Wisata di Bangka Belitung yang Wajib Dikunjungi

7 Destinasi Wisata di Bangka Belitung yang Wajib Dikunjungi

Babel Berkah
Mengenal Ragam Tradisi Bangka Belitung, dari Kuliner hingga Berpantun

Mengenal Ragam Tradisi Bangka Belitung, dari Kuliner hingga Berpantun

Babel Berkah
Sepak Terjang Gubernur Erzaldi Rosman Bangun Bangka Belitung

Sepak Terjang Gubernur Erzaldi Rosman Bangun Bangka Belitung

Babel Berkah
Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Babel Berkah
Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Gubernur Erzaldi: Pandemi Jadi Peluang Inovasi Dunia Pendidikan untuk SDM Lebih Unggul

Babel Berkah
Budayawan Babel Dapat Penghargaan dari Kemendikbud

Budayawan Babel Dapat Penghargaan dari Kemendikbud

Babel Berkah
Dengan Sederet Potensi dan Inovasi, Mendes PDTT Yakin Babel Bisa Lebih Maju

Dengan Sederet Potensi dan Inovasi, Mendes PDTT Yakin Babel Bisa Lebih Maju

Babel Berkah
Berkunjung ke Bangka Belitung, Istri Menteri Desa Diperkenalkan Kain Tenun Cual

Berkunjung ke Bangka Belitung, Istri Menteri Desa Diperkenalkan Kain Tenun Cual

Babel Berkah
Kejar SPIP Level 3, Pemprov Babel Tingkatkan Budaya Sadar Risiko bagi ASN

Kejar SPIP Level 3, Pemprov Babel Tingkatkan Budaya Sadar Risiko bagi ASN

Babel Berkah
Menteri Suharso Tinjau Pembangunan Embung Konservasi Kolong Mempaya

Menteri Suharso Tinjau Pembangunan Embung Konservasi Kolong Mempaya

Babel Berkah
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Babel Berkah
Babel Jadi Penghasil Lada Putih Terbesar di Dunia, Gubernur Erzaldi Paparkan Strategi Pemasarannya

Babel Jadi Penghasil Lada Putih Terbesar di Dunia, Gubernur Erzaldi Paparkan Strategi Pemasarannya

Babel Berkah
Babel Provinsi Terbaik Kedua Penanganan Pandemi, Gubernur Erzaldi: Tingkat Kesembuhan Covid-19 Capai 83 Persen

Babel Provinsi Terbaik Kedua Penanganan Pandemi, Gubernur Erzaldi: Tingkat Kesembuhan Covid-19 Capai 83 Persen

Babel Berkah
Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Babel Berkah
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com