Seluruh Warga Desa Ini Boleh Gunakan Gedung Serbaguna

Kompas.com - 31/10/2017, 19:13 WIB

KOMPAS.com - Warga Desa Jaya Ratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya boleh berlega hati sebab kini mereka memiliki gedung serbaguna. Kegiatan masyarakat desa boleh dilakukan di gedung yang telah diresmikan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Rabu (25/10/2017) lalu.

Bupati Uu berharap, fasilitas umum baik yang dibangun oleh pemerintah maupun hasil swadaya masyarakat harus dipelihara secara optimal. Dengan demikian, gedung itu dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Pembangunan gedung serbaguna di Desa Jaya Ratu itu, kata dia, mestinya dicontoh desa-desa lainnya yang belum memiliki fasilitas serupa. Sehingga, imbuhnya, masyarakat mempunyai tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Tak hanya warga Desa Jaya Ratu yang hadir, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Arif Rachman, Camat Sariwangi, Muspika Kecamatan Sariwangi, para ulama, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat juga ikut dalam peresmian gedung itu.

Baca: Tiga Tantangan Pembangunan Infrastruktur

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Selasa (31/10/2017, Uu mengatakan pembangunan prasarana fisik untuk fasilitas umum merupakan kewajiban pemerintah. Penyediaan sarana umum bagi warga desa merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah harus mampu melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, sehingga mampu memenuhi setidaknya kebutuhan standar masyarakatnya. Alhamdulilah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah dianugerahi sebagai pemerintah daerah yang mampu memenuhi Kebutuhan standar pelayanan masyarakat dari pemerintah pusat," ujarnya.

Untuk menghasilkan pelayanan secara prima, Ia mengimbau aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan desa untuk memaksimalkan pelayanan. Bukan cuma itu, aparatur sipil negara juga diminta proaktif melayani warga.

“Kenali kebutuhan masyarakat dengan baik, masyarakat butuh sarana apa. Jangan sampai fasilitas umum yang telah dibangun tidak terpakai, karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Baca: Bupati Tasikmalaya Bantu Keluarga Miskin yang Makan Kulit Singkong

Selain pemenuhan kebutuhan fasilitas umum, ia menekankan, hal yang tak kalah penting adalah pelayanan kebutuhan rohani kepada masyarakat untuk pembentukan karakter, keimanan, dan ketakwaan.

“Fasilitas umum memang diperlukan untuk kepentingan masyarakat, tapi pemenuhan kebutuhan rohani juga harus terpenuhi. Sehebat apapun pembangunanan fisik tetapi jika kebutuhan keimanan tidak tepenuhi maka akan percuma. Dengan pembangunan di bidang kerohanian, revolusi mental yang dicanangkan pemerintah akan mudah terwujud," katanya.

 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com