Susy, Aghni, dan Tasikmalaya

Kompas.com - 30/11/2015, 15:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Legenda bulu tangkis, Susy Susanti, mengaku selalu berharap akan muncul lagi bakat-bakat muda dari kota kelahirannya, Tasikmalaya.

Hal ini diungkap oleh peraih medali emas Olimpiade 1992 dan perunggu 1996 itu saat tampil sebagai mentor dalam gelaran Milo School Competition (MSC) 2015 di Jakarta, akhir pekan lalu. Susy tampil bersama beberapa legenda bulu tangkis lainnya, seperti Rexy Mainaky, Alan Budi Kusuma, dan Ricky Subagja.

Kebetulan dalam perhelatan MSC 2015, seorang wakil dari Tasikmalaya, Aghni Nur Fitri, berhasil menyabet dua gelar juara pada kategori tunggal putri SD dan ganda putri SD. Bocah dari Tasikmalaya itu memastikan diri meraih gelar juara dalam kategori tunggal putri SD usai mengalahkan wakil dari Semarang, Jessica Maya, 21-15, 21-13.

Sementara itu, pada kategori ganda putri SD, Aghni berpasangan dengan Kanaya Anisya Putri dan berhasil menaklukkan Priskila Venus dan Rabelvrili Cantika dari Balikpapan, 21-10, 19-21, dan 21-13.

Susy menyambut baik munculnya wakil dari Tasikmalaya ini. "Saya senang kali ini juga dari Tasikmalaya. Saya berharap ini dapat memancing lebih banyak bibit-bibit baru lagi ke depannya. Kita harapkan kegiatan ini dapat terus berkesinambungan. Kegiatan seperti ini juga dapat membantu untuk pembinaan dan popularitas bulu tangkis," ujar Susy.
 
Gelaran Milo School Competition (MSC) 2015 telah usai digelar akhir pekan lalu. Gelaran yang diselenggarakan di empat kota ini memiliki nuansa berbeda pada tahun ini. Tahun ini, MSC menerapkan sistem poin yang dapat dimanfaatkan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk melacak bibit-bibit muda berbakat.
 
"Ada tiga hal baru pada tahun ini, yakni pertama penerapan sistem poin. Jadi, pihak PBSI dapat melakukan tracking. Yang kedua, ada sesi sharing passion tentang pentingnya gizi untuk perkembangan atlet yang lebih baik lagi, dan yang ketiga adanya pertandingan persahabatan dengan Ahsan/Hendra," tutur Category Marketing Manager Tonic & Sports PT Nestle Indonesia, Leonard Darma Bimbuain.
 
Tahun ini, Milo bekerja sama dengan PBSI untuk memberikan pelatihan fisik kepada 36 siswa juara MSC 2015 yang berguna untuk memaksimalkan kondisi fisik para peserta saat berlaga di lapangan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com