KOMPAS.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution bergerak cepat merespons banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 10 kabupaten/kota di Sumut.
Fokus penanganan diarahkan pada evakuasi korban, pembukaan akses jalan yang terputus, serta percepatan distribusi logistik ke wilayah terdampak, termasuk daerah yang masih terisolasi.
Komitmen tersebut disampaikan Bobby saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakoor) Penanganan Bencana bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara daring dari Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Medan, Kamis (27/11/2025).
Bobby menegaskan bahwa seluruh sumber daya provinsi telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan darurat.
“Untuk delapan kabupaten/kota, jalur darat sudah dapat ditembus dan bantuan sudah disalurkan. Namun dua daerah, Tapteng dan Sibolga, masih belum bisa kami suplai karena akses terputus total,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Banjir dan Longsor Bener Meriah: Logistik Menipis, Warga Meninggal 11 Orang
Untuk menjangkau wilayah yang tak lagi bisa dilewati kendaraan, Bobby telah berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna membuka opsi distribusi bantuan melalui udara.
Dua helikopter kini disiagakan untuk mendukung proses penyaluran logistik dan evakuasi warga.
Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menetapkan status darurat bencana, mengaktifkan Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor, mendirikan pos pengungsian dan pos lapangan, serta menggalang dukungan dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan pemangku kepentingan lainnya.
Berdasarkan data terkini, bencana menerjang 10 kabupaten/kota: Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Langkat, Padang Sidimpuan, dan Nias Selatan.
Sebanyak 30 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 4.035 orang mengungsi.
Baca juga: Banjir Medan, Ratusan Warga Mengungsi di Masjid Abidin, Bantuan Belum Jelas
Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Sumut Erwin Hotmansah Harahap menyampaikan bahwa tim sedang bekerja memulihkan jaringan komunikasi yang terdampak banjir dan longsor.
“Sesuai arahan Gubernur (Bobby Nasution), pemulihan jaringan terus dilakukan. Masih ada beberapa wilayah yang komunikasinya terganggu dan sedang kami upayakan penyelesaiannya,” ujarnya.
Sebelumnya, Bobby telah menurunkan personel dan berbagai peralatan evakuasi, termasuk 4 unit perahu karet, 2 mesin perahu, 2 dongkrak angin, 2 genset, 6 pompa jinjing, 4 pompa kohler, 2 tenda pengungsi, 2 unit Starlink, dua chainsaw, serta 42 lampu lentera.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga menyiapkan bantuan paket senilai Rp 60 juta.
Baca juga: Pilu Warga Marelan Medan Terjebak Banjir, Banyak Belum Makan dan Butuh Bantuan
Untuk kebutuhan masyarakat, Bobby mengirimkan bantuan logistik berupa 1 ton minyak goreng, 500 kilogram (kg) gula putih, 500 kotak teh celup, 20.000 bungkus mi instan, dan 1.000 kaleng ikan sarden.
Pemprov Sumut juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bantuan dana siap pakai bagi kabupaten terdampak.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penanganan bencana di tiga provinsi, yakni Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat.
“Pak Prabowo Subianto memerintahkan kami untuk serius menanggapi masa tanggap darurat, dan di saat yang sama menyiapkan rencana pascadarurat untuk pemulihan masyarakat dan infrastruktur,” kata Pratikno.