KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution mendorong aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terlibat sebagai investor pasar modal.
Ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan literasi agar ASN memahami investasi yang aman dan produktif.
Hal itu disampaikan Bobby pada acara Medan Sharia Investor City di Hotel JW Marriott Medan, Sumut, Jumat (21/11/2025).
Bobby mengatakan, ASN perlu diajari atau diberi literasi tentang pasar modal. Dengan begitu, peluang ASN untuk terlibat atau menjadi bagian dari investor pasar modal di Sumut terbuka lebar.
Baca juga: Lewat Sentuhan Modern, Pemprov Sumut Dorong Ulos Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO
"Saya minta, dalam kesempatan ini, kalau boleh, para ASN kami bisa diajari atau diberi literasi tentang pasar modal sehingga bisa membuka peluang ASN terlibat atau menjadi bagian investor pasar modal di Sumut," kata Bobby seperti dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (22/11/2025).
Gubernur Sumut Bobby Nasution menghadiri Medan Sharia Investor City yang diselenggarakan oleh IDX Bursa Efek Indonesia di Grand Ballroom Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau, Medan, Jum'at (21/11/2025). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut / Imam SyahputrBobby menilai, pemahaman pasar modal akan membantu ASN meningkatkan kondisi ekonomi. Selain itu, literasi pasar modal juga dapat mencegah tindakan negatif, seperti judi online dan korupsi.
"Yang main pasar modal ini tadi saya lihat ada yang dari ojek online, pedagang, dan ASN. Daripada main judi online, (lebih) bagus belajar pasar modal," ujarnya.
Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien menyampaikan, jumlah investor pasar modal di Sumut merupakan salah satu yang terbesar di luar Pulau Jawa. Saat ini, tercatat sekitar 736.000 investor dengan nilai transaksi mencapai Rp 21,7 triliun.
Khoirul menyebut, pertumbuhan tersebut tidak hanya dari sisi pembukaan rekening. Aktivitas pengelolaan portofolio juga cukup tinggi.
Untuk pasar modal syariah, pertumbuhan investor secara nasional mencapai 142 persen. Sementara di Sumut, angkanya meningkat hingga 270 persen dalam lima tahun terakhir.
Pada kesempatan itu, Bobby juga menyoroti potensi besar industri halal di Indonesia, termasuk Sumut, yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Meski Indonesia menjadi negara dengan jumlah konsumen produk halal terbesar, mayoritas produk yang dikonsumsi masih berasal dari negara lain, seperti China dan Australia.
Baca juga: Pemprov Sumut Akan Gratiskan SMA-SMK Mulai 2026
" Produk halal ang dikonsumsi masyarakat Indonesia kebanyakan diproduksi bukan dari Indonesia," kata Bobby.
Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumut Effendy Pohan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemprov Sumut Dikky Anugerah, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Erwin Hotmansah Harahap.