Pemprov Sumut Raih Opini WTP 11 Kali, Gubernur Bobby Minta OPD Pertahankan Capaian

Kompas.com - 13/06/2025, 14:44 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menerima predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2024.

Predikat tersebut merupakan capaian ke-11 bagi Pemprov Sumut yang telah menerimanya secara berturut-turut setiap tahun sejak 2014.

Opini WTP diserahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut di Gedung Dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (12/6/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD yang sekaligus bertindak sebagai pimpinan sidang Sumut Erni Ariyanti, Wakil Ketua DPRD, para anggota dewan, Anggota IV BPK RI Haerul Saleh, dan Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Paula Henry Simatupang.

Sementara itu, Gubernur Bobby hadir dalam rapat didampingi oleh seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut.

Baca juga: Polemik Kepemilikan Pulau Antara Sumut dan Aceh, Gubernur Bobby Minta Dibahas Bersama Kemendagri

Saat menerima Opini WTP, Bobby menyampaikan apresiasi kepada BPK RI atas penilaian WTP terhadap LKPD Pemprov Sumut 2024.

Meski telah meraih penghargaan, ia mengingatkan para pimpinan OPD agar tetap mempertahankan capaian tersebut.

Selain itu, Bobby meminta para pimpinan OPD untuk meminimalkan catatan negatif dalam pengelolaan keuangan, baik laporan maupun pelaksanaan pembangunan.

"Izinkan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPK RI beserta seluruh tim pemeriksa yang telah banyak meluangkan waktu dalam membantu, memperbaiki, dan menyempurnakan laporan keuangan kami, sehingga Pemprov Sumut meraih opini terbaik 11 kali berturut-turut," ujarnya melalui siaran pers, Jumat (13/6/2025).

Baca juga: BPK Dapati 153 Temuan pada LHP 2024 Pemprov Riau, Gubernur Abdul Wahid: Kami Tuntaskan dalam 2 Bulan

Bukan bebas korupsi

Bobby menyebut masih terdapat catatan penting dalam perolehan Opini WTP BPK RI.

Ia menegaskan, capaian tersebut bukan sebuah jaminan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah daerah bersih dari praktik korupsi.

Oleh karena itu, Bobby menekankan kepada para pimpinan OPD bahwa peran penting pembangunan adalah untuk menyejahterakan masyarakat.

"Saya juga mengingatkan diri sendiri dan untuk kami semua yang ada di sini, khususnya para pimpinan OPD agar menjadikan diri kami insan yang jauh dari korupsi. Pribadi yang benar-benar mengelola keuangan untuk kesejahteraan masyarakat," tegas Bobby.

Bobby juga menaruh harap pada DPRD Sumut selaku lembaga legislatif, agar bisa terus melakukan fungsi pengawasan, sehingga pembangunan untuk menyejahterakan rakyat dapat benar-benar terwujud. 

Baca juga: Adu Bukti Gubernur Aceh dan Mendagri soal 4 Pulau Masuk Sumut

Selain itu, Bobby berharap capaian Opini WTP yang ke-11 dapat menjadi penyemangat bagi Pemprov Sumut untuk terus memperkuat tradisi dan budaya kerja jajarannya.

"Kami minta kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sumut, kalau ada anggaran aneh di OPD, silakan dikoreksi supaya kejadian-kejadian negatif atau belanja yang tidak efektif tak terulang lagi," katanya.

Bobby menegaskan, masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam pengelolaan keuangan Pemprov Sumut ke depan.

Untuk itu, ia meminta bimbingan dari BPK serta pengawasan ketat dari DPRD Sumut.

Sementara itu, anggota IV BPK RI Haerul Saleh mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan proses pemeriksaan atas LKPD Pemprov Sumut 2024.

Baca juga: Penjelasan Pemprov Sumut soal Sewa Pesawat Garuda untuk Pindahkan Napi ke Nusakambangan

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan standar yang menjamin setiap tahapan dilaksanakan dengan metodologi yang tepat, akurat, dan andal.

Dengan pendekatan tersebut, hasil pemeriksaan keuangan diharapkan mampu memberikan gambaran yang objektif dan menyeluruh terhadap kondisi entitas yang diperiksa.

"Penilaian laporan keuangan mencakup empat aspek. Pertama, kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah. Kedua, sistem pengendalian internal. Ketiga, kepatuhan. Terakhir, kecukupan pengungkapan," jelas Haerul.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perolehan Opini WTP bukan berarti tidak ada korupsi karena yang dinilai oleh BPK adalah laporan keuangan yang hanya berdasarkan sampel, mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya.

Baca juga: Batang Raih Opini WTP 9 Tahun Beruntun, Bupati Faiz: Ini Tanggung Jawab Berkelanjutan

Terkini Lainnya
Gubernur Bobby Nasution Tetapkan UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen

Gubernur Bobby Nasution Tetapkan UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen

Sumut Berkah
Gubsu Bobby Sidak Pasar, Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru

Gubsu Bobby Sidak Pasar, Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru

Sumut Berkah
Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Deli Serdang Jadi Motivator Tes IVA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Deli Serdang Jadi Motivator Tes IVA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Sumut Berkah
HUT Ke-54 Korpri, Bobby Nasution Salurkan Rp 2 Miliar Bantuan ASN untuk Korban Bencana di Sumut

HUT Ke-54 Korpri, Bobby Nasution Salurkan Rp 2 Miliar Bantuan ASN untuk Korban Bencana di Sumut

Sumut Berkah
Gubernur Bobby Siapkan Lahan untuk 1.000 Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor di Sumut

Gubernur Bobby Siapkan Lahan untuk 1.000 Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor di Sumut

Sumut Berkah
Gubsu Bobby Terima Bantuan Logistik Kementan–Bapanas, 25 Truk Siap Distribusi

Gubsu Bobby Terima Bantuan Logistik Kementan–Bapanas, 25 Truk Siap Distribusi

Sumut Berkah
Gubsu Bobby Nilai Bantuan Pusat ke Sumut Setara Penanganan Bencana Nasional

Gubsu Bobby Nilai Bantuan Pusat ke Sumut Setara Penanganan Bencana Nasional

Sumut Berkah
Pantau Pemulihan Bencana di Sumut, Prabowo Bersama Bobby Nasution Tinjau Lokasi Pengungsian di Langkat

Pantau Pemulihan Bencana di Sumut, Prabowo Bersama Bobby Nasution Tinjau Lokasi Pengungsian di Langkat

Sumut Berkah
Bantah Pemangkasan Anggaran Bencana di Sumut, Bobby Nasution: Silahkan Lihat R-APBD 2025

Bantah Pemangkasan Anggaran Bencana di Sumut, Bobby Nasution: Silahkan Lihat R-APBD 2025

Sumut Berkah
Tinjau Banjir di Tanjung Pura, Gubernur Bobby Instruksikan Percepatan Perbaikan Tanggul

Tinjau Banjir di Tanjung Pura, Gubernur Bobby Instruksikan Percepatan Perbaikan Tanggul

Sumut Berkah
Pemprov Sumut Terima Bantuan 600 Ton Beras, Mentan Amran Pastikan Stok Aman

Pemprov Sumut Terima Bantuan 600 Ton Beras, Mentan Amran Pastikan Stok Aman

Sumut Berkah
Bobby Nasution Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng

Bobby Nasution Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng

Sumut Berkah
Akses Darat Terputus Total, Gubernur Bobby

Akses Darat Terputus Total, Gubernur Bobby "Terbang" Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Tapteng dan Sibolga

Sumut Berkah
Gerak Cepat Atasi Bencana di Sumut, Bobby Nasution Fokus Evakuasi dan Buka Jalur Logistik

Gerak Cepat Atasi Bencana di Sumut, Bobby Nasution Fokus Evakuasi dan Buka Jalur Logistik

Sumut Berkah
Bobby Nasution Dorong ASN Pemprov Sumut Jadi Investor Pasar Modal

Bobby Nasution Dorong ASN Pemprov Sumut Jadi Investor Pasar Modal

Sumut Berkah
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com