Pj Gubernur Fatoni Optimis Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 Mampu Percepat Pembangunan Sumut

Kompas.com - 19/07/2024, 10:10 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni menyatakan optimisme terhadap dampak positif Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 dalam percepatan pembangunan di Sumut.

Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas peluncuran peta geospasial canggih tersebut.

Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 mengintegrasikan berbagai informasi geospasial tematik, seperti kawasan hutan, kepemilikan tanah, hak guna usaha (HGU), dan data lainnya.

“Keberadaan peta ini sangat berguna bagi Sumut dalam merencanakan pembangunan, menyelesaikan tumpang tindih lahan, mengatasi sengketa lahan, serta merumuskan kebijakan," kata Fatoni dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/7/2024).

Baca juga: Geoportal Spasial Semakin Dibutuhkan di Daerah

Pernyataan tersebut disampaikan Fatoni setelah menghadiri peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 di Hotel St. Regis, Jakarta, Kamis (18/7/2024).

Sebelumnya, Indonesia memiliki sekitar 85 peta tematik dari berbagai kementerian dan lembaga yang telah disatukan menjadi satu pada 2018 atas keputusan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Fatoni berharap pemanfaatan peta tersebut dapat mendukung pengembangan ekonomi, mempermudah investasi, meningkatkan sumber daya manusia (SDM), serta memfasilitasi pembangunan kawasan.

Ia menegaskan pentingnya agar informasi pada Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong investasi dan mengoptimalkan potensi industri serta sumber daya alam (SDA) di Sumut.

"Semua bisa melihat informasi pada peta ini, sehingga akan mempermudah investor berinvestasi. Kami harus bisa memanfaatkan hal itu. Apalagi, Sumut punya potensi industri serta sumber daya alam (SDA) yang besar," ucap Fatoni.

Peta tematik tingkatkan efisiensi pemanfaatan ruang

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto, berharap peta tematik dari kebijakan Satu Peta akan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan ruang, sehingga proses pembangunan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

"One map policy sangat strategis dan akan menciptakan efisiensi serta mencegah tumpang tindih dalam pemanfaatan ruang," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa 151 peta tematik dari 23 kementerian atau lembaga telah disatukan yang terhitung hingga Juli 2024.

Baca juga: Peta Tematik: Pengertian, Jenis, dan Kegunaannya

Ia mengungkapkan bahwa proses penyatuan seluruh peta tematik Indonesia masih terus berlanjut ke depannya.

Menurut Airlangga, kebijakan Satu Peta telah berhasil menyelesaikan sekitar 19,97 persen masalah tumpang tindih lahan dan telah meningkatkan tata kelola data spasial serta perizinan.

"Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2025 adalah pertumbuhan ekonomi 6-7 persen dengan nilai investasi pada 2025 sekitar Rp 1.900 triliun. Ini adalah target yang ambisius, dan untuk mencapainya, kebijakan Satu Peta menjadi sangat penting," katanya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut, juga hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dan menteri kabinet Indonesia Maju lainnya.  Hadir pula seluruh gubernur, wali kota, dan lembaga terkait lainnya.

Terkini Lainnya
Gubernur Bobby Nasution Tetapkan UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen

Gubernur Bobby Nasution Tetapkan UMP Sumut 2026 Naik 7,9 Persen

Sumut Berkah
Gubsu Bobby Sidak Pasar, Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru

Gubsu Bobby Sidak Pasar, Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru

Sumut Berkah
Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Deli Serdang Jadi Motivator Tes IVA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Deli Serdang Jadi Motivator Tes IVA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Sumut Berkah
HUT Ke-54 Korpri, Bobby Nasution Salurkan Rp 2 Miliar Bantuan ASN untuk Korban Bencana di Sumut

HUT Ke-54 Korpri, Bobby Nasution Salurkan Rp 2 Miliar Bantuan ASN untuk Korban Bencana di Sumut

Sumut Berkah
Gubernur Bobby Siapkan Lahan untuk 1.000 Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor di Sumut

Gubernur Bobby Siapkan Lahan untuk 1.000 Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor di Sumut

Sumut Berkah
Gubsu Bobby Terima Bantuan Logistik Kementan–Bapanas, 25 Truk Siap Distribusi

Gubsu Bobby Terima Bantuan Logistik Kementan–Bapanas, 25 Truk Siap Distribusi

Sumut Berkah
Gubsu Bobby Nilai Bantuan Pusat ke Sumut Setara Penanganan Bencana Nasional

Gubsu Bobby Nilai Bantuan Pusat ke Sumut Setara Penanganan Bencana Nasional

Sumut Berkah
Pantau Pemulihan Bencana di Sumut, Prabowo Bersama Bobby Nasution Tinjau Lokasi Pengungsian di Langkat

Pantau Pemulihan Bencana di Sumut, Prabowo Bersama Bobby Nasution Tinjau Lokasi Pengungsian di Langkat

Sumut Berkah
Bantah Pemangkasan Anggaran Bencana di Sumut, Bobby Nasution: Silahkan Lihat R-APBD 2025

Bantah Pemangkasan Anggaran Bencana di Sumut, Bobby Nasution: Silahkan Lihat R-APBD 2025

Sumut Berkah
Tinjau Banjir di Tanjung Pura, Gubernur Bobby Instruksikan Percepatan Perbaikan Tanggul

Tinjau Banjir di Tanjung Pura, Gubernur Bobby Instruksikan Percepatan Perbaikan Tanggul

Sumut Berkah
Pemprov Sumut Terima Bantuan 600 Ton Beras, Mentan Amran Pastikan Stok Aman

Pemprov Sumut Terima Bantuan 600 Ton Beras, Mentan Amran Pastikan Stok Aman

Sumut Berkah
Bobby Nasution Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng

Bobby Nasution Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng

Sumut Berkah
Akses Darat Terputus Total, Gubernur Bobby

Akses Darat Terputus Total, Gubernur Bobby "Terbang" Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Tapteng dan Sibolga

Sumut Berkah
Gerak Cepat Atasi Bencana di Sumut, Bobby Nasution Fokus Evakuasi dan Buka Jalur Logistik

Gerak Cepat Atasi Bencana di Sumut, Bobby Nasution Fokus Evakuasi dan Buka Jalur Logistik

Sumut Berkah
Bobby Nasution Dorong ASN Pemprov Sumut Jadi Investor Pasar Modal

Bobby Nasution Dorong ASN Pemprov Sumut Jadi Investor Pasar Modal

Sumut Berkah
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com