Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Kompas.com - 06/03/2026, 15:17 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kota Semarang terpilih menjadi tuan rumah pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah (Jateng) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Jumat (6/3/2026).

Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret Pemprov Jateng untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok penting dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi.

Komoditas yang disalurkan dalam GPM serentak itu meliputi beras seberat 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram (kg), minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kg, dan bawang putih 3.400 kg.

Baca juga: Lewat GPM, Ahmad Luthfi Tekan Harga Bahan Pokok di Jateng

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Dyah Lukisari menyampaikan bahwa selama Januari hingga awal Maret 2026, GPM di Jateng telah digelar sebanyak 333 kali. Capaian ini melampaui target awal triwulan pertama sebesar 308 kali.

"Sejauh ini, GPM yang dilakukan di Provinsi Jateng sudah bagus. Ini semua berkat dukungan Pak Gubernur, Bank Indonesia Perwakilan Jateng, dan Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Jateng," kata Dyah.

Kegiatan GPM serentak se-Jateng dibuka secara langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan diikuti secara daring oleh 31 kabupaten/kota se-Jateng.

Sementara itu, empat daerah lainnya, yakni Kabupaten Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal sudah lebih dulu menggelar GPM pada Kamis (5/3/2026).

Baca juga: GPM Digelar 7.033 Kali di 2025, Bapanas Klaim Efektif Jaga Harga Pangan

Pada kesempatan tersebut, Luthfi mengapresiasi GPM yang dilakukan di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng.

"Ini menjadi model bagi kita agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat Jateng,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjut Luthfi, harga bahan pokok penting di Jateng relatif stabil. Lonjakan harga hanya terjadi pada komoditas cabai dengan rata-rata harga konsumen sekitar Rp 81.000 per kg atau lebih tinggi 42,2 persen dari harga acuan pemerintah (HAP) sebesar Rp 57.000 per kg.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Naik, Gen Z di Bangkalan Beli Bawang di E-Commerce: Banyak Diskon

Kehadiran GPM mendapat respons positif salah satu warga Semarang Barat Eni. Ia mengaku senang karena bisa berbelanja dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar.

"Belanja sayur, minyak, sama beras. Harganya miring. Minyakita biasanya Rp 19.000 sampai Rp 20.000, di sini dapat Rp 15.500. Beras biasanya yang premium Rp 16.000 per kg, di sini Rp 62.500 per lima kg," ungkap Eni.

Hal tersebut membuktikan bahwa manfaat kegiatan GPM yang digelar Pemprov Jateng dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 85.000, Pemprov Jateng Guyur 3 Ton Subsidi

Terkini Lainnya
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Semarang
Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Semarang
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Semarang
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com