Dukung Pelestarian Budaya, Agustina Wilujeng Ikut Pentas Wayang Orang di Semarang

Kompas.com - 15/09/2025, 10:11 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turut ambil bagian dalam pagelaran “ Wayang Orang on The Street” yang digelar di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (14/11/2025) malam.

Dalam pertunjukan yang menampilkan lakon “Sang Pinilih” itu, Agustina berperan sebagai Sang Hyang Wenang bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pagelaran ini bekerja sama dengan Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandowo dan menjadi bagian dari rangkaian Festival Kota Lama.

Lakon “Sang Pinilih” mengisahkan sosok prajurit putri Srikandi yang gagah berani menghadapi pasukan Kurawa. Dalam perang besar Kurusetra, Srikandi berhasil mengalahkan Bisma dengan panah saktinya.

Agustina mengakui sempat merasa grogi karena tidak terbiasa menggunakan bahasa Jawa halus yang menjadi pakem pewayangan. Namun, berkat dukungan para pemain dan suasana interaktif dengan penonton, ia bisa menikmati peran tersebut.

“Yang membuat suasana cair karena kami diizinkan berinteraksi dengan penonton dan boleh memakai bahasa Indonesia,” kata Agustina.

Baca juga: Lukisan Kaca dan Pesan Moral dari Sang Veteran bagi Generasi Muda RI

Ia berharap pementasan ini dapat menyampaikan pesan moral yang terkandung dalam cerita pewayangan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap wayang orang.

Menurut Agustina, “Wayang Orang on The Street” bisa menjadi momentum kebangkitan seni wayang di Semarang.

Pemerintah kota, lanjut dia, akan terus mendukung eksistensi Ngesti Pandowo maupun sanggar-sanggar wayang lainnya.

“Pemerintah Kota Semarang akan mendukung agar wayang orang bisa bangkit kembali. Salah satunya, para pemain berkomitmen untuk lebih sering tampil di berbagai titik kota,” ujar Agustina.

Ia mencontohkan pertunjukan seni budaya di Bali yang mudah dijumpai wisatawan.

Agustina ingin wayang orang di Semarang juga tampil lebih rutin dengan berbagai lakon menarik. Bahkan, pada 2026, pemerintah kota berencana memberikan bantuan berupa perangkat pakaian atau kostum wayang kepada seluruh sanggar wayang di Semarang.

Baca juga: Wayang Jogja Night Carnival 2025 Dibatalkan Imbas Efisiensi, Pemkot: Agar Tak Memancing Kecemburuan

Sarana pelestarian nilai luhur budaya bangsa

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin menegaskan, wayang orang bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga sarana pelestarian nilai luhur bangsa.

“Pagelaran ini adalah upaya menanamkan nilai moral kepada tiap generasi. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya ‘Wayang Orang on The Street’,” ujar Iswar.

Selain pemerintah daerah, acara itu juga dihadiri anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena.

Sebelum pertunjukan dimulai, ia membacakan puisi berjudul “Puisi Pembuka” lalu menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” bersama sejumlah guru besar dan menutup dengan “Bersuka Ria” karya Bung Karno.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com