Denok dan Kenang Semarang 2025 Sudah Dinobatkan, Agustina Minta Mereka Jadi Duta Pembangunan

Kompas.com - 26/05/2025, 21:11 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com – Sevaldo Bargi Putra dan Mutia Dewi Larasati resmi dinobatkan sebagai Denok dan Kenang Kota Semarang 2025. Keduanya terpilih dalam ajang Grand Final Pemilihan Denok Kenang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/5/2025).

Keduanya tampil memukau dan berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan pemahaman budaya, kemampuan public speaking dan wawasan pariwisata. Kemenangan mereka menjadi simbol kebanggaan sekaligus harapan baru bagi generasi muda Kota Semarang.

Pasangan ini berhasil menyingkirkan lebih dari 300 peserta lainnya melalui rangkaian seleksi yang ketat, mulai dari pendaftaran online, tahap audisi, pembekalan, hingga masa karantina intensif.

Kompetisi berlangsung sangat kompetitif. Hal ini terlihat dari nilai akhir antar finalis yang sangat tipis sehingga mencerminkan kualitas luar biasa dari seluruh peserta.

Kemeriahan malam Grand Final semakin lengkap dengan kehadiran Agustina, Wali Kota Semarang, dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

Baca juga: Targetkan Bangun 177 Koperasi Merah Putih, Agustina: Harus Dirancang sesuai Kebutuhan Riil Warga Semarang

Dalam sambutannya, Agustina mengapresiasi seluruh peserta dan menegaskan pentingnya peran Denok dan Kenang sebagai duta kota yang aktif, bukan hanya dalam bidang pariwisata, tetapi juga dalam pembangunan daerah secara menyeluruh.

“Denok dan Kenang bukan hanya ikon pariwisata semata, tetapi juga duta generasi muda yang potensial," kata Agustina melalui siaran persnya, Senin (26/5/2025).

"Saya berharap mereka dapat diberdayakan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk bersama-sama mempromosikan serta membangun Kota Semarang agar semakin maju, inklusif, dan berdaya saing,” tutur Agustina.

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berharap peran Denok Kenang semakin strategis guna memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan potensi kota kepada masyarakat luas.

Tidak hanya sebagai wajah pariwisata, Denok dan Kenang juga diharapkan mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk ikut berkontribusi bagi kemajuan kota.

Baca juga: Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Nanjing, Pemkot Semarang Buka Peluang Pertukaran Pelajar

Ajang Pemilihan Denok Kenang ini bukan sekadar kontes penampilan, melainkan juga ruang pembinaan karakter dan edukasi budaya.

Melalui program ini, Pemkot Semarang terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan kota, menciptakan pemimpin masa depan yang berakar pada budaya lokal dan siap bersaing secara global.

Adapun daftar lengkap para pemenang Denok Kenang Semarang 2025 adalah sebagai berikut:

  • Juara 1: Kenang Sevaldo Bargi Putra dan Denok Mutia Dewi Larasati
  • Juara 2: Kenang Ijlal Ibraazy dan Denok Adelyna Riswaraya
  • Juara 3: Kenang Ukima Nusuki dan Denok Umi Masviroh
  • Harapan 1: Kenang Fadhlurrohman Fakhri Wibowo dan Denok Elmina Bunga Ayeza
  • Harapan 2: Kenang Galih Panca Utama dan Denok Kartika Lusri Permatasari
  • Harapan 3: Kenang Muhammad Rafa Al Abrar dan Denok Holly Anugerah Patricia S

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com