Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Kompas.com - 01/11/2025, 19:18 WIB
Tsabita Naja,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengendalikan banjir, salah satunya melalui pembangunan sodetan baru yang menghubungkan Jalan Kaligawe dengan kolam retensi di belakang kawasan Universitas Islam Sultan Agung ( Unissula).

Pembangunan sodetan tersebut dapat terlaksana berkat hibah sebagian tanah dari Unissula kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA).

Lewat hibah ini, Unissula dan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) mengizinkan sebagian tanahnya digunakan untuk membuat sodetan sepanjang 50 meter dengan lebar sekitar 4 meter.

Sodetan tersebut nantinya berfungsi mengalirkan air Sungai Sringin ke kolam retensi di area belakang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sultan Agung.

Baca juga: Tanggul Kali Sodetan Jebol, Permukiman Warga Kalibata Terendam 60 Cm

Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan banjir yang selama ini melanda kawasan Kaligawe.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menjelaskan bahwa Kaligawe menjadi salah satu titik genangan terparah di Kota Semarang, khususnya saat curah hujan tinggi dan air dari arah timur tertahan.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi Unissula yang telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan sodetan ini.

“Kami berterima kasih kepada Unissula dan YBWSA yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa dengan menghibahkan tanahnya untuk kepentingan publik. Ini bentuk nyata semangat gotong royong dalam penanggulangan banjir,” ucap Agustina.

Baca juga: Banjir Pesisir Semarang: Tantangan Tata Ruang dan Kekuatan Data Geospasial

Dengan adanya sodetan baru ini, diharapkan air dapat langsung dialirkan ke kolam retensi milik Unissula tanpa harus menunggu antrean air di jalur utama.

Selain mendapat dukungan dari Unissula dan YBWSA, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga menyambut baik kolaborasi lintas pihak.

Sinergi lainnya datang dari Kementerian PUPR yang berperan aktif membuat desain dan pengerjaan teknis.

“Saya sudah meninjau langsung lokasi sodetan ini bersama tim dari Dirjen SDA Kementerian PUPR. Sodetannya sudah terbentuk dengan baik, kedalamannya cukup, dan lebarnya memadai,” ujar Agustina.

Baca juga: Dirjen SDA Klaim Bendungan Ciawi, Sukamahi, dan Sodetan Ciliwung Sudah Berfungsi Tekan Banjir

Ia menegaskan bahwa jalur pembuangan air dari Kaligawe akan jauh lebih lancar jika nantinya sodetan tersebut telah tersambung 100 persen.

Ke depan, proyek sodetan ini diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem manajemen pengelolaan air terpadu di wilayah timur Kota Semarang untuk mengatasi banjir di jalur pantai utara (pantura) Kaligawe secara signifikan.

Terwujudnya pembangunan sodetan di kawasan Unissula ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi efektif antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Baca juga: Pemerintah Diminta Tuntaskan Sodetan Kali Bekasi untuk Tangani Banjir

Keberadaan kolam retensi 

Tak hanya hibah tanah, Agustina juga menyoroti inisiatif Unissula dalam menyediakan kolam retensi dan pompa air mandiri di lingkungan kampusnya.

Upaya tersebut menunjukkan komitmen Unissula terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota terhadap bencana.

“Unissula sudah punya kolam retensi yang besar dan berfungsi baik. Bahkan, mereka juga menyiapkan pompa sendiri untuk membantu kawasan sekitarnya. Ini contoh baik yang patut ditiru,” tegas Agustina.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemkot Semarang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dirjen PSDA berkomitmen untuk terus mengonsolidasikan sistem pengaturan pembuangan air di kawasan Kaligawe dan sekitarnya.

Baca juga: Antisipasi Banjir, KAI Tinggikan Rel di Kaligawe Hingga 30 Cm

Setelah penanganan banjir ini, Pemkot Semarang berencana membuat induk pengelolaan air terpadu agar setiap kawasan memiliki sistem pembuangan dan retensi air yang saling terhubung dan terkendali.

“Setelah banjir ini selesai, kami akan duduk bersama dengan pihak Kementerian PUPR, Dirjen SDA, dan semua stakeholder terkait untuk membangun manajemen pengelolaan air yang lebih baik. Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga upaya menjaga keberlanjutan kota,” kata Agustina.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com