Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Kompas.com - 31/10/2025, 20:57 WIB
Tsabita Naja,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat mendirikan posko dapur umum di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gayamsari, Pedurungan, dan Genuk.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya tanggap darurat Pemkot Semarang dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. 

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan bahwa dapur umum ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak banjir.

Dapur umum ini bertujuan memberikan makanan dan minuman kepada warga yang mengalami kesulitan akibat banjir. Kami berupaya memberikan bantuan terbaik agar masyarakat terdampak dapat bertahan dalam situasi ini,” ujarnya.

Baca juga: Banjir di Genuk, Pemkot Semarang Siapkan Pompa dan Dirikan Dapur Umum

Agustina menyampaikan, sejak didirikan pada Kamis (23/10/2025) hingga Jumat (31/10/2025), tercatat nilai bantuan logistik penanganan banjir di Kota Semarang mencapai Rp 900 juta dan telah melayani lebih dari 1.000 jiwa yang membutuhkan bantuan pangan.

Ia menekankan bahwa pelayanan dapur umum menjadi prioritas utama dan menjamin seluruh penyintas banjir mendapatkan makanan tanpa terkecuali.

“Tidak boleh ada warga yang tidak terjangkau atau tidak mendapat bantuan. Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan relawan terus bekerja untuk memastikan setiap warga mendapatkan makanan,” tegas Agustina.

Ia menuturkan, posko dapur umum menyuplai beragam jenis bantuan, mulai dari air mineral, sembako, sayur-mayur, tahu, tempe, makanan kaleng, hingga nasi bungkus.

Baca juga: Wali Kota Semarang Siagakan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Genuk

Selain itu, tersedia pula perlengkapan pendukung kebutuhan warga, seperti obat-obatan, kebutuhan bayi dan anak, kebutuhan perempuan dan lanjut usia (lansia), family kit, serta perlengkapan dasar lainnya.

Agustina menambahkan, proses distribusi dari dapur umum dilakukan secara langsung ke beberapa titik lokasi banjir untuk memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan.

Distribusi juga dilakukan melalui ketua rukun tetangga (RT) atau ketua rukun warga (RW) untuk menyalurkan makanan kepada warga di wilayah masing-masing.

"Para relawan dan ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) gotong royong memasak dan menyiapkan menu makanan. Semangat ini yang harus kita jaga," ucap Agustina.

Baca juga: Ibu-ibu PKK Bakal Dilibatkan dalam MBG di Solo, Wali Kota: Untuk Variasi Menu

Pelaksanaan aksi sosial ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Semarang yang berpartisipasi membantu pemenuhan makanan bagi korban banjir, serta didukung sejumlah perusahaan swasta hingga perhotelan melalui program corporate social responsibility (CSR).

"Saya tidak menyangka bantuan yang diberikan dari teman-teman dunia usaha ini banyak sekali. Kolaborasi yang tepat manfaat semacam ini bisa meringankan masyarakat," kata Agustina.

Sebagai informasi, posko dapur umum berada di sejumlah titik rawan banjir yang tersebar di Kecamatan Gayamsari (Kelurahan Kaligawe, Tambakrejo, Sawah Besar, Siwalan), Kecamatan Pedurungan (Kelurahan Tlogosari Kulon, Muktiharjo Kidul), serta Kecamatan Genuk (Kelurahan Terboyo Wetan, Trimulyo, Gebangsari, Genuk Sari).

Pembukaan dapur umum ini menegaskan komitmen Pemkot Semarang dalam menghadapi musibah banjir serta memastikan keselamatan dan kenyamanan warga di masa tanggap darurat.

Baca juga: Banjir Semarang Tak Kunjung Surut, BPBD: Sampai Hari Ini Masih Modifikasi Cuaca

Agustina menyatakan, pelayanan dapur umum akan terus berjalan selama banjir belum surut dan kemungkinan akan diperluas untuk menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak.

Ia mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk segera melapor ke posko atau petugas terkait di lokasi masing-masing. 

“Kami terus memantau situasi di lapangan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan agar penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran. Saya minta masyarakat tetap jaga kondisi, tetap semangat, dan meski sulit, tetapi tetap harus bahagia,” ucap Agustina.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com