10.000 Jemaat Ikuti Karnaval Paskah 2025, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

Kompas.com - 22/05/2025, 18:18 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

Baca juga: Jembatan Desa Binturu Kabupaten Luwu Ambrol, Warga Dialihkan ke Jalur Alternatif

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah bersiap menyambut Karnaval Paskah 2025 yang akan digelar Jumat (23/5/2025).

Perayaan akbar ini akan melibatkan lebih dari 10.000 jemaat gereja dan komunitas lintas agama, menjadikannya salah satu perayaan Paskah terbesar di kota tersebut.

Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas secara menyeluruh, khususnya di sepanjang rute karnaval yang dimulai dari Gereja Blenduk hingga Balai Kota Semarang.

“Rencana pengalihan arus di kawasan Jalan Pemuda akan diberlakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kami imbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan dan menggunakan jalur alternatif,” ujar Plt Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan.

Baca juga: Jembatan Desa Binturu Kabupaten Luwu Ambrol, Warga Dialihkan ke Jalur Alternatif

Beberapa ruas jalan utama akan ditutup penuh, termasuk Jalan Pemuda dari Paragon hingga Lawang Sewu. 

Selain itu, pengalihan arus juga akan dilakukan di simpang-simpang strategis seperti Imam Bonjol, Kolonel Sugiono, Agus Salim, Gajahmada, Letjen Suprapto, Sendowo, dan Jalan Ki Nartosabdo.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Dishub Kota Semarang telah menyiapkan lima titik parkir alternatif, antara lain di Gedung Parkir Balai Kota, DP Mall, Udinus, SMA Negeri 3, dan Museum Mandala Bhakti.

"Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat menyaksikan gelaran karnaval religius ini dengan nyaman,” pungkas Danang.

Baca juga: Karnaval Paskah, Jalan Pemuda Semarang akan Ditutup Besok, Ini Jadwalnya

Rangkaian Perayaan Paskah Kota Semarang

Karnaval Paskah 2025 merupakan bagian dari rangkaian Perayaan Paskah Kota Semarang dengan tema “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Bagi Semua”. 

Pemkot Semarang telah menyiapkan berbagai rangkaian acara untuk membangkitkan semangat kebersamaan serta memperkuat nilai spiritual perayaan Paskah.

Perayaan Paskah akan dimeriahkan oleh barisan karnaval yang terdiri dari pasukan berkuda Polrestabes Semarang, marching band SMP Domenico Savio, pelajar pembawa bendera Merah Putih, dan komunitas disabilitas dan lintas agama.

Selain itu, ada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), jemaat Gereja Katolik dan Kristen Protestan, pelajar SMP dan SMA, hingga mobil-mobil hias yang turut menyemarakkan suasana.

Baca juga: Soal Pungutan di Jalan untuk Rumah Ibadah, Farhan: Kita Mesti Belajar ke Gereja Protestan

Panitia juga menyiapkan lima titik panggung hiburan dan pelayanan sosial, seperti potong rambut dan pijat gratis untuk masyarakat umum, yang tersebar di trotoar depan Balai Kota. 

Sebagai penutup acara, para tamu undangan dan peserta akan berkumpul di halaman Balai Kota Semarang untuk mengikuti sesi pujian dan penyembahan Paskah bersama.

“Kami mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Pemkot Semarang serta seluruh masyarakat Kota Semarang yang telah memberikan ruang dan dukungan bagi umat Kristiani untuk merayakan Paskah secara terbuka,” ujar Ketua Panitia Paskah Kota Semarang 2025, Romo Eduardus Didik Chahyono SJ.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat merayakan Paskah dengan penuh makna dan kebersamaan, serta menjadikan kasih dan pengorbanan Kristus sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com