HUT Kota Semarang, Ada 4.478 Porsi Soto Gratis dan Parade Kostum Unik

Kompas.com - 05/05/2025, 10:36 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Meriah dan memukau. Dia lata ini pas untuk untuk menggambarkan kemeriahan Semarang Night Carnival (SNC) dan Soto Vaganza yang memadukan atraksi spektakuler dengan cita rasa kuliner yang khas dari Kota Semarang.

Tak heran, ribuan warga rela berdesak-desakan demi menyemarakkan dua acara yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-478 Kota Semarang (HJKS) itu pada Minggu (4/5/2025).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, kedua acara itu direncanakan akan menjadi agenda tahunan untuk memperkenalkan makanan khas Kota Semarang.

“Antusiasme warga sangat tinggi dan ini bisa jadi event tahunan, karena banyak wisatawan yang ke Semarang pasti makan soto," ujarnya dalam siaran pers.

Dia menjelaskan, soto khas Semarang berbeda dengan soto Kudus, soto Seger Boyolali, ataupun Soto Banjar. 

Soto Semarang memiliki keunikan dengan kuah yang lebih bening, lengkap dengan lauk tempe goreng dan perkedel, sate ayam, dan sate kerang.

Baca juga: HUT Ke-478 Kota Semarang, Walkot Agustina Ajak Warga Ambil Peran dalam Pembangunan

"Ini event non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), murni gerakan dari lima penjual soto legendaris di Semarang yang ketemu saya dan niat membuat acara Soto Vaganza, untuk memperkenalkan soto khas Semarang," tuturnya.

Terkait wacana untuk mengusulkan soto khas Semarang menjadi warisan budaya tak benda ke pemerintah pusat, Agustina menilai rencana itu patut didukung.

"Kalau memang diniatkan sangat bagus, tetapi harus ada master atau ahlinya. Harus disiapkan narasinya seperti apa, kapan soto iki mulai ada. Yang jelas, soto Semarang ini enak, sedap dan enak sekali," ujarnya.

Soto Vaganza

Ribuan warga menghadiri acara Soto Vaganza dalam rangkaian acara Hari Jadi ke-478 Kota Semarang (HJKS) pada Minggu (4/5/2025).
DOK. Humas Pemkot Semarang Ribuan warga menghadiri acara Soto Vaganza dalam rangkaian acara Hari Jadi ke-478 Kota Semarang (HJKS) pada Minggu (4/5/2025).

Dalam acara Soto Vaganza, panitia menyediakan 4.478 porsi soto gratis lengkap dengan lauk pendamping, seperti tempe, sate kerang, hingga perkedel. 

Lima soto legendaris khas Semarang yang berpartisipasi, antara lain Soto Bangkong, Soto Mas Boed, Soto Neon, Soto Pak Darno, Soto Pak Ra'an, serta 46 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) soto di Ibu Kota Jawa Tengah.

Baca juga: Meriahnya Perayaan HUT Semarang ke-478, Warga Serbu 4.478 Mangkok Soto Gratis

Yuni Nur Azizah, misalnya, rela berdesakan demi mendapatkan semangkok soto. Usahanya tidak sia-sia, setelah antre sekitar 30 menit, ia bisa menikmati soto lengkap dengan sate ayam dan kerang, tempe serta perkedel.

"Antrenya panjang banget. Alhamdulillah tadi dapat. Seneng sih dan sotonya enak," katanya.

Yuni mengaku rela datang dari Pringapus, Kabupaten Semarang, karena penasaran dengan acra Soto Vaganza dan SNC yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Apalagi, ada hiburan musik dengan bintang tamu Ndarboy Genk.

"Penasaran sih, ternyata asik dan rame juga," tandasnya.

Di sisi lain, pelaku usaha soto yang turut serta dalam gelaran tersebut mengaku senang. 

Pemilik dari generasi kedua Soto Bangkong, Anik Listiawati mengatakan, selain meramaikan Hari Jadi Kota Semarang, event Soto Vaganza juga digunakan untuk merangkul semua penjual soto di Semarang.

Baca juga: Soto Ayam Dargo Pak Wito, Cita Rasa Soto Khas Semarang

"Kami ingin merangkul sesama penjual soto karena tidak ada kelas dan semua penjual soto ini sama," ujarnya.

Total ada 100 porsi soto yang ia sediakan secara gratis, lengkap dengan sate ayam, kerang, tempe serta perkedel. 

"Kami jelas bangga karena bisa dipercaya mengisi," imbuhnya.

Semarang Night Carnival 

Sementara itu, gelaran SNC menampilkan lebih dari 150 peserta parade kostum unik dan ikonik. 

Parade dimulai dari Titik Nol Kilometer (depan Kantor Pos besar Johar) hingga Balai Kota Semarang. Ribuan masyarakat pun berderet di sepanjang rute pawai.

Pada tahun ke-13, SNC 2025 mengusung tema "Perisai Nusantara" yang menonjolkan karnaval kostum sekaligus mencerminkan budaya Indonesia.

Tema itu terwakili melalui empat subtema, yakni burung Cendrawasih, burung Merak, bunga Anggrek, dan Penjor.

Baca juga: Semarang Night Carnival 2025: Karnaval Malam Bertabur Kostum dan Tradisi Indonesia

Tema tersebut tidak sekadar memuat filosofi lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila maupun kebanggaan budaya Indonesia, melainkan juga refleksi dari Kota Semarang.

“Sebuah kota layaknya miniatur Indonesia yang terus bergerak, tempat kebudayaan dan peradaban tetap berjalan bersamaan," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Wing Wiyarso.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com