Pemkot Semarang Mulai Betonisasi Jalan Bergelombang di Shelter BRT Jalan Pemuda

Kompas.com - 06/03/2025, 16:42 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai memperbaiki jalan bergelombang di depan shelter BRT Jalan Pemuda sepanjang 40 x 3,5 meter.

Perbaikan tersebut merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat dan netizen di media sosial terkait kerusakan jalan di sejumlah ruas Kota Semarang.

Kepala DPU Kota Semarang Soewarto menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan dengan metode betonisasi untuk memastikan kekuatan dan daya tahan jalan.

"Hari ini, kami mulai pemotongan jalan sepanjang 40 meter x 3,5 meter dan menggantinya dengan beton. Waktu yang dibutuhkan sekitar 20 hari untuk memastikan umur dan kualitas umur beton sempurna," ujar Soewarto, Kamis (6/3).

Selain di shelter BRT Jalan Pemuda, DPU Kota Semarang juga akan melakukan survei dan pengecekan pada halte lain untuk menentukan jenis perbaikan yang dibutuhkan.

"Perbaikan akan disesuaikan dengan kondisi jalan, apakah perlu betonisasi atau cukup dengan penambalan," ucap Soewarto.

Baca juga: Solusi Atasi Gigi Berlubang, dari Penambalan hingga Perawatan Fluoride

Warga menyambut baik langkah tersebut dan berharap hasil perbaikan mampu meningkatkan kualitas jalan.

"Kami berharap jalan bisa berfungsi dan lebih efektif dengan jangka umur teknis yang cukup lama," ujar Hartono, salah satu warga Semarang.

Setelah ketersediaan material pada pertengahan Februari, DPU Kota Semarang telah siap melaksanakan sejumlah perbaikan.

Beberapa ruas jalan yang telah diperbaiki di antaranya jalan arteri Soekarno Hatta dan jalan berlubang di sekitar SMKN Grafika Banyumanik.

Koordinasi juga dilakukan dengan DPU Provinsi Jawa Tengah untuk memperbaiki ruas jalan depan ADA Majapahit hingga lampu lalu lintas Fatmawati yang menjadi kewenangan provinsi.

“DPU Kota Semarang berkomitmen terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang ada di ruas kota Semarang dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan,” imbuh Soewarto.

Baca juga: Imbauan bagi Pengguna Jalan Sekitar Monas Hari Ini, Simak Jalur Alternatifnya

Pastikan kelayakan dan keamanan infrastruktur

Menjelang mudik dan Hari Raya Idul Fitri akhir Maret mendatang, Soewarto mengatakan bahwa DPU Kota Semarang juga akan memastikan kelayakan dan keamanan infrastruktur jalan.

Perbaikan jalan dibagi berdasarkan kewenangan, yakni DPU dan Disperkim untuk pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

“Kami secara rutin melakukan penyisiran, pemantauan, dan perbaikan pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Semarang,” ucap Soewarto.

Sementara itu, lanjut dia, untuk jalan di luar kewenangan, koordinasi dilakukan dengan pihak provinsi maupun pusat agar perbaikan segera direalisasikan.

Baca juga: Tinjau Jembatan Kemang Pratama yang Ambles, AHY Minta Perbaikan Dimulai Sore Ini

Pemantauan ruas jalan melibatkan empat UPTD DPU Kota Semarang, yaitu UPTD 1 (Semarang Barat hingga Mijen), UPTD 2 (Semarang Tengah), UPTD 3 (Semarang Timur), dan UPTD 4 (Semarang Selatan hingga Gunung Pati).

“DPU Kota Semarang juga terbuka terhadap aduan masyarakat melalui kanal pengaduan resmi maupun media sosial,” ujar Soewarto.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com