Kota Semarang Hasilkan Listrik 18 MW dari Olah Sampah 1.200 Ton Per Hari

Kompas.com - 08/11/2024, 10:39 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Arwita Mawarti mengatakan, timbunan sampah di Kota Semarang saat ini sudah mencapai 1.200 ton per hari. 

Dari tumpukan sampah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mengolahnya menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. 

Arwita menyampaikan, kapasitas listrik yang dihasilkan dari pengolahan tersebut sebesar 15 hingga 18 megawatt (MW). 

Dia menjelaskan, investasi untuk kebutuhan pengolahan tersebut sekitar Rp 2,6 triliun. 

Kemudian, lahan yang dibutuhkan kurang lebih 11 hektar (ha) dengan biaya pengolahan sampah atau tipping fee kurang lebih Rp 230 miliar per tahun. 

Arwita mengatakan, skema pembiayaan direncanakan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan dukungan fiskal dari pemerintah pusat. 

Baca juga: Polder Tawang, Salah Satu Pengendali Banjir di Kota Semarang

Dukungan itu berupa viability gap fund yang diberikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI maksimum 49 persen kepada pemkot. 

Sementara itu, untuk status saat ini, Pemkot Semarang sedang menunggu project development facility (PDF) atau pendampingan dari Kemenkeu. 

“Kami berharap PDF ini bisa segera turun dari Kemenkeu,” ungkapnya di kantornya, Jalan Tapak Tugurejo Semarang, Selasa (5/11/2024). 

Dengan demikian, kata dia, pihaknya bisa segera me-review dokumen perencanaan yang sudah disusun atas bantuan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta memilih teknologi yang paling tepat.

Arwita menjelaskan, dari 1.000 ton sampai 1.200 ton sampah yang ada, akan diolah menggunakan teknologi proven atau visible yang mampu dengan cepat memakan sampah. 

“Kami belum tentukan teknologinya, ya. Apakah itu insinerator ataukah gasifikasi atau pirolisis maupun refuse derived fuel (RDF),” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (8/11/2024). 

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemkot Semarang Gelar Pameran Green Building dan Smart Farming

Dia menegaskan, dari beberapa teknologi yang ada, pihkanya akan memilih teknologi yang paling proven dan paling cepat memusnahkan sampah.

Selain itu, Arwita mengatakan, selain energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut, manfaat utama yang diperoleh masyarakat adalah persoalan sampah di Kota Semarang teratasi. 

Dari usaha tersebut, lingkungan akan menjadi lebih bersih, sehat, dan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca.

Sesuai perpres

Adapun proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Jatibarang Semarang sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 tahun 2018. 

Perpres tersebut mengatur tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. 

Baca juga: ASN Pemkot Semarang Diduga Tak Netral, Mbak Ita: Sekarang Harus Libur Medsos

Arwita mengatakan, Kota Semarang saat adalah satu di antara 12 kota yang ada di dalam Perpres 35/2018. 

Adapun 12 kota tersebut, yakni Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Manado. 

“Pemkot Semarang mendapatkan amanah untuk proyek strategis nasional, pengelolaan sampah sesuai dengan Perpres 35 tahun 2018,” ujarnya dalam siaran pers. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan, timbunan sampah di Kota Semarang sekarang sudah mencapai 1.200 ton per hari. 

Padahal, menurutnya, kondisi TPA Jatibarang sekarang sudah hampir overload karena timbunan sampah tersebut yang masuk ke TPA kurang lebih 900 ton per hari. 

Baca juga: Lindungi Lahan Pertanian dari Intrusi Air Laut, Pemkot Semarang Terapkan Inovasi Padi Biosalin

“Nah, untuk itu upaya-upaya percepatan harus segera dilakukan untuk mengolah sampah. Maka dengan Perpres 35/2018 itu kami akan mengolah sampah menjadi energi listrik atau waste to energy,” terangnya. 

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Cairkan Rp 25 Juta per RT untuk HUT RI ke-80

Pemkot Semarang Cairkan Rp 25 Juta per RT untuk HUT RI ke-80

Semarang
Lewat Pakta Integritas, Walkot Semarang Pastikan Pengadaan Barang dan Jasa Bebas Korupsi

Lewat Pakta Integritas, Walkot Semarang Pastikan Pengadaan Barang dan Jasa Bebas Korupsi

Semarang
Denok dan Kenang Semarang 2025 Sudah Dinobatkan, Agustina Minta Mereka Jadi Duta Pembangunan

Denok dan Kenang Semarang 2025 Sudah Dinobatkan, Agustina Minta Mereka Jadi Duta Pembangunan

Semarang
Targetkan Bangun 177 Koperasi Merah Putih, Agustina: Harus Dirancang sesuai Kebutuhan Riil Warga Semarang

Targetkan Bangun 177 Koperasi Merah Putih, Agustina: Harus Dirancang sesuai Kebutuhan Riil Warga Semarang

Semarang
Perkuat Kualitas Pendidikan PAUD, Wali kota Semarang Agustina Jalin MoU dengan Yayasan Kemala Bhayangkari

Perkuat Kualitas Pendidikan PAUD, Wali kota Semarang Agustina Jalin MoU dengan Yayasan Kemala Bhayangkari

Semarang
Karnaval Paskah 2025 Kota Semarang, Masyarakat Sambut dengan Damai dan Gembira

Karnaval Paskah 2025 Kota Semarang, Masyarakat Sambut dengan Damai dan Gembira

Semarang
Kabar Gembira, Pemkot Semarang Sediakan Layanan Cepat PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kabar Gembira, Pemkot Semarang Sediakan Layanan Cepat PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Semarang
10.000 Jemaat Ikuti Karnaval Paskah 2025, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

10.000 Jemaat Ikuti Karnaval Paskah 2025, Pemkot Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

Semarang
Sejumlah Titik di Kota Semarang Tergenang Air, Walkot Agustina Turun Langsung Periksa Keadaan

Sejumlah Titik di Kota Semarang Tergenang Air, Walkot Agustina Turun Langsung Periksa Keadaan

Semarang
Biayai BPJS Kesehatan 10 Ribu Warga Tak Mampu, Pemkot Semarang Tambah Anggaran UHC Rp 15 Miliar

Biayai BPJS Kesehatan 10 Ribu Warga Tak Mampu, Pemkot Semarang Tambah Anggaran UHC Rp 15 Miliar

Semarang
Agar Efisien dan Transparan, Pendaftaran SPMB TK hingga SMP Negeri Dibuka secara Online

Agar Efisien dan Transparan, Pendaftaran SPMB TK hingga SMP Negeri Dibuka secara Online

Semarang
Kota Semarang Bakal Gelar Karnaval Paskah 2025, Simbol Kerukunan Umat Beragama 

Kota Semarang Bakal Gelar Karnaval Paskah 2025, Simbol Kerukunan Umat Beragama 

Semarang
Walkot Agustina Ingin Kota Semarang Jadi Juara Umum Popda Jateng 2025

Walkot Agustina Ingin Kota Semarang Jadi Juara Umum Popda Jateng 2025

Semarang
Respons Keluhan Warga, Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Kontainer Truk Sampah

Respons Keluhan Warga, Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Kontainer Truk Sampah

Semarang
Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Nanjing, Pemkot Semarang Buka Peluang Pertukaran Pelajar

Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Nanjing, Pemkot Semarang Buka Peluang Pertukaran Pelajar

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke