Kembali Uji Coba Program Makan Siang Bergizi, Pemkot Semarang Libatkan Generasi Muda

Kompas.com - 18/10/2024, 21:39 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota ( Pemkot Semarang) bersama Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Semarang sukses menggelar acara memasak makanan bergizi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Kota Semarang, Jumat (18/10/2024). 

Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pihaknya telah melakukan empat kali uji coba program Makan Siang Bergizi bersama Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) beberapa waktu yang lalu. Kini, Pemkot Semarang melibatkan generasi muda dari Genre. 

“Yang kemarin hanya pembagian saja, kalau tadi anak-anak dapat masakan yang hangat (karena dimasak di tempat)," ungkapnya dalam siaran pers.

Walkot yang akrab disapa Mbak Ita tersebut menyatakan, pihaknya berencana mengadakan acara masak makan siang serupa di sekolah-sekolah lain. 

Menurutnya, hal itu juga bertujuan agar para siswa bisa belajar menyiapkan makanan bergizi.

Kegiatan yang digelar dalam peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut juga dimeriahkan Chef Regan Arrozaq Hamdani yang merupakan TOP 4 Junior Master Chef Indonesia.

Baca juga: Simulasi Makan Siang Bergizi Dilaksanakan, Pemkot Semarang Pastikan Gizinya Sesuai Kebutuhan

Mbak Ita menyebutkan, Duta Genre bersama Regan memasak untuk mencontohkan bahwa memasak atau menyiapkan makanan itu tidak susah.

“Mas Regan bisa menyiapkan dalam waktu singkat. Alhamdulillah anak-anak sangat antusias untuk makan bersama,” ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Semarang juga meluncurkan Inovasi Generasi Berencana Cerdas dan Sehat (GenDASHAT) yang bertujuan menekan tingkat stunting di masa depan. 

Adapun jumlah makan siang bergizi yang dibagikan pada acara tersebut sekitar 1.000 porsi dan masih berkolaborasi dengan PPJI. 

Mbak Ita berharap, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB), PPJI, Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan baku yang segar.

“Dengan bahan baku yang fresh diharapkan akan memberikan semangat anak-anak untuk makan siang yang kekinian, tetapi juga bergizi," katanya.

Baca juga: Pemkot Semarang Mulai Uji Coba Program Makanan Gratis di 24 Sekolah, sampai Kapan?

Lebih lanjut, Pemkot Semarang juga mempersiapkan langkah antisipatif guna mengatasi adanya food waste (sampah pangan) pada saat program makan siang bergizi dijalankan, salah satunya dengan budi daya maggot.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang untuk mengadakan pelatihan budi daya maggot.

"Kita akan memasifkan kegiatan budidaya maggotdi sekolah-sekolah untuk menampung sampah pangan yang muncul dari program makan siang bergizi. Tidak hanya di sekolah, mungkin kami masifkan di masyarakat juga," kata Bambang.

Selain mengurai sampah organik, maggothasil budi daya bermanfaat sebagai pakan ikan dan unggas yang bernilai ekonomi. 

Adapun budi daya maggottelah dilakukan di beberapa sekolah, antara lain SMPN 18 dan SMPN 22 Semarang.

Kepala SMPN 14 Semarang Didik Teguh mengatakan, anak-anak yang habis makan terkadang masih tersisa sehingga penanganan food waste perlu dicermati. 

Baca juga: Dukung Panen Padi Varietas Biosalin, Pemkot Semarang Pastikan Ketersediaan Alsintan dan Saluran Air

“Tadi didiskusikan bagaimana kalau dengan budi daya maggot mengingat SMP 14 memiliki tempat yang luas," jelasnya.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com