Simulasi Makan Siang Bergizi Dilaksanakan, Pemkot Semarang Pastikan Gizinya Sesuai Kebutuhan

Kompas.com - 07/10/2024, 21:37 WIB
Novyana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkolaborasi dengan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Semarang menyelenggarakan simulasi program makan siang bergizi untuk siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di 24 sekolah di Kota Semarang.

Simulasi akan berlangsung selama empat hari, yakni pada 7-10 Oktober 2024. Simulasi pertama dimulai di SD Negeri 02 Gisikdrono, Semarang Barat. 

Sebanyak 4.279 kotak nasi telah disiapkan PPJI untuk didistribusikan kepada siswa di 21 SD dan tiga SMP di Kota Semarang.

Wali kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita menekankan pentingnya menu makan siang yang tidak hanya gratis namun juga bergizi dan menarik selera anak-anak.

Baca juga: Debat Pilkada Jateng Digelar 3 Kali di Kota Semarang, Berikut Jadwalnya

“Karena makan siang bergizi ini akan berkelanjutan dan pastinya makan siang bergizi harus terpenuhi gizinya. Kita tahu anak-anak kalau makanannya tidak sesuai dengan selera mereka pasti tidak akan dimakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2024).

Tak lupa, Mbak Ita berterima kasih kepada PPJI yang telah menyediakan pilihan menu yang variatif dengan memperhatikan kebutuhan gizi para siswa.

“Makanan ini sudah disampling oleh Dinas Ketahanan Pangan. Alhamdulillah, semuanya steril dan aman semua,” lanjutnya.

Mbak Ita berharap, program ini akan mendorong perputaran ekonomi lokal, baik pengusaha katering, kelompok tani, peternak, dan pelaku budidaya ikan sebagai pemasok bahan baku.

“Harapan kami nantinya juga dari makan siang bergizi ini bisa melibatkan kelompok tani kemudian gabungan kelompok tani (gapoktan) atau pelaku peternak sapi, budi daya ikan atau sebagainya, akan menggerakkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: Viral, Video Sejumlah Pria Diduga Kreak Dihajar Warga Kota Semarang

Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0733 Kota Semarang Letnan Kolonel Korps Kavaleri (Letkol Kav) Indarto memuji langkah Mbak Ita dan jajarannya dalam mewujudkan program makan siang bergizi.

“Kita dukung, jadi nanti beliau (Mbak Ita) dengan kita berkolaborasi dan Pemkot Semarang nanti ada yang masak dan mengarahkan. Sambil berjalan semua akan kita libatkan,” ungkapnya.

Sedangkan, Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PPJI Kota Semarang Yanti M Sakoer menegaskan, komitmen PPJI untuk mendukung dan mensukseskan program makan siang bergizi.

“Ini sudah ada contoh nilai gizinya, bahannya apa saja, kemudian nilai gizi per porsi. Jadi, ini disusun tim ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Jadi semua ini sudah terpenuhi untuk anak SD,” katanya.

Perlu diketahui, pada simulasi pertama, sebanyak 550 siswa SD Negeri 02 Gisikdrono menerima makan siang bergizi secara gratis.

Baca juga: Ribuan Buruh di Kota Semarang Kena Badai PHK, Apa Solusinya?

Simulasi ini akan berlanjut di SMP Negeri 21 Semarang pada Selasa (8/10/2024) dengan 950 siswa yang akan menerima menu makan siang yang telah disusun oleh tim ahli gizi.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com