Baru Diresmikan, Taman Brilliant Park Jadi Ikon Baru di Kawasan Segitiga Emas Semarang

Kompas.com - 18/08/2024, 20:57 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan taman Brilliant Park di kawasan segitiga emas di Jalan Pandanaran Semarang, Sabtu (17/8/2024).

Taman Brilliant Park merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI. Taman ini dibangun melalui program corporate social responsibility (CSR) BRI senilai Rp 1,4 miliar.

Kehadiran Taman Brilliant Park diharapkan menjadi ikon baru di Jawa Tengah dengan simbol monumen berbentuk berlian di tengah taman. Taman ini juga memiliki air mancur menari.

"Taman Brilliant Park menjadi salah satu tambahan ikon Semarang berkat support CSR BRI," ujar Hevearita dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (18/8/2024).

Baca juga: Terima Bantuan Rp 3,1 Triliun, Pemkot Semarang Realisasikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita itu menuturkan, pembangunan taman tersebut merupakan bentuk kolaborasi Pemkot Semarang dengan stakeholder.

Menurutnya, pemkot tidak mampu membangun ruang terbuka hijau (RTH) sendiri karena anggarannya cukup besar. Sementara, Semarang membutuhkan banyak RTH.

"Alhamdulillah, Taman Brilliant Park menjadi salah satu ikon di Semarang berkat bantuan atau support dari BRI,” tuturnya.

Setelah taman dibangun, Pemkot Semarang memiliki pekerjaan untuk merawat taman. Terlebih, fasum Taman Brilliant Park sudah diserahkan ke pemkot. Dengan demikian, perawatan akan masuk di bagian pemkot melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Semarang.

"Taman itu dibangun bagus. Oleh karena itu, perawatan dari pemkot harus baik. Saya sudah minta tambahan. Bawahnya sudah bagus, atasnya seperti ini. Ini kan tinggalan Distaru pembangunan gedung DKK," kata Mbak Ita.

Baca juga: Beri Kemudahan Pedagang Urus NIB, Pemkot Semarang Luncurkan Program Bakul Segar

Mbak Ita berharap, BRI menyalurkan dana CSR untuk pembangunan RTH lain, seperti Taman Srigunting di Kota Lama Semarang. Pasalnya, taman ini menjadi ikon di Kota Lama dan dapat menarik wisatawan. Terlebih, Taman Brilliant Park merupakan taman pasif. Hal ini ini membuat wisatawan kesulitan jika ingin mengambil foto.

Selain itu, pembangunan Taman Srigunting juga penting karena merupakan satu bagian dari Kawasan Kota Lama. Hal ini dapat menarik banyak wisatawan untuk berfoto dan berkegiatan.

"Sekali lagi, matur nuwun atas dukungan BRI kepada Pemkot Semarang," tuturnya.

Sementara itu, Branch Office Head BRI Pandanaran, Tomi Irawan mengatakan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Kota Semarang dengan konsep go green.

Terlebih, BRI merupakan perusahaan yang sangat mendukung pelestarian lingkungan. Pihaknya mendukung program Pemkot Semarang, terutama untuk memperindah Semarang.

"Kami berkomitmen bersinergi dengan Pemkot Semarang. Kebetulan Wali Kota Semarang mengajak kami bersinergi dan berkolaborasi," ujar Tomi.

Perihal CSR untuk pembangunan RTH taman lainnya, Tomi mengaku akan melaporkan dan mengajukan ke pimpinan di wilayah.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com