Cicit Buyut WR Soepratman Hadiri Peringatan HUT Ke-79 RI di Semarang

Kompas.com - 18/08/2024, 10:37 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Semarang terasa spesial tahun ini.

Pasalnya, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengundang cicit buyut keluarga Wage Rudolf (WR) Soepratman, Antea Putri Turk, di Balai Kota Semarang, Sabtu (17/8/2024).

Dalam upacara tersebut, Antea Putri Turk hadir mengenakan kebaya merah dengan rambut bersanggul cantik. Ia membawakan lagu Indonesia Raya tiga Stanza dan Indonesia Tjantik pada 1924.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita merasa, kehadiran cicit buyut WR Supratman membuat perayaan HUT kemerdekaan di Semarang menjadi spesial. Ia mengaku takjub dengan suara Antea yang dikumandangkan dalam upacara tersebut.

Baca juga: Program Stroberi, Inisiatif Baru Pemkot Semarang untuk Perbaikan Gizi dan Pencegahan Obesitas

"Ananda Antea menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan tiga Stanza dan Indonesia Tjantik. Nyanyiannya diiringi paduan suara dari anak-anak muda dari Klenteng Tay Kak Sie yang menyanyikan lagu perjuangan," ujar Mbak Ita dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com , Minggu (18/8/2024).

Mbak Ita menilai, kehadiran Antea menjadi penyemangat muda-mudi dan masyarakat untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Ia mengajak masyarakat ikut memaknai kemerdekaan dengan berjuang demi pembangunan Indonesia dalam peringatan kemerdekaan, khususnya di Semarang.

“Dahulu, perjuangan dalam bentuk fisik. Saat ini, berjuang dilakukan dengan program yang dinamis, seperti pengendalian inflasi, ketahanan pangan, serta penurunan stunting," jelasnya.

Semarang, lanjut Mbak Ita, berhasil meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dengan baik di atas Jawa Tengah (Jateng).

Tak hanya itu, angka stunting dan kemiskinan di Semarang juga mengalami penurunan. Bahkan, kemiskinan ekstrem di Semarang sudah zero pada 2023. Hal ini dilakukan melalui berbagai inovasi, baik di bidang ketahanan pangan kemudian ekonomi.

Inovasi itu harus dinamis dan menyesuaikan dengan pemerintah pusat. Saat ini, transisi pemerintah yang baru juga memiliki program makan siang bergizi.

“Semarang juga melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi program nanti ke depan. Kami melakukan program 'STROBERI', yaitu program pemberdayaan urban farming dalam memenuhi makan siang bergizi dan mencegah obesitas,” kata Mbak Ita.

Baca juga: Terima Bantuan Rp 3,1 Triliun, Pemkot Semarang Realisasikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik

Mbak Ita melanjutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan melakukan MoU dengan PT KAI di bidang infrastruktur dalam waktu dekat. Saat ini, transportasi massal, seperti Autonomous Rail Rapid Transit (ART) sudah terdapat di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menginstruksikan berbagai wilayah menggunakan ART karena lebih murah ketimbang mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). ART dapat menjadi solusi terkait transportasi massal di Semarang.

Terkait pengelolaan sampah, Pemkot Semarang akan melakukan skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Saat ini, KPBU sudah di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan mudah-mudahan bisa segera terealisasi.

Mbak Ita mengaku, Pemkot Semarang masih memiliki pekerjaan rumah, seperti persoalan banjir dan rob. Ia berharap, pihaknya bisa menyelesaikannya secara bertahap.

“Kalau masalah pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, alhamdulillah kita tertinggi untuk laju pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com