Gandeng PT SMF, Pemkot Semarang Rehabilitasi RTLH di Tambak Lorok

Kompas.com - 03/07/2024, 21:12 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial ( PT SMF) untuk mengentaskan persoalan kemiskinan di Ibu Kota Jawa Tengah (Jateng). 

Kerja sama itu dilakukan untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni ( RTLH), khususnya di kawasan Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara. 

"Ini bisa menjadi stimulus bagi masyarakat di Tanjung Mas khususnya wilayah Tambak Lorok yang saat ini masih ada sepertiga yang membutuhkan penanganan kemiskinan," kata Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Dia mengatakan itu usai penandatanganan kerja sama yang bertepatan dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ke Kantor Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara untuk meninjau penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), Sabtu (29/6/2024).

Baca juga: Pemkot Semarang Raih Penghargaan Daerah Terinovasi dalam Pembangunan Keluarga 2024

Walkot yang akrab disapa Mbak Ita tersebut bersyukur tingkat kemiskinan ekstrem di Kota Semarang sudah nol persen. 

Namun, kata dia, salah satu yang menjadi indikator terkait kemiskinan adalah RTLH.

“Di Tambak Lorok masih ada rumah-rumah bersertifikat yang memang masih membutuhkan stimulus untuk rehab. Diharapkan nanti dari PT SMF bersama kementerian bisa memberikan bantuan ini,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (3/7/2024).

Sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan proyek pengendalian banjir dan rob serta penataan kampung nelayan di Tambak Lorok.

Tahap pertama proyek tersebut dijalankan pada 2016-2017 untuk mengamankan area parkir kapal. Tahap kedua pada 2022-2024 dijalankan untuk mengamankan area pemukiman, fasilitas sosial, dan fasilitas umum di sekitar Tambak Lorok. 

Baca juga: Program Pengentasan Stunting Pemkot Semarang Dapat Penghargaan dari PBB

Adapun Pemkot Semarang, PT SMF, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan berkoordinasi untuk menentukan jumlah RTLH yang akan direhab di Tambak Lorok. 

Kerja sama dengan PT SMF mencakup Pemanfaatan Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan bantuan rehab RTLH di Kota Semarang. 

Pemanfaatan data di bidang perumahan dan permukiman menjadi salah satu pilar kerja sama tersebut. 

Dengan kolaborasi tersebut, PT SMF sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan dapat mengolah data untuk program pembiayaan yang lebih efektif. 

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi backlog kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. 

Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Semarang Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk “Urban Farming”

Peningkatan akses terhadap hunian yang layak juga akan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. 

Kerja sama itu menegaskan komitmen dari kedua belah pihak untuk bersama mengakselerasi upaya penghapusan kemiskinan ekstrem melalui langkah-langkah konkret dan terukur. 

Proses penandatanganan perjanjian P3KE dan Bantuan RTLH tersebut dilakukan Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Koordinator PMK Nunung Nuryartono.

Ananta mengatakan, kolaborasi itu merupakan langkah strategis untuk mendukung pembangunan perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“Dengan akses terhadap data yang akurat, kami dapat menjalankan upaya dalam merancang program pembiayaan yang lebih tepat sasaran serta membantu masyarakat yang paling membutuhkan untuk memiliki hunian yang layak,” jelasnya.

Baca juga: Kepala LKPP Apresiasi Kinerja Mbak Ita yang Kedepankan Produk Lokal dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com