Capaian ISPS 99 Persen, Mbak Ita Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN

Kompas.com - 29/06/2024, 13:26 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) di Grand Merapi Ballroom, PRPP Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (28/6/2024).

Pemberian penghargaan tersebut juga menjadi bagian dari acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-31.

Anugerah Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi untuk sosok yang dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk, Keluarga Berencana ( KB), dan pembangunan keluarga.

Baca juga: Wujudkan Keluarga Berkualitas, Pemkot Semarang Libatkan PKK Implementasikan Gerakan Kembali ke Meja Makan

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyematkan pin dan menyerahkan penghargaan tersebut secara langsung kepada Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang. 

Dalam sambutannya, Hasto memberikan ucapan selamat atas prestasi yang diraih para kepala daerah. Ia berharap, kepala daerah dan stakeholder terkait bisa menjadi contoh dan motivasi bagi wilayah masing-masing.

Ia juga berterima kasih kepada Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dan Wali Kota Semarang karena telah menyelenggarakan acara tersebut.

“Beliau yang menyelenggarakan acara ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang beserta jajarannya," kata Hasto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/6/2024).

Baca juga: Program Pengentasan Stunting Pemkot Semarang Dapat Penghargaan dari PBB

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), lanjut Hasto, penganugerahan Bangga Kencana yang merupakan tanda penghargaan di bidang pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Oleh karena itu, BKKBN bersama-sama kepala daerah melakukan intervensi variabel atau faktor yang efektif untuk mencegah potensi stunting baru. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah berat badan lahir rendah (BBLR) atau prematur serta pengetahuan atau pendidikan ibu.

Melalui inovasi luar biasa, ia berharap, BKKBN bisa menyasar faktor-faktor yang sensitif untuk menurunkan stunting dan sekaligus mempercepat kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.

"Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2023 mungkin masih kurang pas di mata bupati dan wali kota karena penurunan angka stunting-nya kecil. Kami sedang melakukan pengukuran serentak di bawah naungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) dan Wakil Presiden yang insyaallah selesai pada akhir Juni 2024,” ujarnya.

Hasto menjelaskan, berdasarkan survei tersebut, capaian intervensi serentak pencegahan stunting (ISPS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mencapai 98 persen dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang 99 persen.

Menurut Hasto, capaian ISPS Pemkot Semarang bisa menembus 100 persen jika tidak ditinggal Mbak Ita menerima penghargaan penurunan stunting dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Penghargaan yang diraih Mbak Ita dari PBB, lanjut Hasto, juga menjadi satu kebanggaan bagi Indonesia.

"(Penghargaan) itu juga (menjadi) kebanggaan kita. Oleh karena itu, kami mengucapkan selamat untuk Wali Kota Semarang,” paparnya.

Mbak Ita pun bersyukur lantaran Semarang kembali meraih penghargaan. Menurutnya, penghargaan Manggala Karya Kencana bisa menjadi penyemangat dalam menurunkan stunting hingga mencapai zero stunting di Ibu Kota Jateng.

Pemkot Semarang pun terus berupaya menekan angka stunting pada berbagai subyek, mulai dari anak-anak, ibu, ibu hamil, remaja putri, calon pengantin, dan bahkan keluarga.

"Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung Pemkot Semarang mendapatkan Manggala Karya Kencana, mulai dari stakeholder, instansi vertikal, hingga masyarakat,” kata Mbak Ita.

Dirinya juga menegaskan bahwa pengentasan stunting di Kota Semarang bisa terwujud berkat kolaborasi bersama dari semua pihak, mulai dari pemerintah, stakeholder, dan masyarakat yang berkomitmen untuk menurunkan stunting di Ibu Kota Jawa Tengah.

"Banyak inovasi yang kami buat, salah satunya program pengentasan stunting dengan Sayangi, Dampingi Ibu dan Anak Kota Semarang (SANPIISAN)," kata Mbak Ita.

Tak hanya itu saja, lanjut Ita, dalam upaya penurunan stunting, pihaknya juga mengimplementasikan pemberian makanan dari buku resep masakan Megawati—Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Ia menilai pada dasarnya, masakan-masakan untuk mengatasi stunting itu mudah, murah, dan juga bisa disantap oleh semua keluarga.

"Alhamdulillah buku resep masakan yang pertama kemarin termasuk yang berhasil mengantarkan kami pada prestasi ini,” lanjutnya.

Mbak Ita pun menambahkan bahwa resep dari Megawati bermanfaat di dalam penurunan angka stunting dan ibu hamil kekurangan energi kronik di Kota Semarang.

“Pemberiannya tidak hanya di daycare Rumah Pelita tapi diperuntukkan bagi balita stunting dan ibu hamil kekurangan energi kronik yang ada di Kota Semarang,” tutur Mbak Ita.

Ia menilai bahwa kombinasi antara pemberian makanan dari resep Megawati serta pola asuh yang ada di daycare dapat menurunkan 62 persen angka stunting pada 2023.

“Maka dari itu, terus kita kembangkan yang semula diterapkan pada dua daycare menjadi 10 daycare Rumah Pelita pada 2024, bahkan pada semester satu ini, angka penurunannya sudah 32 persen. Diharapkan, pada 2025 semua kecamatan sudah memiliki daycare Rumah Pelita dengan konsep yang sama, yaitu pemberian makanan serta pola asuh,” terangnya.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com