Semarang 10K Sukses Digelar, Pemkot Semarang Optimistis Gelar Kegiatan Serupa pada 2024

Kompas.com - 17/12/2023, 19:16 WIB
Tim Konten,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kejuaraan lari tahunan Semarang 10K sukses digelar di Balai Kota Semarang, Minggu (17/12/2023). Sebanyak 2.100 pelari dari berbagai daerah dan luar negeri hadir untuk berkompetisi memenangkan total hadiah senilai Rp 424 juta.

Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut, para peserta terlihat antusias untuk mengikuti Semarang 10K ini.

Hal ini dibuktikan melalui data Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang mencatat bahwa pendaftaran Semarang 10K sudah penuh hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.

Berkat antusiasme tersebut, Pemkot Semarang optimistis kegiatan ini bisa digelar pada 2024 dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan lebih meriah.

Baca juga: Mbak Ita Dorong PNS Muda di Pemkot Semarang Lanjutkan Studi ke Jenjang Lebih Tinggi

“Jadi memang saat ini masih menyesuaikan tempat. Tapi nanti Insya Allah kalau di Simpanglima bisa lebih banyak. Tadi sudah ada beberapa alternatif yang sudah didiskusikan dan kalau memang mencapai 5.000 peserta bisa menjadi dampak yang luar biasa bagi Kota Semarang,” ujar wanita yang akrab disapa Mbak Ita ini.

Sama seperti tahun sebelumnya, rute lari Semarang 10k melewati beberapa ikon kota Semarang seperti kota Lama, Lawang Sewu, hingga Gereja Katolik Gedangan.

Para peserta lari Semarang 10K akan memulai start dari depan Balai Kota Semarang, melewati sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Pemuda, Jalan KH Agus Salim, Jalan Merak, Jalan MT Haryono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pandanaran, dan finis di Balai Kota Semarang.

“Permintaan dari masyarakat sangat banyak, tetapi untuk kenyamanan para pelari sehingga diputuskan hanya 2.100 pelari. Semoga tahun depan bisa ditambah lagi, mungkin 5.000 karena para pelari elite juga pada ikut. Infonya, mereka senang dengan suasana kota Semarang,” lanjut Mbak Ita.

Baca juga: Antisipasi Banjir Bandang Terulang, Pemkot Semarang Kebut Perbaikan Tanggul di Perum Dinar Indah

Meski begitu, Mbak Ita mengaku sempat merasa ragu melaksanakan Semarang 10K lantaran kegiatan ini digelar berdekatan dengan masa kampanye legislatif.

Namun, dengan kerja sama yang apik dengan stakeholder, event ini bisa aman dari gangguan-gangguan yang dikhawatirkan.

“Sebenarnya kami sempat pesimistis, karena waktu yang mepet dengan masa persiapan-persiapan pemilu di bulan November. Saat itu, kamu juga kita masih menentukan jadwal dan apakah di masa-masa kampanye ini boleh. Akhirnya, kegiatan ini diselenggarakan di Desember sebagai penutup tahun juga,” terangnya.

Di sisi lain, Mbak Ita mengaku jika Semarang 10K juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Jawa Tengah. Selain mengikuti lomba lari, banyak pendatang dari luar kota yang juga memanfaatkan momentum ini untuk menikmati kuliner dan wisata di Kota Semarang.

Baca juga: 3 Warga Positif Covid-19, Pemkot Semarang Mulai Siapkan Rumah Sakit untuk Isolasi

“Saya dapat laporan jika hotel di Kota Semarang sudah full booking semua. Pastinya ada pajak (masuk untuk) hotel dan restorannya. Jadi selain itu juga kuliner dan pasti setiap peserta membawa keluarganya sehingga banyak yang datang ke Kota Semarang,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Budiman Tanuredjo mengucapkan terima kasih sekaligus memberi apresiasi kepada Pemkot Semarang atas dukungan yang diberikan.

“Kita berterima kasih kepada Mbak Ita karena berhasil menggelar acara ini dengan nyaman dan damai. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terkait atas kolaborasi ini," ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan ini turut berkontribusi melahirkan pelari-pelari baru, khususnya pelari berusia muda, seperti anak sekolah.

Baca juga: Pemkot Semarang Raih Penghargaan dari Kemenpan-RB, Mbak Ita: Alhamdulillah

“Keinginan kami bukan sekedar membuat race, tetapi juga mencetuskan calon atlet baru untuk menggantikan para pelari-pelari senior,” ujarnya.

Lomba lari Semarang 10k kali ini mengambil tema “Step Up Your Limit”. Melalui tema ini, para pelari diajak berkompetisi dan unjuk kemampuan terbaik mereka.

Tema tersebut disambut serius oleh Rikki Marthin Luther Simbolon yang berhasil menjadi peserta tercepat dan pemecah rekor lomba lari Semarang 10 K dengan catatan waktu 00:30:36 dengan jarak tempuh 10 kilometer.

Rikki mengaku, dirinya terpukau dengan jalur yang menjadi rute event Semarang 10K 2023. Selain jalannya yang mulus, dirinya juga senang dengan infrastruktur yang dibangun di Kota Semarang.

Baca juga: Tangani Banjir di Daerah Rawan, Pemkot Semarang Tambah 11 Pompa Portabel

“Lapangan rute ini menurut saya sangat bagus sekali. Sangat steril dan kemungkinan untuk tahun berikutnya kalau bisa untuk belokan di kurangi sedikit karena berpengaruh dalam capaian waktu,” imbuhnya.

Terkini Lainnya
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com