Gelar Program Pak Rahman, Pemkot Semarang Sabet Predikat Kota Terbaik di Ajang SPHP Award 2023

Kompas.com - 17/09/2023, 18:54 WIB
Y A Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan berhasil meraih penghargaan kategori Gerakan Pangan Murah (GPM) Kabupaten/kota Terbaik 1 di ajang Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Award 2023 di Jembrana, Bali, Jumat (15/9/2023).

Untuk diketahui, SPHP Award 2023 merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional bagi pemerintah daerah (pemda) yang dinilai berhasil mengatasi masalah pangan di wilayahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Bambang Pramusinto mewakili Wali Kota (Walkot) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

BPN pun mengapresiasi program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) Kota Semarang. Program ini dinilai terbukti berhasil mengendalikan angka inflasi di Kota Semarang sehingga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi nasional.

Baca juga: Kemarau, Pemkot Semarang Akan Gunakan Anggaran BTT untuk Bantuan Air Bersih

“Program ‘Pak Rahman’ merupakan komitmen Pemkot Semarang dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat. Peran Walkot Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang terlibat langsung menjadi salah satu faktor keberhasilan program tersebut,” ujar Bambang dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (17/9/2023).

Lebih lanjut, Bambang menambahkan, penghargaan tersebut merupakan wujud konsistensi Pemkot Semarang menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan yang diinisiasi melalui Dinas Ketahanan Pangan.

Bambang menjelaskan, program Pak Rahman telah dilakukan sebanyak 98 kali. Tak hanya digelar di halaman kantor-kantor pemerintah, program ini juga diimplementasi di halaman berbagai rumah ibadah di Kota Semarang secara bergantian.

“Sejak diluncurkan perdana, kegiatan Pak Rahman sudah dilakukan sebanyak 98 kali. Adapun volume pangan yang disalurkan sebanyak 115 ton dengan rerata pengunjung mencapai 300 hingga 700 orang,” kata Bambang.

Baca juga: Tekan Kenaikan Harga Beras, Pemkot Semarang Siapkan Bantuan untuk Distributor

Pada kesempatan sama, Hevearita mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih Pemkot Semarang.

Walkot yang akrab disapa Mbak Ita tersebut mengapresiasi seluruh pihak, termasuk masyarakat yang tidak mengalami panic buying ketika menghadapi kenaikan harga.

Ia menilai, respons masyarakat tersebut merupakan hal penting mengingat panic buying dapat memperburuk inflasi.

"Alhamdulillah, penghargaan SPHP Award 2023 adalah berkat kerja keras semua pihak, mulai dari pemerintah, stakeholder, tokoh agama, dan masyarakat. Dampak positif program Pak Rahman yang diadakan di seluruh kecamatan dan diperluas ke tempat-tempat ibadah terbukti bisa dirasakan masyarakat sehingga berkontribusi dalam pengendalian angka inflasi. Penghargaan ini dipesembahkan bagi seluruh warga Kota Semarang” tutur Ita.

Baca juga: Menteri Pertanian Minta Pemkot Semarang Sediakan Lahan 1.000 Hektar untuk Hadapi El Nino

Sebagai informasi, program Pak Rahman di Kota Semarang mengedepankan konsep kolaborasi antarpemangku kepentingan, mulai dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan Jateng, Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Lumpangsemar Sejahtera, serta sejumlah mitra.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com