Ini Langkah Pemkot Semarang Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Kompas.com - 16/03/2020, 07:45 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melalui surat edaran bernomor B/1395/440/III/2020 menyatakan bahwa Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus corona.

Hendi (sapaan akrab Wali Kota Semarang) meminta semua pihak, mulai jajaran pemerintah, BUMN/BUMD, sekolah, perhotelan, hingga mal untuk mengambil langkah aktif mencegah penularan virus corona.

Langkah itu antara lain seperti melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan virus corona, menyiapkan alat deteksi suhu tubuh (thermo gun), antiseptik, dan masker bagi yang sakit.

Langkah antisipasi lain adalah seperti menunda kegiatan yang mendatangkan banyak peserta, membuat posko informasi terpadu, dan meliburkan sekolah, mulai TK hingga SMP dari Senin-Minggu, 16-29 Maret 2020.

Baca juga: Hadapi Penyebaran Virus Corona, Pemkot Semarang Fokus Datangkan Wisatawan Lokal

Selain itu, Hendi mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga membentuk satuan atau gugus tugas yang dikomandoi Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

“Gugus tugas akan bergerak cepat mengantisipasi penyebaran dan pos informasi Covid-19,” kata Wali Kota Semarang dalam keterangan tertulis saat Konferensi Pers Pencegahan Virus Corona di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang, Minggu (15/3/2020).

Antisipasi, imbuh dia, salah satunya dilakukan dengan melacak setiap pasien positif virus corona untuk diteliti dampaknya di Kota Semarang.

“Termasuk mengidentifikasi dan mendata warga Kota Semarang yang punya histori perjalanan ke luar negeri atau wilayah lain yang terjangkit dalam kurun waktu 2 minggu ini,” ujar Hendi.

Baca juga: Macet Jadi Masalah Baru Kota Semarang, Hendi Minta Bantuan Ganjar

Pihaknya juga mengupayakan bisa menyiapkan anggaran tak terduga Rp 5 miliar, di samping anggaran penyediaan antiseptik Dinas Kesehatan.

“Dana itu akan digunakan untuk membeli beberapa perlengkapan dan obat untuk pencegahan Covid-19, menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” imbuh Hendi.

Pemkot Semarang juga membersihkan fasilitas umum seperti BRT Trans Semarang, mesin ATM, dan finger print. Meja, kursi, dan alat permainan turut serta dibersihkan.

Telah disepakati pula bantuan dari tenaga keamanan TNI-Polri untuk membantu kegiatan sterilisasi wilayah.

Baca juga: Pilwalkot Semarang 2020, Empat Partai Nyatakan Dukung Hendi-Ita

Sementara itu, Pemkot Semarang sudah memiliki kebijakan untuk kapal pesiar yang ingin bersandar di Semarang. Sama seperti Viking Sun, kebijakannya yakni tidak boleh bersandar.

Namun saat kapal pesiar Albatros hendak bersandar, rapat diambil alih Sekda Provinsi Jawa Tengah.

“Albatros belum sampai, tiba–tiba Columbus bersandar. Kemudian kebijakan rapatnya menerima, walaupun saya sudah memberi masukan,” kata Hendi.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa hal itu bukan forum untuk saling menyalahkan. Dirinya juga sudah menelepon Sekda dan meminta tidak memaksakan kehadiran 24 kapal pesiar yang hendak bersandar.

“Sudah ditolak saja dari jauh hari, sudah kami tegaskan,” kata Hendrar Prihadi.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com