Hendrar Prihadi: LPE Kota Semarang di Atas Provinsi dan Nasional

Kompas.com - 04/03/2020, 07:19 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pemerintahannya mampu menjaga konsistensi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Semarang di atas provinsi dan nasional.

“Walau belum bisa memenuhi target dari Menteri Keuangan (Menkeu), tapi lonjakannya sudah sangat tinggi,” ungkapnya usai membuka kegiatan Forum Gabungan Perangkat Daerah, Selasa (3/3/2020).

Dalam dua tahun terakhir, terangnya, LPE Kota Semarang terus mengalami peningkatan, yaitu 6,52 persen pada 2018 lalu menjadi sebesar 6,86 persen pada 2019.

Sementara itu, target dari Menkeu Sri Mulyani untuk daerah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, yaitu mencapai 7 persen.

Baca juga: Usai Pembongkaran, Warga di Semarang Antusias Daftar Sewa Lahan KAI

Untuk itu, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini berencana mewujudkan berbagai kegiatan yang menjadi prioritas pada 2020, termasuk LPE.

Dia pun optimistis pihaknya mampu mempertahankan LPE Kota Semarang seperti sekarang.

Lebih lanjut, Hendi menjelaskan, LPE Kota Semarang dipengaruhi beberapa hal, seperti konsumsi warga masyarakat.

“Untuk kalangan menengah ke bawah mungkin sudah terakomodir, tapi ceruk kaum elit warga Semarang yang belum tergarap," ujar Hendi di hadapan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota ( Pemkot) Semarang.

Baca juga: 5 Kafe Nuansa Vintage di Semarang, Ada yang Gedungnya Berusia 1 Abad

Selain itu, tambahnya, LPE juga dipengaruhi oleh investasi, nilai ekspor, dan pajak.

Untuk saat ini, Hendi menyebut ada beberapa pekerjaan rumah Pemkot Semarang yang harus tetap dikawal, seperti Kampung Pelangi, Pasar Johar, pelebaran Jalan Gajah dan penambahan pusat kuliner di Semarang.

Adapun, kegiatan tersebut digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang.

Capaian lain Kota Semarang

Pada kesempatan itu, Hendi juga membahas berbagai keberhasilan yang telah dicapai Pemkot Semarang.

Baca juga: Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Capaian itu seperti angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan (Silpa) yang terus menurun dari tahun ke tahun dan opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tiga tahun berturut-turut.

“Opini WTP dari BPK jangan dianggap dengan eforia yang berlebihan, karena memang sudah seharusnya," ujar Hendi.

Selain itu, dia juga membeberkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Semarang pada 2016 yang semula C meningkat menjadi B pada 2019.

Tak hanya itu, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), ada beberapa capaian Indikator Semarang hebat lainnya, di antaranya LPE dan Indeks Pembangunan Manusia.

Baca juga: Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Selain itu, ada pula Nilai Investasi & Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan Indeks Reformasi Birokrasi, Angka Kemiskinan hingga Tingkat Pengangguran Terbuka.

“Beberapa sudah mencapai target, namun tahun ini dan tahun yang akan datang harus lebih hebat,” harap Hendi.

Sementara itu, terkait kasus virus corona, Pemkot Semarang juga mengimbau agar masyarakat tidak panik.

Hendi mengatakan, masyarakat kini diimbau agar melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat, mulai dari menjaga kebersihan tangan yang rutin.

Lalu, dia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari mengusap mata, hidung dan mulut. Kemudian, menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk.

Baca juga: Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Beroperasi

“Terus jaga kesehatan dan banyak-banyak cuci tangan,” tandas Hendi.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com