Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Mico Desrianto
Kompas.com - Senin, 14 Oktober 2019
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat PenertibanHumas Pemkot SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menemui sejumlah pengamen angklung di Balaikota, Senin (14/10/2019).

KOMPAS.com - Wali Kota (Walkot) Semarang Hendrar Prihadi merogoh kocek pribadinya demi membiayai perbaikan sejumlah alat musik milik pengamen di Kota Lama yang rusak pasca penertiban.

Sebagai informasi, beberapa hari yang lalu sejumlah pengamen angklung di Kota Lama terjaring Satpol PP karena tidak mengantongi izin.

"Harus diselesaikan agar tidak menimbulkan polemik panjang," ujar Hendi, sapaan akrabnya sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Senin (14/10/2019).

Salah satu pengamen angklung Kota Lama, Ewank, mengatakan sejumlah alat musik milik mereka ditemukan dalam kondisi rusak saat dirinya bersama pengamen lain datang ke kantor Satpol PP.

Baca juga: Bangun Transportasi Kota Berbasis Rel, Pemkot Semarang Gandeng PT. KAI

"Alatnya masih ada di sana (Kantor Satpol PP), hari Jumat kita ambil," kata Ewank.

Beruntung bagi Ewank dan pengamen angklung lainnya, seluruh biaya untuk memperbaiki alat musik akan ditanggung oleh Hendi.

Untuk menjamin ucapannya itu, Hendi secara khusus mengundang para pengamen angklung tersebut datang ke Balaikota Semarang pada hari ini.

"Ya sudah Jumat besok diambil, terus diperbaiki di mana, atau dibawa ke sini biar saya yang perbaiki juga tidak apa - apa. Itu nanti semua saya yang bayar," tegas Hendi.

Baca juga: Pemkot Semarang Bakal Sediakan Lapak Bagi Pedagang Koran

Ke depan, agar kejadian serupa tak terulang, Hendi meminta para pengamen angklung tersebut untuk mendaftarkan diri secara resmi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

"Sebab kalau semua tidak ada ijinnya jadi tidak tertib," sambung Hendi.

Tak lupa, dirinya juga meminta kepada Disbudpar Kota Semarang agar serius menata para pekerja seni di Kota Lama agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.

"Pastinya jangan sampai ada yang masih beraktifitas di lampu lalu lintas karena dapat mengganggu," pungkasnya.

PenulisMico Desrianto
EditorSri Noviyanti
Terkini Lainnya
Sambut
Sambut "New Normal", Pemkot Semarang Tingkatkan Pelaksanaan Rapid Test Massal
semarang
Masyarakat Bisa Masuk Kota Semarang dengan Transportasi Umum, Asalkan…
Masyarakat Bisa Masuk Kota Semarang dengan Transportasi Umum, Asalkan…
semarang
Warga Kota Semarang Respons Positif Program Lumbung Kelurahan
Warga Kota Semarang Respons Positif Program Lumbung Kelurahan
semarang
10.000 Paket Bansos Presiden di Kota Semarang Telah Didistribusikan ke 7 Kecamatan
10.000 Paket Bansos Presiden di Kota Semarang Telah Didistribusikan ke 7 Kecamatan
semarang
Kota Semarang Dapat Bansos 339.000 Paket, Hendi Harap Semua Warga Terdampak Covid-19 Terima Bantuan
Kota Semarang Dapat Bansos 339.000 Paket, Hendi Harap Semua Warga Terdampak Covid-19 Terima Bantuan
semarang
339.000 Paket Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kota Semarang Siap Didistribusikan
339.000 Paket Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kota Semarang Siap Didistribusikan
semarang
Dibanding Kota Lain, Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Semarang Paling Tinggi
Dibanding Kota Lain, Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Semarang Paling Tinggi
semarang
Digitalisasi Antar Semarang Jadi Kota dengan Perencanaan Pembangunan Terbaik
Digitalisasi Antar Semarang Jadi Kota dengan Perencanaan Pembangunan Terbaik
semarang
Mei Mendatang Pemkot Semarang akan Distribusikan 290.000 Paket Bansos
Mei Mendatang Pemkot Semarang akan Distribusikan 290.000 Paket Bansos
semarang
Wali Kota Semarang Harap Masyarakat Patuhi Aturan PKM
Wali Kota Semarang Harap Masyarakat Patuhi Aturan PKM
semarang
Wali Kota Semarang Puji Warga yang Kelola Lumbung Kelurahan Jadi Dapur Umum
Wali Kota Semarang Puji Warga yang Kelola Lumbung Kelurahan Jadi Dapur Umum
semarang
Hari Pertama PKM di Kota Semarang, Hendi Hentikan Kendaraan Plat Nomor Luar Kota
Hari Pertama PKM di Kota Semarang, Hendi Hentikan Kendaraan Plat Nomor Luar Kota
semarang
Tidak Terapkan PSBB, Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Semarang Terus Bertambah
Tidak Terapkan PSBB, Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Semarang Terus Bertambah
semarang
Resmi, Mulai Senin Besok Kota Semarang Berlakukan PKM Non PSBB
Resmi, Mulai Senin Besok Kota Semarang Berlakukan PKM Non PSBB
semarang
Bukan PSBB, Kota Semarang Akan Berlakukan Konsep Jogo Tonggo
Bukan PSBB, Kota Semarang Akan Berlakukan Konsep Jogo Tonggo
semarang