Liburan ke Kota Semarang, Jangan Lewatkan Mahakarya Legenda Goa Kreo

Kompas.com - 03/06/2019, 18:36 WIB
Kurniasih Budi

Penulis

KOMPAS.com - Musim liburan di Kota Semarang pada Lebaran tahun ini bakal diramaikan dengan pertunjukan Mahakarya Legenda Goa Kreo. Pementasan tersebut akan digelar di Plaza Kandri, Goa Kreo, Minggu (9/6/2019).

"Kota Semarang menyimpan kekayaan budaya yang sangat kaya, baik destinasi maupun seni budayanya. Kota Semarang selalu menarik dan meriah untuk dikunjungi," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, dalam siaran tertulis, Senin (3/6/2019).

Menurut dia, atraksi wisata tersebut digelar setiap tahunnya untuk melestarikan adat dan budaya Semarang.

Pementasan Atraksi Mahakarya Legenda Goa Kreo melibatkan sejumlah seniman.

Tak cuma itu, wisatawan bisa menikmati tracking Watu Tenger, prosesi Sesaji Rewanda, Pajatan Agung, serta mengabadikan momentum di sejumlah spot selfie.

Baca juga: Idul Fitri di Semarang, Pemudik Disambut Atraksi Air Mancur Menari

Senada dengan Indriyasari, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung menegaskan, Kota Semarang memiliki destinasi dan atraksi wisata melimpah.

Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini memiliki sejumlah destinasi wisata menarik, seperti Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, kawasan Kota Tua, dan alun-alun Simpang Lima.

Wisatawan pun bisa berkunjung ke Pagoda Avalokitesvara, Brown Canyon, Pasar Semawis, serta Gereja Blenduk.

"Semua destinasi tersebut sangat keren di kamera. Lagi hits bahkan. Kota Semarang menjadi surga bagi para pemburu foto untuk menghiasi timeline media sosial," ujar dia.

Bus tingkat pariwisata resmi beroperasi di Kota Semarang mulai Senin (2/10/2017). Bus ini akan melayani warga kota maupun wisatawan dengan cuma-cuma.NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Bus tingkat pariwisata resmi beroperasi di Kota Semarang mulai Senin (2/10/2017). Bus ini akan melayani warga kota maupun wisatawan dengan cuma-cuma.

Akomodasi dan transportasi di Kota Semarang pun beragam dan tak menguras kantong.

Dengan begitu, masyarakat dari berbagai kalangan dapat berkunjung ke berbagai destinasi wisata dan menikmati atraksi yang menarik.

"Dijamin murah meriah. Ini menjadi keunggulan pariwisata Kota Semarang. Sebagai ibukota Jawa Tengah, Semarang terus tumbuh dan berkembang," kata Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan.

Kekayaan Kota Semarang

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang baru-baru ini mengunjungi Kota Semarang pun mengamini. Kota lumpia memang menawarkan segala yang dibutuhkan wisatawan.

Di kota ini, ia melanjutkan, wisatawan bisa menyaksikan kultur Jawa yang begitu kuat mampu berbaur dengan kultur Tionghoa serta Eropa.

Turis pun bisa memilih penginapan bertarif murah maupun hotel bintang lima di Semarang. Beroperasinya Tol Trans Jawa kian mempermudah wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.

Bagi wisatawan yang ingin bepergian dengan pesawat, bandara Semarang pun telah bertarif internasional. Airport tersebut melayani rute penerbangan yang cukup lengkap.

Wisatawan dari luar daerah banyak berkunjung ke Kampung Batik Tengah, Semarang pada libur Lebaran 2017. Kreativitas warga mampu mengubah wajah daerah kumuh menjadi kampung seni.NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Wisatawan dari luar daerah banyak berkunjung ke Kampung Batik Tengah, Semarang pada libur Lebaran 2017. Kreativitas warga mampu mengubah wajah daerah kumuh menjadi kampung seni.

“Atraksinya? Sudahlah saya tidak perlu berbusa-busa, sudah pasti keren. Budayanya kuat, alamnya bagus, kulinernya wow, seni pertunjukan juga selalu konsisten. Jadi, silakan ke Kota Semarang. Saya jamin Anda bakal happy,” ujar Arief Yahya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan komitmennya membangun sektor pariwisata di Semarang.

Sektor pariwisata Kota Semarang saat ini terus tumbuh dan berkembang. Alhasil, Semarang yang dulunya merupakan kota perdagangan dan jasa kini bertransformasi menjadi kota pariwisata.

“Kami berkomitmen melanjutkan tren positif dalam memajukan pariwisata di kota Semarang. Bukan saja mengembangkan destinasi, tetapi juga menghadirkan atraksi wisata yang dapat mengundang wisatawan datang. Silakan datang dan nikmati pesona Semarang," kata dia.

Terkini Lainnya
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com