Hendi Sukses Dorong Pajak Sektor Wisata Jadi Modal Pembangunan

Kompas.com - 14/03/2019, 18:52 WIB
M Latief

Editor

SEMARANG, KOMPAS.com - Pada beberapa tahun terakhir pembangunan Kota Semarang mengalami peningkatan pesat. Adapun konsep pembangunan Bergerak Bersama yang dijalankan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melibatkan semua pihak, termasuk pihak swasta yang dinilai sukses membawa perubahan.

Namun, di sisi lain wali kota yang akrab disapa Hendi itu menaruh perhatian pada postur realisasi pajak Kota Semarang yang digunakan untuk pembangunan. Hendi menilai, pembangunan masih bisa dimaksimalkan ketika realisasi pajak Kota Semarang tak didominasi oleh pajak nonproduktif.

Sejak dirinya memimpin Kota Semarang pada 2011 lalu, Hendi menuturkan, tiga mata pajak terbesar Kota Semarang selalu didominasi oleh PBB ( Pajak Bumi dan Bangunan), BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), serta PPJU (Pajak Penerangan Jalan Umum).

"Ini menjadi representasi masih banyaknya sektor belum tergarap di Kota Semarang. Kalau bisa didorong pengembangan sektornya, ini akan semakin meningkatkan pembangunan," jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Hendi, pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang strategis dikembangkan guna meningkatkan pembangunan. Untuk itulah, pada beberapa tahun terakhir Hendi fokus untuk menggarap sektor pariwisata, yakni dengan merevitalisasi sejumlah obyek dan kawasan wisata yang belum optimal di Kota Semarang.

Beberapa upaya revitalisasi itu diantaranya revitalisasi Kota Lama, Hutan Wisata Tinjomoyo, inisiasi ratusan kampung tematik, hingga revitalisasi Banjir Kanal Barat melalui pembangunan Semarang Bridge Fountain dan sejumlah pembangunan lainnya.

Alhasil, realisasi pajak sektor pariwisata saat ini juga naik drastis, bahkan merangsek masuk menjadi tiga mata pajak terbesar di Kota Semarang. Tercatat pada 2011, hanya ada dana sebesar Rp 75,9 miliar yang dihasilkan dari pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan.

Pada 2018 angka itu meningkat drastis, bahkan lebih dari tiga kali lipat, yakni menjadi Rp 258,8 miliar. Melalui capaian tersebut, pajak dari sektor pariwisata di Kota Semarang telah menggeser dominasi pajak penerangan jalan umum yang pada 2018 terkumpul sebanyak Rp 222,5 miliar.

Dengan demikian, postur realisasi pajak Kota Semarang pada 2018 berubah menjadi lebih produktif. Pajak sektor produktif dari aktifitas kepariwisataan telah menjadi salah satu dana  pembangunan terbesar kota ini.

"Ini adalah tren positif bagi Kota Semarang. PAD Kota Semarang yang sebelumnya sudah tembus Rp 1 triliun pada 2013, sekarang dalam waktu 5 tahun di 2018 ini sudah bisa mencapai Rp 2 triliun, tepatnya Rp 2,1 triliun," papar Hendi.

Melihat sejumlah capaian positif yang dicatatkan di Kota Semarang itu, Kamis (14/3/2019), Hendi memberikan penghargaan kepada 26 wajib pajak dari sektor kepariwisataan. Bertempat di Hotel Grand Arkenso, Kota Semarang, penerima penghargaan wajib pajak berpresetasi tersebut antara lain Hotel Gumaya Kota Semarang, Hotel Santika Premiere, Hotel Ibis, Adi's Culinary, XXI DP Mall, Kampung Laut, dan Pantai Marina.

"Pembangunan yang dilakukan Kota Semarang hari ini salah satunya adalah hasil dari partisipasi pelaku usaha di sektor pariwisata, dan akan kami kembalikan untuk mendukung pelaku usaha tersebut melalui pembangunan sektor wisata," kata Hendi.

"Karena itulah, komitmen kami adalah tumbuh bersama seluruh elemen masyarakat di Kota Semarang, yakni dengan melakukan pembangunan yang tepat sasaran," tambahnya.

Terkini Lainnya
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com