Selamat, Inovasi Hendi Bawa Semarang Jadi Kota Terbaik Investasi

Kompas.com - 21/09/2018, 21:07 WIB
Mikhael Gewati

Editor

KOMPAS.com - Upaya Wali  Kota Semarang Hendrar Prihadi atau biasa disapa Hendi dalam mempermudah pelayanan publik di kotanya berbuah apresiasi.

Melalui ajang Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2018 di Jakarta baru-baru ini, Kota Semarang mendapat penghargaan sebagai Kota Terbaik dalam bidang Investasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang diwakili Asisten Administrasi Perekonomian dan Kesra Sekda Kota Semarang Ayu Entys.

Kota Semarang bisa mendapat penghargaan ini tak lepas dari berbagai inovasi yang Wali kota Hendi lakukan. Dia membuat kebijakan yang mempermudah pelayanan kepada investor yang akan menanamkan investasinya di Kota Semarang.

Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan antaranya mencipatkan Sistem Izin Investasi Mudah dan Terpadu atau Si-Imut. Melalui sistem ini pemohon dapat melakukan pemaketan perizinan, online sistem, digital signature, integrasi sistem dan mobile sistem.

Selain SI-Imut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyediakan pula fasilitas Online Single Submission atau OSS dan ruang anoman atau anjungan online mandiri.

Di ruangan ini pemohon dapat scan lampiran-lampiran permohonan izin sekaligus upload. Masih di tempat yang sama, pemohon juga mendapat pendampingan dalam proses perizinan OSS.

Terkait penghargaan tersebut, Wali Kota Hendi mangatakan, capaian ini menunjukkan adanya komitmen dari Pemkot Semarang untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Selalu saya tekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar harus komitmen dan jaga konsistensi untuk membuat inovasi guna mempermudah masyarakat. Bukan hanya melakukan kegiatan seremoni," ujar Hendi dalam rilis yang Kompas.com terima, Jumat (21/9/2018).

(BACA JUGA: Hendrar Ajak Pejabat Eselon Semarang Ciptakan Inovasi)

Hendi berharap penghargaan bagi Kota Semarang tersebut, tak lantas membuat jajarannya merasa bahwa kinerja kami sudah baik. Penghargaan ini justru harus dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi,” pungkasnya.

Kemajuan daerah tentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tjahyo Kumolo menyebutkan, pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia tentunya sangat ditentukan oleh kemajuan dan daya saing masing-masing daerah.

Untuk itu, kata dia, daerah yang menarik sebagai tujuan investasi akan punya kesempatan besar untuk semakin bertumbuh. 

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo mewakili Presiden Joko Widodo membuka acara peringatan hari Nusantara 2017 yang digelar di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo mewakili Presiden Joko Widodo membuka acara peringatan hari Nusantara 2017 yang digelar di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12/2017).
Ini karena investasi ke di daerah berimplikasi pada terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan daerah, dan sekaligus menaikkan tingkat konsumsi masyarakat di daerah tersebut.

“Refleksi terhadap kemajuan daerah juga dapat dilihat dari kepuasan publik terhadap layanan-layanan yang diberikan oleh pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten maupun lembaga-lembaga pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Mendagri menambahkan, refleksi tersebut kemudian bisa menjadi salah satu cermin yang sangat menentukan pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.

Lebih lanjut Tjahyo Kumolo mengatakan, penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award ini bagus untuk kepala daerah. Melalui event ini mereka jadi sadar betapa pentingnya menjadikan daerah asal sebagai tujuan investasi dan pembangunan daerah.

Tak hanya itu, kata Mendagri, ajang tersebut dapat pula memberikan inspirasi kepada kepala daerah untuk membangun strategi-strategi yang lebih terarah dan jelas di masa depan.

Mereka juga bisa memberikan informasi kepada para investor terhadap kesempatan bisnis untuk investasi-investasi di daerah potensial di Indonesia.

(BACA JUGASoal Investasi, Indonesia Dianggap Kurang Nasionalis Ketimbang Jepang)

Indikator penilaian daerah

IAA sendiri menilai suatu kota/kabupaten baik untuk investasi atau tidak berdasarkan beberapa indikator. Pertama, dari Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota terhadap PDRB Provinsi di atas 20 persen atau PDRB di atas rata-rata PDRB koridor.

Kedua, pertumbuhan PDRB Kota/Kabupaten lebih besar dari rata-rata pertumbuhan per koridor atau PDRB per kapita lebih besar dari rata-rata PDRB per kapita koridor.

Ketiga, Kebupaten/kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAA pada 2017.

Pengukuran Indonesia Attractivenes Index 2018 ini pun menggunakan 4 dimensi, yaitu investasi, infrastruktur, pariwisata dan pelayanan publik.

Adapun atribut untuk dimensi investasi adalah penanaman modal, PDRB sektoral, kredit, UMR, dan angkatan kerja. Sementara itu,  dimensi  infrastruktur, yaitu kesehatan, pendidikan, energi, ekonomi, telekomunikasi, PDAM, rasio panjang jalan dan luas wilayah.

Sedangkan itu, untuk dimensi pariwisata atributnya berupa aspek lingkungan, kebijakan pemerintah terhadap industri travel dan tourism, dan kondisi-kondisi lain yang mendukung, seperti kebudayaan dan sumber daya alam.

Untuk dimensi pelayanan publik terdiri dari atribut pengumpulan data-data layanan publik secara online, analisa layanan publik secara digital, serta data sekunder dari ombudsman.

Terkini Lainnya
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com