Ribuan Orang Senam Poco-Poco Pecahkan Rekor MURI di Kota Semarang

Kompas.com - 06/08/2018, 19:18 WIB
Kurniasih Budi

Editor


SEMARANG,  KOMPAS.com - Sebanyak 3.000 orang yang terdiri dari pelajar, klub senam, PNS dan masyarakat umum tumpah ruah di depan Balai Kota Semarang Jalan Pemuda, Minggu (5/8/2018).

Mereka berkumpul untuk mengikuti senam poco-poco sekaligus pemecahan rekor MURI.

Tidak hanya itu saja, sekitar 2.000 peserta Jelajah Sepeda Nusantara dan Colour Run ikut meramaikan pembukaan serangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke -73 Republik Indonesia tingkat Kota Semarang.

Turut hadir dalam event tersebut Perwakilan dari Kemenpora, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Jonni Mardiza.

Baca juga: Sepeda Nusantara Etape Semarang Diawali Poco-poco

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, acara pagi itu menjadi salah satu bukti bahwa seluruh warga kota Semarang memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, semangat untuk menghormati dan menghargai jasa para pahlawan.

Peringatan kemerdekaan Indonesia merupakan pengingat bahwa nikmat kemerdekaan yang dirasakan sampai dengan dengan saat ini bukan merupakan pemberian penjajah atau bangsa lain.

“Namun nikmat Allah SWT yang dibarengi dengan ikhtiar berupa perjuangan para pahlawan yang dalam keterbatasan, rela mengorbankan jiwa, harta bahkan juga raganya dengan cucuran darah demi merebut kemerdekaan,” kata dia dalam pernyataan tertulis, Senin (6/8/2018).

Di samping itu, event Sepeda Nusantara dan Colour Run merupakan sebuah simbol semangat kebersamaan untuk meneruskan perjuangan para pahlawan di dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat sambut HUT RI

Ia pun berpesan agar semangat perjuangan dalam kebersamaan diteruskan sampai di tingkat kecamatan dan kelurahan, melalui berbagai kegiatan mulai yang sifatnya perlombaan, pemasangan umbul-umbul, mempercantik gapura dan taman, hingga menghias jalan di kampung.

“Saya berharap agar Pak Camat dan Pak Lurah mengajak warganya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI kali ini melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peran serta seluruh masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Staf Ahli Kemenpora RI Bidang Ekonomi Kreatif Jonni Mardizal menjelaskan, event Sepeda Nusantara dan Colour Run merupakan program pemerintah pusat bidang olah raga yang diinisiasi Presiden RI Joko Widodo.

“Program ini dimaksudkan membangun dari desa/ daerah-daerah di mana dari sana semua warga bisa bergerak bersama membangun negara Indonesia. Selain itu, untuk membangun semangat olah raga warga Indonesia sesuai dengan UU nomor 3 tahun 2005 di mana tujuan akhirnya menjadi warga yang sehat, bugar sehingga kekuatan dan ketahanan negara akan terwujud,” ujar dia.

 

 

Terkini Lainnya
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com