Pemudik Sakit di Posko Kesehatan Kota Semarang Dijenguk Wali Kota

Kompas.com - 14/06/2018, 11:10 WIB
Kurniasih Budi

Penulis

KOMPAS.com - Tito tak menyangka bila pria yang bertanya-tanya terkait kondisi kesehatannya saat itu ialah Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Mudik ke Jawa Tengah dari tempatnya bekerja di Papua, Tito melewati Kota Semarang dari tujuan mudik pertamanya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk kemudian menuju Pati, Jawa Tengah.

Menempuh perjalanan panjang, kondisi kesehatan Tito menurun. Beruntung Pemerintah Kota Semarang menyediakan Posko Kesehatan Lebaran gratis di kawasan Simpang Lima. Ia pun memeriksakan diri ke situ.

Para petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang bergerak cepat menyediakan ruang istirahat untuk pasien.

Tito memang butuh beristirahat. Hasil pemeriksaan paramedis pada Selasa (12/6/2018) menyatakan tekanan darahnya rendah karena kelelahan fisik.

Mendengar ada pemudik yang sakit, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi lantas mendatangi Posko Kesehatan Lebaran yang terletak di depan Masjid Baiturrahman, Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, keberadaan tol fungsional amat membantu kelancaran arus mudik sehingga Semarang belum menerapkan contraflow hingga Rabu (13/6/2018)Dok. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, keberadaan tol fungsional amat membantu kelancaran arus mudik sehingga Semarang belum menerapkan contraflow hingga Rabu (13/6/2018)

Setelah berbincang, Hendrar lantas keluar tenda istirahat dan meminta para petugas untuk terus memantau kondisi Tito.

"Kelihatannya memang kelelahan saja, tadi dianjurkan supaya istirahat dulu semalam. Nanti ketika mau melanjutkan perjalanan, saya minta sedulur-sedulur untuk periksa sekali lagi," ujarnya.

Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan Posko Kesehatan Lebaran untuk mengantisipasi kasus-kasus kesehatan para pemudik.

"Maka dari itu, hari ini beberapa puskesmas di Kota Semarang buka 24 jam dan layanan ambulance gratis kami siagakan penuh," kata politisi PDI Perjuangan itu.

Usai bertemu Hendrar, Tito mengaku tidak menyangka jika orang nomor satu di kota lumpia tersebut mau menjenguk dan berbincang-bincang.

"Tidak tau kalau tadi Pak Wali Kota. Senang sekali tentunya mendapat perhatian langsung," katanya.

Ia mengatakan, kesehatannya menjadi lebih baik setelah mendapat pertolongan dari sejumlah petugas di Posko Kesehatan Lebaran Kota Semarang.
 

Terkini Lainnya
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com