Di Kota Semarang Ada Lima Fasilitas Gratis Loh, Mau?

Kompas.com - 25/11/2017, 18:40 WIB
Josephus Primus

Penulis


SEMARANG, KOMPAS.com -Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah terus berupaya membahagiakan warganya melalui sejumlah terobosan kebijakan dan inovasi pelayanan publik. 

 Terobosan kebijakan itu berimbas pada keterjangkauan warga dalam segala bidang. Terobosan kebijakan yang dipersiapkan berasal dari sektor kesehatan, pendidikan, transportasi hingga wisata. 

 Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan wakilnya Hevearita G Rahayu, Kota Semarang telah menyiapkan berbagai fasilitas itu acara gratis bagi warganya.

Setidaknya ada lima hal fasilitas gratis itu yang perlu Anda ketahui. 

 Biaya Kesehatan Gratis 

 Tepat 1 November 2017, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC). Melalui program layanan tersebut, seluruh masyarakat Kota Semarang, baik mampu maupun tidak mampu, ditanggung biaya kesehatannya secara penuh oleh Pemerintah Kota Semarang.

 Warga Semarang ketika sakit tidak hanya dilayani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  milik pemerintah saja. Pelayanan gratis ini juga memberikan jaminan gratis bagi masyarakat yang ingin berobat dan dirawat di seluruh rumah sakit swasta. 

 Fasilitas kesehatan yang disediakan mulai dari pengobatan ringan, berat,hingga persalinan.

 Biaya Pendidikan Gratis

 Sekian di sektor kesehatan, sektor pendidikan juga disentuh. Wali Kota  Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan itu mengimplementasikan pendidikan gratis di sekolah negeri dan sekolah swasta pada jenjang SD dan SMP.

 Jika sekolah negeri di Semarang saat ini sudah gratis,  sekolah swasta mulai 2018 seluruhnya akan digratiskan. 

 Untuk tahap pertama, fasilitas di sekolah swasta akan digratiskan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. Namun di masa mendatang, siapa pun siswa yang sekolah di sekolah swasta tidak dipungut biaya alias akan digratiskan biaya pendidikannya. 

 Biaya PBB Gratis 

 Ke depan, Pemkot Semarang juga memulai menggratiskan untuk pemanfaatan listrik dari panel surya dan air gratis dari tadah hujan. 

 Untuk implementasi program itu,  Pemerintah Kota Semarang berupaya membangun pembangkit listrik skala kelurahan dengan panel surya atau atau generator listrik tenaga angin. Sedangkan untuk air bersih gratis sedang disiapkan rancangan sistem air bersih melalui tadah hujan.

 Biaya Transportasi Gratis

 Sektor transportasi juga masuk terobosan kebijakan. Hendrar merealisasikan single transaction ketika naik Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Ketika bepergian atau pindah angkutan, cukup bayar satu kali, tidak perlu bayar lagi. 

 Sekian BRT, Pemkot Semarang juga tengah mengupayakan LRT dan Travelator. Travelator merupakan transportasi publik menggunakan eskalator. 

 "Jadi nanti eskalatornya akan dibangun di jalur pedestrian sebagai transportasi publik gratis", kata Hendrar. 

 Biaya Rekreasi Gratis

 Sektor Pariwisata juga disiapkan dengan baik oleh Pemkot Semarang, dengan menyediakan spot wisata gratis bagi warganya. Wisata gratis dapat ditemui di 112 Kampung Tematik di tiap kelurahan. 

 Wisata gratis di tempat-tempat ikonik juga dapat dilakukan dengan menaiki bus tingkat. Bus tingkat laiknya di London itu gratis membahagiakan warga.  (KONTRIBUTOR SEMARANG/ NAZAR NURDIN)

 

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com