KOMPAS.com – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa teknologi digital, khususnya artificial intelligent ( AI) atau kecerdasan buatan, telah menjadi instrumen strategis dalam tata kelola pemerintahan modern.
“AI hadir untuk membantu pemerintah bekerja lebih cepat, jujur, dan profesional. Kita ingin pelayanan publik di Kota Samarinda benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Andi Harun Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (25/9/2025).
Hal tersebut dikatakan Wali Kota Andi Harun saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) bertajuk “Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (AI) di Kota Samarinda” sekaligus me-launching program Samarinda AI, di Ruang Crystal 2 Hotel Mercure Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (15/9/2025).
Diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda acara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun ini juga dihadiri Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Banjarmasin Syarifuddin, Konsultan Transformasi Digital Anun Najib, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan, jajaran asisten, kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Samarinda.
Baca juga: Indonesia Bakal Terbitkan Dua Perpres AI Sekaligus, Apa Isinya ?
Lebih lanjut, Wali Kota Andi Harun menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah untuk mengimplementasikan teknologi AI secara nyata dalam unit kerja masing-masing.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari visi besar menjadikan Samarinda sebagai AI Power City – kota berbasis kecerdasan buatan yang humanis, beretika, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dalam pidatonya, Wali Kota turut mengutip pemikiran beberapa tokoh dunia. Ia menyinggung Klaus Schwab yang menyebut AI sebagai pilar Revolusi Industri 4.0, Yuval Noah Harari yang mengingatkan bahaya tertinggal bagi negara atau kota yang gagal menguasai data, serta Shoshana Zuboff yang menekankan pentingnya menjaga etika, privasi, dan keadilan sosial dalam transformasi digital.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Samarinda menghadirkan GTA yang akan menjadi pusat pelatihan dan pengembangan aparatur pemerintahan di bidang AI, big data, dan teknologi digital.
Tidak hanya itu, kata dia, GTA juga ditargetkan sebagai center of excellence yang dapat menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia.
Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Banjarmasin, Syarifuddin saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) bertajuk ?Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (AI) di Kota Samarinda? sekaligus me-launching program Samarinda AI, di Ruang Crystal 2 Hotel Mercure Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (15/9/2025).Pada kesempatan itu, Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Syarifuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya nyata meningkatkan kompetensi ASN di era digital.
“Dengan tema pemanfaatan AI, diharapkan aparatur memiliki kemampuan baru dalam mendukung tugas birokrasi, layanan publik, dan pencapaian tujuan organisasi pemerintahan,” jelasnya.
Sebagai penanda dimulainya agenda strategis tersebut, Wali Kota Samarinda secara resmi membuka pelatihan GTA sekaligus meluncurkan program Samarinda AI.
Kehadiran program ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital birokrasi, menjadikan pelayanan publik lebih cepat, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Samarinda.