Status Keuangan Pemprov Riau Kini Masuk Level Kemandirian Fiskal

Kompas.com - 09/11/2022, 16:14 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan bahwa kondisi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini sudah masuk pada level kemandirian fiskal.

Hal tersebut dibuktikan dari konsistensi Pemprov Riau dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mengurangi ketergantungan keuangan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, berdasarkan data struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau dari 2019 sampai 2023, dapat disimpulkan bahwa kami semakin baik dalam konsistensi peningkatan PAD dan mengurangi ketergantungan keuangan pada dana transfer pusat,” ucap Syamsuar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (9/11/2022).

Sebagai informasi, kemandirian fiskal merupakan indikator utama dalam mengukur kemampuan pemerintah daerah (pemda) untuk membiayai sendiri kegiatan mereka, tanpa tergantung bantuan dari luar, termasuk dari pemerintah pusat.

Baca juga: Upaya Ganjar Optimalkan Pendapatan Daerah Jateng Hasilkan Kemandirian Fiskal

Syamsuar menjelaskan, berdasarkan data struktur APBD Provinsi Riau, jumlah anggaran pada Tahun Anggaran (TA) 2019 tercatat sebesar Rp 9,421 triliun. Anggaran ini terdiri dari dana transfer Rp 5,813 triliun dan PAD Rp 3,064 triliun.

“APBD Provinsi Riau TA 2019 sebesar Rp 9,421 triliun, terdiri dari dana transfer Rp 5,813 triliun dan PAD Rp 3,064 triliun,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Syamsuar, pada TA 2020, APBD Provinsi Riau sebesar Rp 8,736 triliun, terdiri dari dana transfer Rp 5,417 triliun dan PAD Rp 3,316 T.

Ia mengungkapkan bahwa APBD Provinsi Riau pada TA 2021 sebesar Rp 9,183 triliun, terdiri dari dana transfer Rp 5,116 triliun dan PAD Rp 4,014 triliun.

“APBD Provinsi Riau TA 2022 sebesar Rp 8,932 triliun, terdiri dari dana transfer Rp 4,084 triliun dan PAD Rp 4,839 triliun,” imbuh Syamsuar.

Baca juga: Transjakarta Mestinya Zero Accident, apalagi Operasionalnya Dibiayai APBD...

Sementara itu, kata dia, Pemprov Riau menargetkan APBD Provinsi Riau TA 2023 sebesar Rp 9,178 triliun. Anggaran ini terdiri dari dana transfer Rp 3,764 triliun dan PAD Rp 5,410 triliun.

Syamsuar menjelaskan, APBD Pemprov Riau TA 2022 dan target APBD Pemprov Riau TA 2023 telah mencatat PAD sudah lebih besar dari dana transfer. Hal ini menunjukkan bahwa Riau sudah masuk level kemandirian fiskal.

"Tahun 2022 membuktikan bahwa postur APBD telah didesain menggambarkan kemandirian fiskal, yaitu komposisi angka PAD lebih besar dibanding dana transfer pusat, meskipun Riau sebagai daerah penghasil," tuturnya.

Dengan demikian, lanjut Syamsuar, Pemprov Riau secara pasti menuju derajat desentralisasi lebih baik.

Baca juga: Bupati Inhu soal Janji Perbaiki Jalan Belum Dipenuhi: Tak Ada Upaya Kongkret dari Pemprov Riau

Capaian tersebut merupakan bukti bahwa jajaran Pemprov Riau mampu melakukan tata kelola pemerintahan yang lebih baik atau good governance.

"Salah satu tujuan otonomi daerah ya kemandirian fiskal. Daerah jangan bergantung terus dengan dana transfer dari pusat. Daerah harus mampu menggali dan meningkatkan PAD mereka sendiri," ujar Syamsuar.

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com