Satu Panggung Bunda Literasi dan Duta Baca, Simbol Penguatan Literasi di Riau

Kompas.com - 28/08/2025, 16:52 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah momen istimewa terjadi pada perayaan ulang tahun ke-44 SMAS Handayani Pekanbaru. 

Dua tokoh literasi dari dua generasi yang berbeda bertemu dalam satu panggung, yakni Bunda Literasi Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, dan Abdul Hadi, siswa kelas 12 yang baru saja dinobatkan sebagai Duta Baca

Pertemuan itu bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kuatnya sinergi untuk menghidupkan dunia baca dan tulis di kalangan anak muda.

Henny hadir tak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai inspirasi. Ia mengapresiasi SMAS Handayani yang telah menjadikan literasi sebagai program unggulan dan berhasil melahirkan karya-karya dari siswanya. 

“Literasi itu penting. Saya yakin jika program literasi ini bapak/ibu jadikan program unggulan, kemudian melahirkan karya-karya yang baik, serta tersampaikan kepada masyarakat luas,” katanya dalam siaran pers, Kamis (28/8/2025).

Baca juga: Soal Kasus Keracunan MBG di Riau, SPPG Minta Maaf dan Pastikan Evaluasi Menyeluruh

Menurut Henny, bukan hal mustahil jika Riau dapat mencetak kader-kader bangsa yang hebat.

“Dengan ini nantinya, minat siswa terhadap literasi pun akan datang dengan sendirinya,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Henny turut menyerahkan penghargaan kepada dua siswa yang terlibat dalam penulisan buku Jejak di Setiap Langkah.

Ia mengaku terharu dengan karya tersebut karena menjadi bukti bahwa semangat literasi telah merasuk ke ruang-ruang belajar.

Henny juga mengapresiasi keberanian para siswa untuk menerbitkan buku, sesuatu yang tidak banyak dilakukan di usia mereka.

Baca juga: Riau Masih Darurat Karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca Digelar Sepekan

Ia meyakini, bibit-bibit penulis masa depan telah tumbuh di sekolah-sekolah, seperti SMAS Handayani. 

“Karya anak-anak kita berupa buku kumpulan puisi dan pantun ini saya harap dapat terus dilanjutkan. Apalagi zaman sekarang sedang tren cerita-cerita, yang diadaptasi menjadi film,” ujar Henny.

Sebagai Bunda Literasi, dia menilai, SMAS Handayani telah menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi ruang subur bagi bakat untuk tumbuh dan berkembang, tak hanya berhenti pada capaian akademik semata. 

“Tadi saya lihat bagaimana anak-anak menampilkan karya dan bakatnya, seperti menjadi master of ceremony (MC) dengan dua bahasa,” ungkap Henny. 

Henny pun mengapresiasi SMAS Handayani dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya terpaku pada kurikulum, tetapi juga mendorong pengembangan bakat siswa.

Baca juga: Soal Kasus Keracunan MBG di Riau, SPPG Minta Maaf dan Pastikan Evaluasi Menyeluruh

Legitimasi pejuang literasi

Di sisi lain, Abdul Hadi, sang Duta Baca, merasa penghargaan yang ia terima dari Bunda Literasi adalah legitimasi atas perjuangan dirinya dan teman-temannya. 

Ia merasa kehadiran Henny di sekolahnya memberi semangat dan membuka cakrawala baru tentang bagaimana literasi bisa menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih luas.

“Saya merasa senang menerima penghargaan dari Bunda Literasi. Apalagi dari sekian banyak teman-teman, saya terpilih untuk berkesempatan mewakili sekolah,” ungkap Abdul.

Dia menceritakan, proses pembuatan buku tersebut dimulai dari menentukan tema-tema cerpennya.

“Setelah itu, baru lanjut bikin judul, lalu kami cari referensi dan tulis. Untuk cerpennya itu singkat dan memuat tulisan kami satu angkatan kelas 12,” terangnya.

Baca juga: Tarian Viral Rayyan Angkat Pacu Jalur Riau ke Panggung Dunia

Hadi menjelaskan, buku yang diluncurkan merupakan kolaborasi cerpen dari seluruh siswa kelas 12 dan Hadi merupakan salah satu motor penggeraknya. 

Melalui proses itu, ia belajar bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang menyatukan banyak pikiran dalam satu wadah yang bermakna. 

Dengan penampilannya yang sederhana, Hadi mampu membawakan diri dengan kedewasaan dan keyakinan yang tumbuh dari pengalaman berkarya. Hal ini membuatnya mencuri perhatian.

Hadi adalah potret remaja yang haus ilmu. Di luar kemampuannya menulis, ia juga dikenal fasih berbahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Jerman. 

Ketekunan itu ia pupuk dengan konsistensi dan dukungan lingkungan. Cita-citanya terbang tinggi, yakni melanjutkan studi di Arab Saudi.

Baca juga: Puluhan Murid SD di Riau Diduga Keracunan MBG: Makanan Basi dan Bau

Hadi ingin mengambil jurusan Teknik Informatika, sembari tetap menulis dan berbagi cerita dari mana pun ia berada. 

“Setelah lulus saya rencananya melanjutkan kuliah di Arab Saudi sekaligus ikut orangtua di sana. Namun, kalau ada rezekinya disini, saya akan melanjutkan di Indonesia dulu,” ujarnya.

Hadi berharap, karya-karya yang telah dipublikasikan tidak berhenti di rak perpustakaan sekolah. 

Ia membayangkan, lebih banyak ruang untuk menampilkan tulisan anak-anak muda, lebih banyak panggung untuk menyalakan semangat menulis, dan lebih banyak telinga yang mau mendengarkan suara generasi baru. 

Sebagai Duta Baca, Hadi kini menjadi wajah baru dari gerakan literasi remaja di Riau. Ia tidak ingin gelar itu hanya menjadi simbol, melainkan titik tolak untuk mengajak teman-temannya agar lebih berani membaca, menulis, dan menyampaikan gagasan. 

Baca juga: Naik Pacu Jalur dan Sapa Penonton di Kuansing Riau, Melly Mike: Kayuoh, Kayuoh...

“Untuk e-book memang saat ini belum ada. Semoga dengan buku yang kami terbitkan ini, dapat memberi manfaat dan motivasi untuk generasi selanjutnya agar lebih semangat mengejar impiannya,” tutur Hadi.

 

 

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com