KOMPAS.com – Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru yang dirilis pada awal Juni 2026, perekonomian daerah tumbuh 7,91 persen secara tahunan (year on year/YoY) atau mendekati 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan sejumlah komponen utama pengeluaran. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 5,03 persen, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 4,13 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang meningkat 8,55 persen.
Sementara itu, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 20,69 persen.
Kondisi itu menjadi sinyal positif terhadap pergerakan ekonomi di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang mendekati 8 persen pada triwulan pertama merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah.
Baca juga: Usai BI Rate Naik 75 Bps, Bank Masih Tahan Kenaikan Bunga KPR
“Alhamdulillah, data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa arah kebijakan yang kami jalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Agung dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (11/6/2026).
Agung menjelaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru berupaya mengelola belanja daerah secara lebih efektif dan tepat sasaran agar memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat.
Menurut dia, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari pelaksanaan pembangunan, pengadaan barang dan jasa, hingga program-program yang melibatkan pelaku usaha daerah.
“Kami berupaya memastikan setiap rupiah belanja pemerintah dapat berputar di tengah masyarakat. Program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal terus kami dorong agar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Agung.
Agung menilai, tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah yang mencapai 20,69 persen menunjukkan percepatan realisasi anggaran mampu menjadi stimulus yang efektif bagi perekonomian daerah.
“Belanja pemerintah bukan hanya soal administrasi anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika proyek berjalan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) bergerak, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itu yang menjadi fokus kami,” jelasnya.
Selain ditopang konsumsi pemerintah, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga didorong oleh peningkatan investasi. Data BPS menunjukkan PMTB tumbuh 8,55 persen pada triwulan I 2026.
Menurut Agung, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa iklim investasi di Pekanbaru semakin kondusif dan mampu menarik minat dunia usaha.
“Ini menjadi sinyal positif bagi kami semua. Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan investasi memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta memperkuat daya saing daerah dalam jangka panjang.
Baca juga: 7 Pernyataan Sikap BEM FEB Unair ke Pemerintah, Berisi Desakan Darurat Ekonomi
Meski mencatat pertumbuhan yang positif, Agung menegaskan Pemkot Pekanbaru tidak ingin cepat berpuas diri.
Ia menegaskan, Pemkot Pekanbaru akan terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, dan optimalisasi pendapatan daerah.
“Data ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha yang lebih luas,” tutur Agung.