Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Kompas.com - 19/08/2022, 18:58 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ikut memeriahkan acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama dengan Gubernur Bali Wayan Koster mengikuti pawai budaya yang dilaksanakan di Simpang Wibisana, Kabupaten Jembrana, Kamis (18/8/2022).

Pawai yang dibuka dengan pemukulan kendang mebarung sebagai simbolis itu mendapat sambutan yang begitu meriah dari masyarakat Jembrana yang menonton langsung setelah dua tahun berbagai aktivitas kesenian massal terhenti akibat pandemi Covid-19.

Tamba mengatakan, pawai budaya yang didukung kurang lebih 2.000 seniman tersebut diselenggarakan dengan mengambil tema Jagat Kerthi. Adapun tema tersebut memiliki makna memuliakan alam bagi sumber kehidupan dan kebahagian.

“Dalam pawai budaya kali ini banyak menampilkan seni budaya lokal dari Kabupaten Jembrana. Tak disangka, melalui pawai ini kita bisa melihat secara langsung bahwa banyak keragaman seni budaya yang kita miliki dan perlu untuk dijaga kelestariannya,” jelas Tamba saat diwawancara tim Kompas.com di Perempatan Simpang Wibisana, Kamis.

Lebih lanjut, Tamba turut mengapresiasi peran Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) dan perusahaan di Kabupaten Jembrana yang ikut terlibat langsung dalam pelaksanaan pawai budaya.

Baca juga: Bupati Tamba Berharap Gedung Sentra Tenun Bisa Jadi Wadah Promosi Kerajinan UMKM Jembrana

“Saya mengapresiasi keikutsertaan beberapa BUMN dan perusahaan di Kabupaten Jembrana yang ikut memeriahkan pawai budaya kali ini dengan menampilkan beberapa kesenian,” ujar Tamba.

Gubernur Bali Wayan Koster yang turut hadir dalam pawai budaya itu juga mengapresiasi acara kesenian tersebut.

Menurutnya, acara itu memiliki nilai spiritualitas dalam menyucikan dan merawat alam agar senantiasa memberikan berkah dan kesejahteraan bagi semua umat, khususnya masyarakat Bali dan Kabupaten Jembrana.

“Kita tidak punya pilihan lain selain memperkuat adat budaya, kearifan lokal Bali, dan menjaga warisan leluhur. Hal inilah yang membedakan kita dengan daerah lain dan bisa dikenal hingga ke seluruh dunia," sebut Wayan Koster.

Oleh karenanya, Wayan Koster mengingatkan setiap masyarakat Bali untuk bangga dengan budaya warisan leluhur. Ia juga meminta setiap insan untuk turut membantu perekonomian daerah  agar kualitas hidup masyarakat bisa terus meningkat.

Wayan Koster mengatakan, pihaknya tengah merancang berbagai program fundamental guna mendukung visi menuju Bali era baru.

Adapun visi tersebut adalah membawa Kabupaten Jembrana menuju kabupaten maju dengan berbagai lompatan besar.

“Untuk membawa Kabupaten Jembrana menuju kabupaten maju dan Bali menuju era baru, perlu adanya program-program yang fundamental. Salah satunya yang sedang kita kebut dalam persiapannya adalah pembangunan jalan tol yang akan masuk dalam ground breaking. Diharapkan segala tahapannya akan bisa berjalan lancar dan selesai dengan tepat waktu,” ujar Wayan Koster.

Baca juga: Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bupati Jembrana I Nengah Tamba turut dalam pawai budaya tersebut pada barisan terakhir dengan menunggai kuda untuk berkeliling sambil menyapa masyarakat yang menyaksikan pawai tersebut. Dok. Pemkab Jembrana Bupati Jembrana I Nengah Tamba turut dalam pawai budaya tersebut pada barisan terakhir dengan menunggai kuda untuk berkeliling sambil menyapa masyarakat yang menyaksikan pawai tersebut.

Sebagai informasi, selain menampilkan kesenian asli dari Kabupaten Jembrana, pawai budaya tahun ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

Barisan terdepan pawai diawali dengan barisan paskibraka dan iringan drum band dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Negara.

Kelompok drumb band diikuti oleh barisan pembawa lambang daerah, barisan payas agung, barisan panca pandawa, serta barisan bleganjur kreasi dari Adi Mredangga.

Di barisan terakhir, pawai diisi oleh penampilan seni topeng dari Kecamatan Pekutatan, drum band dari sekolah menengah kejuruan (SMK) Taman Pendidikan (TP) 45, serta barisan penunggang kuda yang membawa Bupati Tamba, Wakil Bupati Patrian Krisna, serta Sekretaris Daerah (Sekda) I Made.

Berbeda dari tahun sebelumnya, pawai budaya kali ini mengangkat beberapa tema pada setiap acaranya, yakni Atma Kerthi untuk menegakkan kesucian jiwa dan Jana Kerthi untuk meneggakkan keseimbangan jiwa.

Ada pula Wana Kerthi untuk menjaga kesucian hutan dan pegunungan, Danu Kerthi untuk menjaga kesucian dan kelestarian sumber daya air, serta Segara Kerthi untuk menjaga kesucian dan kelestarian samudra lautan.

Terkini Lainnya
Transfer Pusat Turun Rp 99,4 Miliar, Bupati Jembrana Instruksikan Penghematan Ketat

Transfer Pusat Turun Rp 99,4 Miliar, Bupati Jembrana Instruksikan Penghematan Ketat

Jembrana
Pemkab Jembrana Luncurkan JISC, Permudah Investor Tanpa Hambatan

Pemkab Jembrana Luncurkan JISC, Permudah Investor Tanpa Hambatan

Jembrana
Dorong Dapur Bersih, 10.000 Meter Persegi Keramik Disalurkan Kepada IKM Jembrana

Dorong Dapur Bersih, 10.000 Meter Persegi Keramik Disalurkan Kepada IKM Jembrana

Jembrana
Lewat Program Kredit Bersubsidi, Bupati Jembrana Antar Langsung 2 PMI ke Luar Negeri

Lewat Program Kredit Bersubsidi, Bupati Jembrana Antar Langsung 2 PMI ke Luar Negeri

Jembrana
“Raya Jembrana”, Cokelat Premium dari Ketekunan Petani Kakao Jembrana

“Raya Jembrana”, Cokelat Premium dari Ketekunan Petani Kakao Jembrana

Jembrana
Baler Bale Agung Jadi Kelurahan Terbaik Bali 2025, Bupati Jembrana: Bukti Program Unggulan Terimplementasi

Baler Bale Agung Jadi Kelurahan Terbaik Bali 2025, Bupati Jembrana: Bukti Program Unggulan Terimplementasi

Jembrana
Pemkab Jembrana Wajibkan Ritel Modern Tampung Produk UMKM Lokal

Pemkab Jembrana Wajibkan Ritel Modern Tampung Produk UMKM Lokal

Jembrana
Bupati Kembang Resmikan Jembatan Gantung Yehembang, Permudah Akses Siswa ke Sekolah

Bupati Kembang Resmikan Jembatan Gantung Yehembang, Permudah Akses Siswa ke Sekolah

Jembrana
Hari Kemerdekaan RI, Bupati Jembrana Lepas Ekspor Kakao ke Belanda

Hari Kemerdekaan RI, Bupati Jembrana Lepas Ekspor Kakao ke Belanda

Jembrana
Peringatan HUT Ke-130 Kota Negara,

Peringatan HUT Ke-130 Kota Negara, "Negaroa Pride"' Diusung Satukan Kebanggaan Lokal dan Jati Diri Daerah

Jembrana
Lindungi Petani Lokal, Pemkab Jembrana Salurkan Pinjaman Rp 2,9 Miliar ke KUD untuk Serap Gabah

Lindungi Petani Lokal, Pemkab Jembrana Salurkan Pinjaman Rp 2,9 Miliar ke KUD untuk Serap Gabah

Jembrana
Respons Musibah di Selat Bali, Bupati Jembrana Inisiasi Upacara Segara Kerthi Mulang Pekelem

Respons Musibah di Selat Bali, Bupati Jembrana Inisiasi Upacara Segara Kerthi Mulang Pekelem

Jembrana
Bupati Jembrana Beri Penghargaan 22 Nelayan dan Relawan Penolong Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Bupati Jembrana Beri Penghargaan 22 Nelayan dan Relawan Penolong Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Jembrana
Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, Pemkab Jembrana Kerahkan Polres dan RSU Negara

Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, Pemkab Jembrana Kerahkan Polres dan RSU Negara

Jembrana
Bantu 40 Penyandang Disabilitas, Pemkab Jembrana Bagikan Alat Bantu Senilai Rp 96 Juta 

Bantu 40 Penyandang Disabilitas, Pemkab Jembrana Bagikan Alat Bantu Senilai Rp 96 Juta 

Jembrana
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com