KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meluncurkan logo baru Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur dalam pembukaan Jatim Fest 2025 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Rabu (1/10/2025).
Momen ini menjadi penanda resmi perjalanan delapan dekade Jawa Timur, sekaligus semangat baru untuk pembangunan dan kreativitas daerah.
Logo Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur memiliki desain dinamis, menandakan karakter masyarakat Jatim yang terus bergerak. Aspek dinamis tersebut tampak pada gambaran pita panjang tersambung yang membentuk angka 80.
Pada angka 80 tersebut, terdapat sejumlah pernak-pernik yang ikon Jawa Timur. Ikon tersebut yakni Reog, Laut, Wingko Babat, Gedung Grahadi, Padi, Gunung Bromo, Rusa Bawen, serta Sinergi.
Di bawah angka 80 terdapat tulisan "Jawa Timur: Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh". Kalimat "Jatim Tangguh Terus Bertumbuh" merupakan tema dari Hari Jadi ke-80 Jatim.
Peluncuran logo dilakukan bersamaan dengan pembukaan Jatim Fest 2025, festival tahunan yang memadukan belanja, hiburan, dan rekreasi dalam satu ruang kolaborasi.
Tahun ini, festival berlangsung hingga 5 Oktober dengan partisipasi 400 pelaku usaha kecil menengah (UKM) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Panitia menargetkan festival ini akan mendatangkan 43.000 pengunjung dengan potensi transaksi mencapai Rp 20 miliar selama lima hari penyelenggaraan.
Khofifah menekankan bahwa Jatim Fest bukan sekadar pameran dagang, melainkan wadah akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
“Kita berharap program Jatim Fest menjadi ruang tumbuhnya inovasi dan kreativitas, baik dari skala kecil, menengah, maupun besar,” tegasnya.
Baca juga: HUT Ke-80 Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Akhlak di Era Digital
Jatim Fest 2025 juga menghadirkan hiburan rakyat melalui pertunjukan seni budaya, talk show inspiratif, dan demo produk inovatif.
Kehadiran ribuan pelaku usaha serta pengunjung diharapkan mampu memperkuat jejaring bisnis sekaligus menumbuhkan solidaritas masyarakat Jawa Timur.
Lewat gelaran Jatim Fest 2025, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai poros kebangkitan ekonomi nasional.
Maka dari itu, di gelaran tersebut berlangsung pula festival ekonomi kreatif bertema "UMKM Tumbuh, Ekonomi Bangkit" yang berlangsung di Exhibition Mal Grand City Surabaya mulai 1 hingga 5 Oktober 2025. Festiva ini bertujuan menyatukan potensi lokal, budaya, dan inovasi.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Aftabuddin Rijaluzzaman, menjelaskan bahwa Jatim Fest 2025 dirancang bukan sekadar pameran, melainkan manifestasi semangat baru pascapandemi dan tantangan ekonomi global.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Ajak Generasi Muda Jadikan Batik Sebagai Simbol Gaya Hidup
Jatim Fest 2025 menampilkan tiga sektor utama yang menjadi kekuatan ekonomi kreatif Jawa Timur, yakni wastra (tekstil tradisional), makanan dan minuman (mamin) dan heritage atau warisan budaya.
"Kami ingin menciptakan pengalaman pameran yang terbuka, komunikatif, dan edukatif," ujar Aftabuddin.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Jatim Fest 2025 menerapkan konsep open booth, menggantikan sekat-sekat kecil.
Konsep ini memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), mencicipi produk, dan memahami proses kreatif di baliknya, menjadikannya ruang interaksi bisnis, promosi, dan kolaborasi.
Untuk diketahui, dari total 466 UMKM yang mendaftar di Jatim Fest 2025, hanya 98 UMKM yang lolos seleksi ketat oleh tim kurator independen.
Seleksi ini didasarkan pada kualitas produk, kontinuitas produksi, dan keunikan lokalitas, memastikan peserta yang hadir adalah representasi UMKM Jatim yang siap bersaing secara global.
Selain pameran, Jatim Fest 2025 juga berfungsi sebagai ruang edukasi ekonomi rakyat. Pengunjung dapat mempelajari transformasi ide lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, pelaku UMKM berkesempatan memperluas jaringan dengan investor, perbankan, dan mitra bisnis potensial.
Baca juga: Dukung UMKM, Kampung Wisata Batik Kauman Solo Luncurkan 6 Showroom Bersama Tepat pada Hari Batik
Salah satu sorotan adalah Heritage Corner, yang memamerkan batik Madura, tenun Lamongan, dan kerajinan Banyuwangi dalam sentuhan modern.
Jatim Fest 2025 muncul sebagai simbol optimisme baru, menandai tekad Jawa Timur, sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar kedua di Indonesia, untuk melangkah mantap menuju pusat ekonomi kreatif nasional.
"Kebangkitan ekonomi Jatim dimulai dari bawah, dari UMKM yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing global," ujar Aftabuddin.
Selain meluncurkan logo, acara pembukaan juga dirangkai dengan penganugerahan Investment Award 2025.
Penghargaan ini diberikan kepada para investor yang telah berkontribusi signifikan dalam menggerakkan roda ekonomi Jawa Timur, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.