KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Jateng merupakan daerah yang menarik bagi investor untuk menanamkan investasinya. Hal ini tak lepas dari banyaknya kebijakan pemerintah daerah yang mengarah pada iklim pro investasi.
Hal itu disampaikan Luthfi dalam acara Rembug Bareng Gubernur Jateng dengan Pimpinan Media di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (2/7/2025).
Luthfi mengatakan, Jateng memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain, salah satunya terkait aspek keamanan.
“Gubernurnya mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, jadi saya pastikan soal keamanan,” katanya dalam siaran pers.
Luthfi menyebutkan, selain iklim investasi yang terjamin aman, Jateng juga didukung dengan kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, dan tenaga kerja.
Baca juga: Pemutihan Pajak Jateng Ditutup, Raup PAD Rp 333,9 Miliar dari 1,1 Juta Kendaraan
“Perizinan juga kami kawal ketat lewat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Online single submission (OSS) satu pintu, satu hari harus selesai,” tegasnya.
Selain itu, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh pada Mei 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga meluncurkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Kebijakan tersebut antara lain subsidi transportasi Trans Jateng sebesar Rp 1.000 dan penyediaan fasilitas daycare.
Luthfi juga menyinggung mekanisme penetapan upah buruh di Jateng yang dilakukan secara tripartit dan terbuka.
“Upah itu hasil musyawarah. Kalau terlalu tinggi, pengusaha lari. Terlalu rendah, buruh menjerit. Namun, kenyataannya, banyak pabrik pindah dan berdiri di sini,” imbuhnya.
Baca juga: Hari Bhayangkara ke-79, Gubernur Jateng Ajak Polri Jadi Teladan dan Dekat dengan Rakyat
Daya tarik Jateng bagi investor juga tercermin dari capaian realisasi investasi yang signifikan.
Pada triwulan I-2025, total investasi yang masuk ke Jateng mencapai Rp 21,85 triliun atau 27,89 persen dari target tahunan.
Investasi itu terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 14,08 triliun (64 persen) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 7,77 triliun (36 persen). Nilai investasi itu juga mampu menyerap 96.630 tenaga kerja.
Lima sektor utama penyumbang investasi terbesar, yaitu industri tekstil; alas kaki; karet dan plastik; makanan; serta sektor perumahan dan kawasan industri.
Acara dialog bersama media ini diikuti oleh 76 perwakilan media dan asosiasi pers dari seluruh Jateng.
Baca juga: Cegah Lonjakan Pengangguran, Pemprov Jateng Pastikan tak PHK Honorer yang tak Lolos CPNS dan PPPK
Forum tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan insan pers dalam mendukung pembangunan provinsi Jateng.