Ganjar Gelar Program Mudik Gratis, Perantau Jateng Akui Terbantu dan Rasakan Manfaatnya

Kompas.com - 17/04/2023, 16:05 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggelar program mudik gratis naik bus dari Jakarta untuk para perantau Jateng yang hendak pulang kampung dalam rangka merayakan Idul Fitri 2023.

Titik keberangkatan peserta mudik gratis dimulai dari halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur (Jaktim), Jakarta, Senin (17/4/2023).

Ganjar memfasilitasi 212 bus untuk warga Jateng di Jakarta dengan kapasitas 10.338 penumpang. Bus ini berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bersama pemerintah kabupaten atau kota, Bank Jateng, Jasa Raharja, dan Rumah Sakit (RS) Moewardi.

Para peserta mudik memberikan respons positif atas inisiasi Ganjar dalam menyediakan program Mudik Gratis untuk warganya.

Salah satu peserta Mudik Gratis bernama Sarikin mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas mudik gratis ini.

Baca juga: Berhemat Jutaan karena Ikut Mudik Gratis, Pemudik: Uangnya Bisa untuk yang Lain...

"Sangat terbantu adanya mudik gratis. Penghasilan saya minim. Sangat membantu," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (17/4/2023).

Apabila tidak menggunakan fasilitas mudik gratis, pemudik tujuan Kebumen ini harus mengeluarkan uang sekitar Rp 300.000 untuk sekali perjalanan.

Padahal, Sarikin harus kembali ke Jakarta secepatnya. Itu berarti, ia harus menyediakan dana Rp 600.000 untuk akomodasi pergi-pulang.

"Sangat senang adanya bantuan mudik gratis Lebaran. Sangat membantu adanya mudik gratis ini, Pak Ganjar. Matur nuwun, terima kasih," kata pria yang berprofesi sebagai pramusaji di Jakarta ini.

Senada dengan Sarikin, Tarmi pemudik tujuan Temanggung mengatakan, mudik gratis ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan kecil seperti dirinya.

 Baca juga: Cerita Sopir Bus AKAP Tak Bisa Kumpul Keluarga saat Lebaran: Sedih, Lepas Rindu Lewat Video Call

"Kalau tidak gratis, satu tiket bus, satu orang bisa Rp 500.000, (untuk) tujuan Temanggung. Mudik gratis ini sangat membantu banget. Setiap tahun mudik," katanya ditemui di lokasi.

"Terima kasih, Pak Ganjar mudik gratis kepada rakyat kecil di Jakarta, pulang kampung ketemu keluarga di kampung. Terima kasih Pak Ganjar," tambah Tarmi.

Hal serupa disampaikan Ika Siti Kholifah, peserta mudik gratis tujuan Purbalingga yang mengaku senang dan terbantu dengan adanya program mudik gratis.

"Terima kasih kepada Pak Ganjar, (berkat mudik gratis) semuanya bisa terbantu (pulang) ke kampung halamannya. Sudah dua kali ikut (mudik Gratis Jateng). Sekali mudik bisa Rp 1 juta, hingga Rp 2 juta," katanya saat ditemui di lokasi pemberangkatan.

Ika mengaku adanya mudik gratis bisa menghemat pengeluarannya hingga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

 Baca juga: Lepas Peserta Mudik Gratis, Kapolda Metro: Keamanan Tergantung Kesehatan Sopir

Kebahagiaan juga dirasakan Lafiani, peserta mudik asal Jepara ini mengaku senang karena bisa mudik gratis.

Apabila tidak menggunakan fasilitas mudik gratis, Lafiani harus mengeluarkan uang sekitar Rp1,5 juta untuk sekali perjalanan bersama suami dan anaknya.

"Mau mudik ke Jepara. Terima kasih, Pak Ganjar sudah memberikan mudik gratis," ujarnya.

Mudik gratis diharapkan terus ada

Sementara itu, peserta mudik asal Kabupaten Wonogiri bernama Sriyani mengaku baru sekali mengikuti program mudik gratis.

Dia berharap, program atau fasilitas mudik gratis tersebut diselenggarakan kembali pada Lebaran 2024.

Baca juga: Begini Skema Contraflow di Tol Selama Mudik Lebaran

"Alhamdulillah, bisa terlaksana. Mudah-mudahan, tahun besok ada lagi," kata Sriyani.

Dia menceritakan bahwa baru pertama kali merasakan pengalaman mudik gratis.

Menurut Sriyani, program Mudik Gratis sangat membantu karena pemudik tidak harus mengeluarkan uang untuk biaya perjalanan mudik.

“Jika tak ada fasilitas mudik gratis, saya harus merogoh kocek sekitar Rp 550.000 untuk sekali perjalanan Jakarta-Wonogiri,” imbuhnya.

Selama merantau ke Jakarta, Sriyani membantu suaminya bekerja sebagai pedagang yang setiap hari beraktivitas.

Dengan adanya mudik gratis, ia berterima kasih kepada Gubernur Ganjar karena sudah menyediakan fasilitas ini bagi warga Jateng yang merantau.

 Baca juga: Pulang Kampung Setelah Belasan Tahun Merantau, 2 Warga Asal Jateng Ini Berterima Kasih kepada Ganjar Pranowo

Pada kesempatan yang sama Sochidi, pemudik asal Dukuhturi, Kabupaten Tegal, mengatakan, fasilitas mudik gratis bisa menghemat pengeluarannya hingga Rp 2 juta.

Pada Lebaran 2023 ini, dia dan keluarganya bisa melakukan mudik secara gratis, berkat program yang diinisiasi oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

"Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Karena perekonomian yang belum stabil," ucap Sochidi.

Ia merasa menyayangkan saat sekali mudik bisa mengeluarkan uang hingga Rp 400.000 per orang.

"Satu keluarga ada lima orang ya Rp 2 juta. (Mudik gratis ini) sangat membantu sekali," tutur Sochidi.

 Baca juga: Jelang Libur Lebaran 2023, Taman Margasatwa Ragunan Kedatangan Dua Komodo

Sochidi menuturkan bahwa setiap libur Lebaran selalu melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya.

Menurutnya, Lebaran tahun ini (2023) semakin menyenangkan berkat adanya fasilitas mudik gratis dari Ganjar.

"Kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Saya warga Tegal, merasa terbantu dan mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan segala langkah Bapak Gubernur dimudahkan dan sukses selalu," doanya.

 

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com