RSUD Margono Luncurkan Aplikasi “Anti-Fraud”, Ganjar Berikan Apresiasi

Kompas.com - 03/06/2021, 18:27 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengaku bangga dengan inovasi aplikasi "Anti-Fraud" yang diluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Margono Soekarjo, Purwokerto.

Menurutnya, tim RSUD Margono masih konsisten berpikir terkait inovasi pelayanan publik meski di tengah pandemi Covid-19.

"Saya senang, karena ini sudah jadi tradisi di RSUD Margono. Tak hanya di sini, di tempat-tempat lain dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kami, inovasi itu sudah menjadi budaya,” ujar Ganjar dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Kamis (3/6/2021).

Gubernur berambut putih itu berharap, inovasi dari RSUD Margono bisa menambah perbaikan pada layanan kesehatan di Jateng. Pasalnya, RSUD ini dinilai sangat produktif terkait inovasi.

Baca juga: RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Punya Laboratorium untuk Uji Covid-19

Seperti diketahui, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto kembali meluncurkan inovasi di bidang layanan kesehatan. Inovasi yang diluncurkan ini berkaitan dengan digitalisasi sistem administrasi dan registrasi online Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Ganjar, inovasi tersebut merupakan wujud integritas pada masyarakat.

"Oleh karena itu, inovasi ini penting untuk ditiru oleh rumah sakit (rs) lain. Kalau ada pasien yang ingin mengklaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS), datanya benar,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Ganjar, pelayanannya pun jauh lebih cepat. Terlebih, saat ini pelayanan dilakukan dengan sistem digital, sehingga tidak akan ditemukan makelar.

Baca juga: Begini Cara Cek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan

Melalui sistem digital, pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD itu dipastikan bisa berjalan secara cepat, akurat, dan transparan.

Tak hanya mempermudah layanan administrasi, aplikasi itu juga akan mencegah kecurangan-kecurangan yang bisa ditimbulkan.

Masyarakat bisa langsung dilayani

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Margono Tri Kuncoro mengatakan, pengurusan klaim BPJS Kesehatan akan semakin cepat dengan menggunakan aplikasi Anti-Fraud.

Baca juga: Kebakaran di Cideng, Warga Diberi Bantuan Makanan hingga Layanan Administrasi

"Jika dulu masyarakat harus melalui dua antrean, kali ini hanya butuh satu antrean saja.
Sekarang, masyarakat bisa langsung dilayani. Jadi, tidak perlu lama-lama mengantre," jelasnya.

Tri mengaku, pihaknya sedang menggenjot pelayanan berbasis inovasi digital yang tengah dikembangkan saat ini.

Aplikasi itu adalah Electronic Validation cara cepat dan akurat jamin lancarkan klaim BPJS (E-VA Centil).

Lewat aplikasi itu, klaim BPJS dari masyarakat dilakukan dengan teknologi digital, sehingga kecepatan dan akurasi data bisa ditingkatkan.

Baca juga: Kembangkan Inovasi Digital, BPJS Kesehatan Gelar Kompetisi BPJS Visualthon 2020

"Sistem dilakukan secara online, sehingga mencegah munculnya potensi berbagai praktek kecurangan (anti-fraud) yang menyertai dalam pengurusan klaim BPJS," kata dia.

Selaras dengan tujuan BPJS Kesehatan

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Lily Kresnowati mengatakan, inovasi dari RSUD Margono selaras dengan tujuan BPJS Kesehatan.

Tujuan yang dimaksud yaitu meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan memperpendek masa antrean.

"Dengan begitu, maka peserta BPJS lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan serta kepuasan masyarakat pada layanan JKN," imbuhnya.

Baca juga: Data Diduga Bocor, BPJS Kesehatan Siapkan Langkah Pengamanan

Tak lupa, Lily turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan RSUD Margono.

Menurutnya, digitalisasi sistem administrasi dan registrasi JKN yang dilakukan RSUD tersebut patut dicontoh dan dijadikan role model.

"Kami harap inovasi itu dicontoh oleh rumah sakit lain. Kami juga ingin hal ini dijadikan role model untuk mengembangkan layanan rumah sakit di seluruh Indonesia," ucap Lily.

 

Terkini Lainnya
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi

Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi "Magnet" Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,37 Persen

Jateng Gayeng
Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Jateng Gayeng
Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Jateng Gayeng
Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Jateng Gayeng
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com