Berkunjung ke Pekalongan, Gubernur Ganjar Redakan Amarah Warga

Kompas.com - 12/06/2019, 16:19 WIB
Mikhael Gewati

Editor


KOMPAS.com
-  Kunjungan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ke Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Karangjompo, Kecamatan Tirtodisambut, Pekalongan, Rabu (12/6/2019) siang, disambut warga dengan marah-marah.

Warga marah karena jalan sepanjang 550 meter yang merupakan jalur penghubung Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan itu rusak.

Tak hanya itu, pemukiman warga juga sering tergenang rob di wilayang tersebut. Adapun terkait perbaikan sementara jalan, warga merasa tidak puas karena hanya diurug dengan batu dan tanah. 

"Ini gimana Pak Gubernur, tanggung jawab pemerintah mana, jalan hanya diurug batu. Saluran air penuh sampah. Rob juga terus menggenangi pemukiman kami," kata warga seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Baca jugaGanjar Salami ASN, Gus Yasin Dapat Cium Tangan

Mendengar kelurhan warga, Ganjar kemudian menjelaskan tujuannya datang ke jalan tersebut memang untuk memberikan solusi terhadap kerusakan jalan. Meski begitu dia meminta warga sabar dan tidak marah-marah.

"Sebentar to, saya ke sini untuk ngecek karena ada laporan, jalannya sementara diurug. Karena butuh membangun tanggul. Jangan langsung marah," jawab Ganjar.

Belum selesai Ganjar menjawab, warga itu langsung menimpali dengan keluhan sampah di saluran sungai dan minta dibuatkan saluran permanen.

"Banyak sampah di saluran air. Pemerintah harusnya memikirkan itu juga," ujarnya.

Karena bernada tinggi, sementara warga lain yang ikut "mengepung" orang nomor satu di Jateng itu hanya terdiam. Ganjar pun kemudian memberikan senyum kepada mereka. 

Baca jugaIdul Fitri 2019, Ganjar Pranowo Kunjungi Guru dan Jumpa Sahabat Masa Kecil

"Cara menyelesaikan masalah itu dengan musyawarah, bukan marah-marah. Coba njenengan  (kamu) tersenyum, mesti ora iso (pasti tidak bisa). Sing neng pikirane njenengan (Makanya pikiran kamu jangan) negatif terus. Sampah itu njenengan ra gelem njupuki tho (kenapa kamu tidak memungutinya sendiri) ?" tuturnya pelan sambil menepuk pundak warga itu.

Ganjar mengatakan, warga yang tinggal di kawasan itu memang sering mengeluhkan jalan maupun pemukiman yang tergenang akibat rob dan limpasan air dari Sungai Widuri Pacar.

Terkait pengurukan jalan, Ganjar menjelaskan bahwa itu harus dilakukan. Sebab untuk menangani jalan ini harus membuat talut sungai dan membendung air laut agar tidak masuk ke pemukiman.

"Alhamdulillah, Pak Wali Kota Pekalongan dan Pak Bupati Pekalongan sudah bersalaman. Tinggal dimusyawarahkan. Warga dan instansi terkait segera mencari solusi terbaik. Mau relokasi atau bagaimana," katanya.

Cara Ganjar meredakan amarah warga dengan penjelasan yang jelas serta mengajaknya berpikiran positif dan selalu tersenyum itu pun berhasil. Warga kemudian mau diajak tersenyum dan mengedepankan musyawarah ketimbang marah-marah.

Baca jugaGanjar Pranowo Kenang 4 Pengalaman Berkesan Bersama Ani Yudhoyono

Didampingi Lurah Karangjompo Anita Fatmawati, Ganjar juga menjelaskan kepada warga, penyebab rob salah satunya karena penurunan muka bumi.

Pembuatan tanggul pun mungkin bukan menjadi solusi. Oleh karena itu, kata dia, yang dibutuhkan adalah koordinasi atau musyawarah antara warga, lurah, camat, bupati dan wali kota.

"Warga meminta dibuatkan saluran, tetapi saluran yang ada justru menjadi tempat pembuangan sampah," ujarnya.

Sementara itu, Lurah Karangjompo, Anita Fatmawati menjelaskan kepada warga, seluruh aspirasi sudah masuk ke pemerintah. Untuk penanganan, dibutuhkan tahapan-tahapan, tidak bisa dilakukan seperti membalikkan telapak tangan.

"Semua sudah kami sampaikan kepada Wali Kota Pekalongan maupun Bupati Pekalongan. Semoga segera diprioritaskan," harapnya.

Terkini Lainnya
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Pemprov Jateng Kaji Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen, Rencana Berlaku hingga Akhir 2026

Jateng Gayeng
Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi

Bukan Sekadar Pabrik, KEK dan Kawasan Industri Jadi "Magnet" Pertumbuhan Ekonomi Jateng 5,37 Persen

Jateng Gayeng
Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Setahun Luthfi–Yasin, Program Dokter Spesialis Keliling Layani 88.979 Warga

Jateng Gayeng
Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Dampingi Wapres Gibran Tinjau Bencana di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Negara Hadir

Jateng Gayeng
Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi dan Hunian Tetap

Jateng Gayeng
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com