Apresiasi Pelayanan Penyakit Katastropik RSUD Karawang, Menkes: Tularkan ke RS Lain

Kompas.com - 17/07/2023, 14:27 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Kesehatan ( Menkes) Budi Sadikin mengapresiasi upaya revitalisasi dan transformasi Center of Excellence Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Jawa Barat (Jabar).

"Semoga langkah ini mampu meningkatkan layanan penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan perawatan medis lama dan berbiaya tinggi bagi warga Jabar. Semoga (keunggulan ini) bisa ditransfer atau ditularkan ke RS lain," ucap Budi Sadikin melalui keterangan persnya, Senin (17/7/2023).

Budi menjelaskan, Indonesia menghadapi beban tinggi yang diakibatkan penyakit katastropik, antara lain stroke, jantung, kanker, dan ginjal.

“Orang sakit di Indonesia itu rangking pertamanya stroke, lalu jantung dan kanker. Kita kerjanya harus berbasis prioritas. Jadi harus beresin stroke dulu,” katanya dalam siaran pers, Senin (17/7/2023).

Baca juga: Kawasan Rebana Jabar Siap Menyerap 4,49 Juta Pekerja

Dia mengatakan, empat penyakit tersebut menjadi penyebab kematian tertinggi sekaligus pembiayaan terbesar di Indonesia sehingga membutuhkan penanganan cepat guna menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Budi memaparkan, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 44 kota yang bisa menangani stroke pada golden period (periode emas). 

Hal itu terjadi karena supply side antara sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan alat kesehatan tidak seimbang.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Vini Adiani Dewi mengapresiasi komitmen dinkes provinsi, kabupaten/kota, dan direktur RSUD di Jabar.

“Komitmen ini merupakan bentuk inovasi dan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan, memberikan pelayanan terbaik, dan menjamin kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di Jabar,” katanya.

Baca juga: 2 Hari Temani Jokowi di Jabar, Ridwan Kamil: Presiden Happy

Vini mengatakan, Jabar memiliki beberapa RS pemerintah yang telah ditunjuk menjadi fasilitas kesehatan layanan prioritas, seperti kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, dan lain-lain.

Dia memaparkan, RS pengampu nasional di Jabar, yakni Resmi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Hasan Sadikin.

Sedangkan RS yang diampu berdasarkan strata layanan, di antaranya RSUD Al Ihsan, RSUD Karawang, RSUD Cibinong, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD Majalaya, RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid, RSUD dr Slamet Garut, dan RSUD Bandung Kiwari.

Kemudian, RSUD Kota Depok, RSUD Sayang Cianjur, RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, RSUD Kabupaten Indramayu, RSUD Pandega Pangandaran, RSUD R Syamsudin, dan RSUD Gunung Jati.

Vini menyebutkan, upaya perbaikan RS di Jabar sesuai komitmen Kemenkes dalam menegakkan transformasi sistem kesehatan dengan menghadirkan enam pilar transformasi penopang kesehatan indonesia, salah satunya adalah transformasi layanan rujukan.

“Pilar ini menitikberatkan salah satunya pada jejaring pengampuan layanan prioritas. Jejaring pengampuan layanan prioritas dimaksud, di antaranya untuk layanan prioritas kanker, jantung, stroke, uro-nefrologi, diabetes melitus (DM), tuberkulosis (TB), kesehatan ibu dan anak (KIA), dan lainnya,” jelasnya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Disdik Jabar Selesaikan 2.000-an Laporan soal PPDB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Sadikin bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Vini Adiani Dewi dalam sebuah kesempatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Sabtu (15/7/2023).
DOK. Humas Pemprov Jabar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Sadikin bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Vini Adiani Dewi dalam sebuah kesempatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Sabtu (15/7/2023).

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Karawang Fitra Hergyana menjelaskan, program transformasi Center of Excellence terlaksana berkat program pengampuan layanan prioritas yang dilakukan RS vertikal Kemenkes sesuai bidang spesialisasi.

Transformasi yang dilakukan adalah membangun tujuh pusat layanan unggulan, di antaranya Karawang Heart and Vascular Center, Karawang Cancer Center, Karawang Uro-Nefro, Karawang Stroke Center, Karawang Woman and Child Center, Karawang Aesthetic Center, dan Pain Center.

“RSUD Karawang menjadi RS rujukan Jabar sehingga nanti dipersiapkan 27 kabupaten/kota akan berobat ke sini,” ujarnya.

Oleh karenanya, kata Fitra, pihaknya berupaya meningkatkan SDM kesehatan, alat kesehatan, dan pelayanan. 

“Semua itu salah satunya melalui pengembangan Center of Excellence yang mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” terangnya, Senin (17/7/2023).

Baca juga: Wadahi UMKM Ekraf dan Seniman, Ridwan Kamil Resmikan Pasar Kreatif Jabar

Untuk diketahui, 10 penyakit penyebab kematian tertinggi di Jabar, antara lain stroke, penyakit jantung iskemik, diabetes, tuberkulosis, sirosis, dan kanker paru.

Kemudian, utilisasi untuk penyakit katastropik di fasilitas kesehatan di Jabar yang tertinggi, yakni jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, thalasemia, hemofilia, leukemia, dan sirosis hepatitis.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com