103 Pelaku Usaha Ikuti PKJB 2023, Disperindag Jabar: Jadi Momen Kebangkitan Usaha Kerajinan

Kompas.com - 05/07/2023, 12:21 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar) akan kembali menggelar event Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2023 di area Gedung Sate, Bandung, Jumat (7/7/2023) hingga Minggu (9/7/2023).

Kepala Disperindag (Kadisperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih berharap, PKJB 2023 akan menjadi kebangkitan usaha para pelaku kriya yang sebelumnya sempat terpuruk karena Covid-19.

“Perajin ini kena dampak, dibanding pelaku usaha kreatif, seperti makanan, fashion, dan kriya sangat terganggu. Acara PKJB menjadi momen kebangkitan pelaku usaha kerajinan,” tutur Noneng melalui keterangan persnya, Rabu (5/7/2023).

Noneng mengatakan, PKJB 2023 akan berbeda dengan gelaran sebelumnya yang digelar saat Covid-19. Kali ini, acara akan bersifat terbuka untuk umum dan menghadirkan para pelaku kriya dari 27 kabupaten/kota.

“Ada sekitar 103 pelaku usaha kriya atau kerajinan yang akan ikut berpameran. Mereka ini perwakilan dari 27 kabupaten/kota yang sudah dikurasi sebelumnya,” katanya.

Baca juga: Bapenda Jabar Kembali Gulirkan Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan, Cek Tanggal dan Syaratnya

Noneng juga berharap, PKJB 2023 yang digelar dengan berkolaborasi bersama event Karya Kreatif Jabar (KKJ) Bank Indonesia bisa menjadi momentum mengembalikan semangat dan gairah para pelaku kriya.

“Tahun ini pertama kali acaranya gebyar lagi, sebelumnya di hotel jadi pengunjung sangat terbatas,” ujar Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar tersebut.

Dia memaparkan, Dalam PKJB kali ini Dekranasda Jabar bermisi memfasilitasi para pengrajin lokal agar bisa menunjukan kualitas karya berstandar internasional.

Sebab, kata Noneng, momentum PKJB akan mempertemukan pelaku usaha dan buyer secara langsung.

“Kami harapkan mereka bertemu pembeli baik lokal maupun internasional. Ini akan menjadi ajang yang kompetitif yang ujungnya bisa meningkatkan omzet atau produksi para pelaku,” ungkapnya.

Baca juga: Wagub Uu Pastikan Keamanan Jemaah Haji dari Jabar Selama Wukuf di Arafah

Noneng menambahkan, antusiasme daerah untuk mengikuti PKJB 2023 sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan seluruh kabupaten/kota dalam mengikuti helaran dan pameran.

“Daerah ingin menampilkan semua kriya unggulan, jadi antusiasme mereka sangat tinggi,” katanya.

PKJB 2023 akan menghadirkan Dekranasda Award yang memberikan penghargaan kepada Dekranasda kabupaten/kota lewat 7 kategori kriya dan 1 kategori untuk Dekranasda pembina.

“Nantinya pengrajin yang juara di Dekranasda Award akan kami ikut sertakan di Dekranas Award tingkat nasional,” katanya.

Daftar kegiatan dalam Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2023 di areal Gedung Sate, Bandung pada Jumat-Minggu, 7-9 Juli 2023.
DOK. Humas Pemprov Jabar Daftar kegiatan dalam Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2023 di areal Gedung Sate, Bandung pada Jumat-Minggu, 7-9 Juli 2023.

Rencananya PKJB 2023 akan dibuka Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya pada 7 Juli 2023. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan hadir pada PKJB hari kedua, yakni pada 8 Juli 2023.

PKJB 2023 akan menampilkan produk-produk unggulan kabupaten/kota melalui fashion show yang dibawakan 46 perangkat daerah di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Baca juga: Pengumpulan Zakat dan Kurban di Jabar Meningkat, Kang Emil Sebut Ekonomi Warga Membaik

"Akan ada fashion show dari tiap organisasi perangkat daerah, juga fashion show dari desainer Jabar,” terang Noneng.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com