Wagub Uu Pastikan Keamanan Jemaah Haji dari Jabar Selama Wukuf di Arafah

Kompas.com - 28/06/2023, 16:14 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum memastikan keamanan dan kelancaran ibadah haji jemaah di wilayahnya selama melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Salah satunya, memantau ketersediaan jatah makanan yang sempat mengalami keterlambatan pengiriman.

"Ada keterlambatan karena kemacetan sehingga pembagian makan terhambat. Alhamdulillah saat ini sudah lancar lagi," jelas Uu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (28/6/2023).

Untuk memperlancar kegiatan wukuf, ia mengimbau kepada seluruh jemaah untuk membawa makanan ringan yang telah disiapkan secara pribadi sebagai bekal. Persiapan ini dilakukan untuk berjaga-jaga apabila keterlambatan pembagian jatah makan berlangsung lama dan berakibat pada masalah kesehatan.

Sebagai amirul hajj, orang nomor dua di Jabar itu ikut mendampingi jemaah haji di Arafah. Uu telah tiba di tenda bersama dengan ribuan jemaah asal Jabar.

Baca juga: Garam Tidak Bisa Mengusir Ular Masuk Tenda, Ini yang Harus Dilakukan Saat Berkemah

"Alhamdulillah sudah sampai di Arafah, saya sudah masuk tenda bersama dengan jemaah lainnya," ujar Uu Ruzhanul Ulum melalui video singkat yang dikirimnya.

Sebelumnya, rombongan jemaah haji Jabar sudah bergerak menuju Arafah sejak Senin (26/6/2023) dan Selasa (27/6/2023) Waktu Arab Saudi (WAS), seluruhnya sudah tiba di tenda yang disediakan sesuai kloternya masing-masing.

Rombongan jemaah haji Jabar menuju Arafah sejak Senin (26/6/2023) dan Selasa (27/6/2023), Waktu Standar Arab Saudi (WSAS), seluruhnya sudah tiba di tenda yang disediakan sesuai kloternya masing-masing. DOK. Humas Pemprov Jabar Rombongan jemaah haji Jabar menuju Arafah sejak Senin (26/6/2023) dan Selasa (27/6/2023), Waktu Standar Arab Saudi (WSAS), seluruhnya sudah tiba di tenda yang disediakan sesuai kloternya masing-masing.

Perlu diketahui, Jabar menjadi provinsi dengan jatah kuota haji reguler terbanyak, yakni 38.723 orang, disusul Jawa Timur (Jatim) 35.152 jemaah.

Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah akan berlangsung 9 Zulhijah 1444 Hijriah, yang jatuh pada Selasa (27/6/2023) WAS.

Dalam kesempatan tersebut, Uu ikut berbaur duduk bersama jemaah selayaknya jemaah haji pada umumnya.

Baca juga: Kala Soeharto Ibadah Haji, Minta Kemah Bersama Jemaah Indonesia hingga Makan Malam dengan Raja

Ia bahkan merasakan adanya perlakuan istimewa dari petugas Arab Saudi terhadap jemaah asal Jabar, yang mana selalu didahulukan dan mendapatkan perhatian lebih baik.

"Ini yang menjadikan kebanggaan saya sebagai warga Jabar. Seperti misalnya water closet (WC) yang jumlahnya ditambah sehingga tidak terlalu mengantre saat di Arafah," jelasnya.

Demikian juga bagi jemaah yang sakit, sudah tiba di Padang Arafah untuk menjalani wukuf dengan pengawasan yang baik dari petugas Arab Saudi.

Uu juga mengimbau kepada jemaah untuk tetap berada di tenda masing-masing meski kondisinya penuh. Hal ini untuk menghindari tertukarnya kloter dan bus yang akan digunakan nantinya.

Baca juga: Jemaah Haji Kloter 34 Tiba di Mekkah, Pemberangkatan Embarkasi Batam Selesai

Selain itu, imbauan tersebut berlaku kepada jemaah guna menghindari suhu yang panas terik di Arab Saudi serta kemungkinan lepas dari pengawasan petugas kloter sehingga tersesat.

Rencananya, Uu akan memberikan tausiah kepada jemaah di Kloter 17 setelah selesai menjalani safari wukuf.

"Semuanya ingin nikmat menjalani ibadah tapi kondisi yang ada di sini harus dapat diterima dengan kesabaran dan permakluman, saya yakin pemerintah sudah berusaha maksimal. Jemaah bertambah sementara kondisi Arafah tidak berubah. Jaga kesehatan untuk menjalani puncak ibadah," tutur Uu.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com